Feature

Ketika Kelembutan Menjadi Jalan Ihsan

49
×

Ketika Kelembutan Menjadi Jalan Ihsan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi freepik.com premium

Dalam ajaran Nabi Saw., kelembutan adalah akhlak yang dicintai Allah dan menjadi pintu hadirnya kebaikan dalam kehidupan.

Oleh Muhammad Damanhuri alias Ustaz Dayak, Ketua Yayasan Kejayaan Mualaf Indonesia; Ketua Umum Lembaga Majelis Taklim Mualaf Kalimantan Barat; dan Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Pontianak. Bersama Muallaf Kita Mampu!.

Tagar.co – Alhamdulillah Allah Swt. memberikan siraman hujan di bumi. Tanah pun dibasahi air yang turun dari langit, meskipun tidak terlalu lebat.

Sebagai manusia yang diciptakan Allah dan sebagai pengikut Nabi Muhammad Saw., sudah sepatutnya kita tidak bosan untuk terus belajar demi menambah ilmu dan pemahaman dalam agama.

Baca juga: Berlapang-lapang dalam Majelis

Karena itu, mari kita kembali belajar dan melanjutkan kajian kita, yaitu Kitab Syajaratul Ma’arif Bab 11 tentang Ihsan dengan Akhlak dan Perbuatan.

Pada bab ini terdapat beberapa subbab. Di hari kedelapan belas Ramadan ini kita akan membahas:

Bersikap Lembut

Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dan memberikan kepadanya sesuatu yang tidak diberikan kepada kekasaran dan yang tidak diberikan kepada selain kelembutan. (Muslim No. 2593 dari Aisyah secara marfuk)

Beliau juga bersabda: “Sesungguhnya kelembutan itu tidak berada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidak dicabut dari sesuatu kecuali akan memperburuknya.” (Muslim No. 2594 dari Aisyah secara marfuk)

Dan sabda beliau: “Barang siapa terhalang dari sifat lembut, berarti ia terhalang dari kebaikan.”
(Muslim No. 2592 dari Jarir bin Abdullah secara marfuk)

Dari hadis-hadis tersebut jelas bahwa dalam kelembutan terkandung banyak kebaikan dan kebajikan.

Baca Juga:  Ihsan kepada Janda dan Fakir Miskin

Semoga pelajaran Ramadan pada fase kedua—atau sepuluh hari kedua ini—bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua agar semakin bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah puasa dan salat malam. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni