Feature

Pondok Ramadan Tiga Hari, Aura Sekolah Jadi Beda

70
×

Pondok Ramadan Tiga Hari, Aura Sekolah Jadi Beda

Sebarkan artikel ini
Pondok Ramadan digelar SD Muhammadiyah Trawas, Mojokerto, selama tiga hari, Rabu-Jumat (4-6/3/2026).
Murid SD Muhammadiyah Trawas, Mojokerto, menunjukkan karya saat ikut Pondok Ramadan. (Tagar.co/Herlyan)

Tagar.co – Pondok Ramadan digelar SD Muhammadiyah Trawas, Mojokerto, selama tiga hari, Rabu-Jumat (4-6/3/2026).

Suasana penuh berkah terasa di lingkungan sekolah ini. Acara diikuti seluruh siswa kelas 1 hingga 6.

Kegiatan dibuka oleh Kepala SD Muhammadiyah Trawas, Habib Sholeh, S.Pd.I. Dalam sambutannya, dia menyampaikan, Ramadan merupakan momentum terbaik untuk membentuk karakter islami dan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.

“Ramadan adalah bulan pendidikan bagi kita semua. Anak-anak harus merasakan bahwa belajar agama itu menyenangkan, penuh kebersamaan, dan membawa keberkahan,” tuturnya.

Hari pertama diisi dengan hafalan doa-doa harian yang dipandu oleh para guru. Para siswa dengan penuh semangat melafalkan doa-doa pilihan di depan kelas. Kegiatan dilanjutkan dengan latihan azan yang diikuti oleh beberapa siswa secara bergantian.

Suasana semakin khusyuk saat tadarus Al-Qur’an. Lantunan ayat suci menggema di lingkungan sekolah, menghadirkan nuansa Ramadan yang damai dan menenangkan.

Murid SD Muhammadiyah Trawas, Mojokerto, latihan azan di Pondok Ramadan. (Tagar.co/Herlyan)

Memasuki hari kedua, kegiatan mengusung tema Ramadan Kreatif. Para siswa membuat lampion hias dan ketupat dari bahan yang telah disiapkan. Dengan penuh keceriaan, anak-anak menghias karya mereka menggunakan warna-warna cerah dan ornamen islami.

Baca Juga:  Tiga Hari Menghidupkan Ramadan, Siswa SDN 299 Gresik Belajar Ibadah dan Empati

Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga menumbuhkan kerja sama, kesabaran, dan rasa tanggung jawab. Hasil karya siswa kemudian dipajang untuk memperindah suasana sekolah selama bulan Ramadan.

Pada hari ketiga besok, kegiatan diawali dengan menulis surah-surah pendek Al-Qur’an. Siswa menyalin ayat-ayat suci di bawah bimbingan guru.

“Kegiatan ini bertujuan memperkuat hafalan sekaligus melatih ketelitian dalam menulis huruf hijaiyah,” kata Habib Sholeh.

Setelah itu, siswa bersama guru melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat sekitar sekolah. Dengan penuh semangat dan senyum bahagia, para siswa membagikan paket takjil sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi di bulan suci.

Rangkaian Pondok Ramadan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Momen tersebut menjadi penutup indah yang mempererat tali silaturahmi antar siswa dan guru.

Kepala sekolah Habib Sholeh berharap, melalui Pondok Ramadan ini, SD Muhammadiyah Trawas dapat menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas akademik, juga beriman, berakhlakul karimah, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. (#)

Baca Juga:  Sdamada Jadi Pesantren Selama Ramadan

Jurnalis Herlyan Agraita Weniningtyas Penyunting Sugeng Purwato