
Sekitar 200 mualaf menghadiri penutupan Pesantren Ramadan 1447 di Rumah Singgah Pusat Dakwah Mualaf Kalbar. Kegiatan ini mendapat dukungan Kemenag dan Baznas serta menyalurkan 350 paket sembako.
Tagar.co – Pesantren Ramadan Muallaf 1447 di Kalimantan Barat resmi ditutup pada Ahad, 15 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu diakhiri dengan buka puasa bersama ratusan muallaf di Rumah Singgah sekaligus Pusat Dakwah Mualaf Kalbar, Pontianak.
Penutupan kegiatan dihadiri perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Iwan Nurjaya, S.Sos.I., yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Kalbar. Dalam kesempatan itu, ia membacakan sambutan Kepala Kanwil yang berhalangan hadir.
Baca juga: Merawat Iman Para Mualaf Pontianak lewat Pesantren Ramadan
Dia menyampaikan dukungan terhadap program pembinaan mualaf yang dilakukan berbagai lembaga masyarakat. Menurutnya, mereka yang telah memeluk Islam membutuhkan wadah pembinaan agar dapat menjalani kehidupan beragama dengan lebih baik.
“Kami bangga masih ada pihak yang peduli terhadap pembinaan muallaf. Tentu pembinaan ini membutuhkan tenaga, kesabaran, dan juga dukungan finansial,” ujar Iwan saat membacakan sambutan Kepala Kanwil Kemenag Kalbar.

Ia juga mengapresiasi dedikasi Ustaz Muhammad Damanhuri—yang akrab disapa Ustaz Dayak—yang selama ini aktif membina muallaf di Kalimantan Barat melalui berbagai kegiatan dakwah dan pembinaan.
Kegiatan penutupan juga dihadiri Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Barat. Ketua Baznas Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pesantren Ramadan Muallaf tersebut.
Menurutnya, mualaf merupakan salah satu kelompok yang termasuk dalam delapan golongan penerima zakat (asnaf). Karena itu, pembinaan dan pemberdayaan mereka menjadi bagian penting dari program zakat.
“Mualaf memang termasuk dalam delapan asnaf penerima zakat, bahkan berada pada urutan keempat. Karena itu, sudah semestinya mereka mendapatkan perhatian dan pembinaan yang memadai,” ujarnya.
Hamzah juga berharap ke depan dapat terjalin kolaborasi yang lebih erat antara Baznas, lembaga dakwah, dan komunitas muallaf dalam memperkuat program pembinaan di Kalimantan Barat.
“Kami mengapresiasi langkah ini. Ke depan mari kita bekerja sama membina muallaf di Kalbar,” tambahnya.

Selain itu, acara penutupan juga dihadiri para ustaz dan ustazah yang selama ini menjadi pengajar di Majelis Taklim Muallaf Kalbar serta aktif dalam kegiatan Yayasan Kejayaan Muallaf Indonesia dan Persatuan Dayak Muslim Indonesia.
Para pengajar tersebut antara lain H. Agus Hofi, Muhammad Ali, Muklis, serta para ustazah: Ima, Romlah, Masni, dan Hauriyah. Mereka selama ini menjadi garda terdepan dalam membimbing para muallaf, khususnya dalam penguatan akidah dan pemahaman dasar-dasar Islam.
Dukungan masyarakat sekitar juga terlihat dari kehadiran Ketua Rukun Warga setempat, Munziri, S.T., yang selama ini mendukung berbagai kegiatan pembinaan di Rumah Singgah dan Pusat Dakwah Muallaf Kalbar.

Acara penutupan ditandai dengan buka puasa bersama sekitar 200 muallaf. Selama rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan berlangsung, panitia juga menyalurkan sekitar 350 paket sembako kepada para muallaf.
Antusiasme peserta membuat Rumah Singgah Muallaf dan Pusat Dakwah Muallaf Kalbar dipenuhi jemaah hingga ke bagian atas bangunan. Bahkan, panitia juga memanfaatkan rumah di sebelahnya yang difungsikan sebagai asrama untuk menampung para peserta.
Meski dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, Ustaz Muhammad Damanhuri mengaku bersyukur melihat semangat para muallaf yang tetap hadir mengikuti kegiatan hingga penutupan.
Ia berharap kegiatan pembinaan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi para muallaf di Kalimantan Barat. (#)
Penyunitng Mohammad Nurfatoni












