Feature

Seminar Parenting TK Aisyiyah 39 Surabaya: Kedekatan Emosional Jadi Fondasi Karakter Anak

397
×

Seminar Parenting TK Aisyiyah 39 Surabaya: Kedekatan Emosional Jadi Fondasi Karakter Anak

Sebarkan artikel ini
Interaksi Heru Tjahyono bersama peserta seminar parenting Orang tua wali murid TK ABA 39 Semolo di halaman sekolah, Sabtu (4/4/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Puluhan wali murid TK Aisyiyah 39 Surabaya diajak memahami pentingnya kehangatan hubungan orang tua dan anak di tengah tantangan pengasuhan masa kini.

Tagar.co — Di tengah tantangan pengasuhan di era modern, puluhan orang tua memadati TK Aisyiyah 39 Semolo, Surabaya, Sabtu (4/4/2026), untuk mengikuti seminar parenting yang menekankan pentingnya kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

Kegiatan bertema “Kemesraan Anak dan Orang Tua” ini menghadirkan Heru Tjahyono—yang akrab disapa Babe Heru—sebagai narasumber. Seminar merupakan hasil kolaborasi antara TK Aisyiyah 39 Semolo dan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga.

Baca juga: Siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya Tebar Senyum di Rumah Singgah Kanker

Dalam sambutannya, Humas Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Agus Mulyadi, M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia menyebut kerja sama dengan TK mitra telah berjalan berkelanjutan melalui berbagai program, mulai dari seminar parenting, kegiatan ekstrakurikuler, hingga kunjungan sekolah.

Baca Juga:  Qiraah Massal Menggema di Sekolah Kreatif Baratajaya

“Harapan kami, semua ini memberi manfaat nyata, tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang mereka,” ujarnya.

Kondisi saat ini menunjukkan banyak orang tua menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Di sisi lain, kekhawatiran terhadap perkembangan karakter anak di tengah pengaruh lingkungan dan teknologi juga semakin meningkat. Hal ini membuat seminar parenting menjadi semakin relevan.

Kepala TK Aisyiyah 39, Humairah, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi ini memberikan dampak positif tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru dan orang tua.

“Kami sangat berterima kasih. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkapnya.

Kualitas Interaksi

Dalam pemaparannya, Babe Heru menekankan pentingnya kualitas interaksi antara orang tua dan anak. Menurutnya, kehadiran orang tua tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus disertai perhatian dan kehangatan emosional.

“Luangkan waktu terbaik untuk anak. Dari situlah terbangun chemistry yang kuat dalam keluarga,” jelasnya.

Baca Juga:  Dari Sekolah Tak Berdaya ke Sekolah Pilihan: Spirit Silatnas VI Sekolah Kreatif Indonesia

Ia menambahkan, kedekatan emosional berperan besar dalam membentuk karakter anak. Anak yang memiliki hubungan hangat dengan orang tua cenderung tumbuh menjadi pribadi yang patuh, penuh empati, dan menghargai orang lain. Sebaliknya, minimnya kedekatan emosional berpotensi memicu berbagai persoalan perilaku di kemudian hari.

Penyampaian materi yang sederhana namun menyentuh membuat suasana seminar terasa hidup. Sejumlah peserta tampak larut dalam suasana, bahkan menitikkan air mata saat menyadari pentingnya peran mereka dalam kehidupan anak.

Selain sebagai forum edukasi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwali murid dalam suasana Syawal. Interaksi yang terjalin menunjukkan adanya kebutuhan bersama untuk saling berbagi pengalaman dan solusi dalam mendidik anak.

Seminar parenting ini menjadi pengingat bahwa pendidikan terbaik tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari rumah. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan menjadi kunci utama dalam membentuk generasi yang berkarakter kuat di tengah dinamika zaman. (#)

Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni