
MBG ternyata diberikan juga bagi orang-orang yang berpuasa. Kali ini berasal dari Allah Swt. Masalah ini dikupas dalam kajian di Masjid Al-Asy’ari Kedungjajang.
Tagar.co – Semilir angin sore di kawasan Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, membawa kekhusyukan tersendiri bagi ratusan jemaah yang memadati Masjid Al-Asy’ari, Rabu (18/3/2026).
Masjid yang juga dikenal sebagai Markas Waqaf Abu Ahmad itu suasananya tampak lebih hangat dari biasanya. Bukan sekadar menunggu waktu berbuka, warga berkumpul untuk menimba ilmu sekaligus berbagi kasih dalam kegiatan Kajian Ramadan dan Santunan Anak Yatim.
Pukul 17.00 WIB, acara dimulai dengan pembukaan lantunan ayat suci Al-Quran yang mengalun syahdu, menenangkan hati setiap telinga yang mendengar.
Keharuan memuncak saat sesi pembagian santunan untuk anak yatim. Senyum kecil di wajah anak-anak menjadi pengingat bahwa Ramadan adalah bulan tentang kepedulian sosial yang nyata.
Memasuki inti acara, Ustaz Yusuf Wibisono beranjak ke meja tempat menyampaikan tausiah. Ia menyampaikan pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan kesehatan jiwa.
“Banyak orang yang sehat jasmaninya, tapi tidak sehat jiwanya. Buktinya? Kita lihat di siang hari banyak orang gagah perkasa justru nongkrong di warung, tidak berpuasa. Itu tanda jiwa mereka sedang sakit,” selorohnya yang disambut anggukan para jemaah.
Lalu dia menceritakan, betapa banyak orang tua atau mereka yang secara fisik lemah, namun tetap teguh menjalankan ibadah puasa karena memiliki jiwa yang sehat.
Menurut Yusuf Wibisono, kesehatan jiwa inilah yang menjadi penggerak utama bagi seorang mukmin untuk menjalankan kewajiban sesuai perintah Allah Swt dalam surah Al-Baqarah ayat 183.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Ada yang menarik dalam tausiah kali ini. Yusuf Wibisono meminjam istilah yang sedang tren di masyarakat, yakni MBG alias Makan Bergizi Gratis. Program populer milik Presiden Prabowo Subianto.
Namun yang ini singkatannya lain. Dia menjelaskan, di bulan Ramadan, Allah Swt juga memberikan MBG versi tersendiri bagi mereka yang berpuasa.
Dia menjelaskan M adalah maghfirah. Ampunan dari Allah. Man shoma ramadhaona imanan wahtisaban ghufira lahu maa taqaddama min dzanbih adalah hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang berarti: Barangsiapa yang puasa Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Ustaz Yusuf mengingatkan, barangsiapa berpuasa dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni. Terlebih di sepuluh malam terakhir, pintu istigfar terbuka lebar.
Lalu B adalah barakah. Keberkahan hidup berupa kenikmatan dan kebahagiaan batin yang tidak bisa dibeli dengan materi.
Kemudian G ganjaran. Pahala yang dilipatgandakan. Dia mencontohkan, orang yang memberi takjil saja pahalanya setara dengan orang yang berpuasa. Apalagi jika bertemu malam lailatulqadar yang kemuliaannya lebih baik dari seribu bulan atau setara 83 tahun umur manusia.
Dia juga mengingatkan, menyempurnakan Ramadan dengan puasa sunah Syawal setelah Idulfitri akan melengkapi pahala layaknya berpuasa setahun penuh.
Kajian berakhir ketika azan Magrib berkumandang. Suasana kebersamaan saat jemaah menyantap hidangan buka puasa dalam satu barisan, tanpa sekat sosial.
Acara ditutup dengan salat Magrib berjemaah. Memanjatkan doa agar seluruh jemaah yang hadir diampuni dosanya dan mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah Swt. (#)
Jurnalis Ferdi Irwansyah Penyunting Sugeng Purwanto












