
Dari 14.810 SMA di Indonesia, hanya 223 sekolah yang dipilih Kemdikdasmen sebagai sekolah model pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial. Smamda Sidoarjo menjadi salah satunya.
Tagar.co – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo, Jawa Timur, kembali menorehkan capaian penting di bidang pendidikan. Sekolah ini resmi ditetapkan sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Tahun 2026 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0010 Tahun 2026 yang mulai berlaku pada 12 Maret 2026.
Baca juga: Belajar Bangkit dari Titik Nol di Smamda Sidoarjo
Melalui kebijakan ini, pemerintah menunjuk sejumlah satuan pendidikan dari berbagai jenjang untuk menjadi pelopor dalam penerapan pembelajaran mendalam sekaligus penguatan literasi teknologi melalui koding dan kecerdasan artifisial.
Dari total 14.810 SMA negeri dan swasta di seluruh Indonesia, hanya 223 sekolah yang dipilih sebagai sekolah model dalam program ini. Dengan demikian, Smamda Sidoarjo menjadi bagian dari kelompok kecil sekolah yang dipercaya pemerintah untuk mengembangkan sekaligus menjadi rujukan praktik pembelajaran berbasis teknologi dan inovasi pendidikan di tingkat nasional.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, M. Zainul Arifin, menyampaikan bahwa kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus memperkuat inovasi pembelajaran.
“Penunjukan ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kami. Smamda harus mampu menunjukkan praktik pembelajaran yang tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan siswa,” ujarnya, Ahad (15/3/26)
Dia menjelaskan, program sekolah model ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi peserta didik.
“Melalui pendekatan pembelajaran mendalam, siswa tidak sekadar mempelajari teori, tetapi juga dilatih berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata,” uajrnya
Bagian dari Transformasi Pembelajaran Nasional
Secara nasional, program ini melibatkan ratusan satuan pendidikan dari berbagai jenjang. Tercatat 95 satuan pendidikan jenjang PAUD, 321 sekolah dasar, 203 sekolah menengah pertama, dan 223 sekolah menengah atas ditetapkan sebagai sekolah model.
Sekolah-sekolah tersebut tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, D.I. Yogyakarta, D.K.I. Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Sebagai sekolah model, Smamda tidak hanya menjalankan program di lingkungan internal sekolah. Lebih dari itu, sekolah juga diharapkan menjadi pusat rujukan praktik baik bagi sekolah lain melalui kolaborasi, berbagi pengalaman, serta diseminasi inovasi pembelajaran.
Dalam implementasinya, sekolah model akan membentuk tim kerja khusus, mengintegrasikan konsep pembelajaran mendalam serta teknologi digital ke dalam kurikulum, dan mengembangkan berbagai proyek pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif.
“Bagi Smamda Sidoarjo, penetapan ini menjadi langkah strategis untuk terus memperkuat perannya sebagai sekolah yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” kata M. Zainul Arifin. (#)
Jurnalis Naimul Hajar | Penyunting Mohammad Nurfatoni












