Feature

Akhlak Mulia Jadi Fondasi, SD Almadany Perkuat Budaya Sekolah

89
×

Akhlak Mulia Jadi Fondasi, SD Almadany Perkuat Budaya Sekolah

Sebarkan artikel ini
Pembinaan guru dan karyawan SD Almadany bahas urgensi akhlakul karimah dalam meningkatkan mutu layanan dan pendidikan (Tagar.co/Eli Syarifah)

Pembinaan guru dan karyawan SD Almadany menegaskan pentingnya akhlak mulia sebagai kunci mutu pendidikan dan pelayanan yang berkarakter.

Tagar.co – Sebanyak 30 guru dan karyawan SD Almadany Kebomas, Gresik, Jawa Timur, mengikuti kegiatan pembinaan yang mengangkat tema Urgensi Akhlak Karimah dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan dan Pendidikan, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kelas Al-Biruni dan menghadirkan Hilmi Aziz Hamim, M.Pd.I. sebagai pemateri.

Dalam pemaparannya, dia menjelaskan bahwa akhlak bermakna budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat yang tercermin dalam sikap sehari-hari. Ia mengutip pandangan Imam Al-Ghazali yang menyatakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa sehingga melahirkan perbuatan secara mudah tanpa perlu pertimbangan yang panjang.

“Ajaran akhlak dalam Islam sangat selaras dengan fitrah manusia. Akhlak mengantarkan manusia pada kebahagiaan hakiki, bukan kebahagiaan yang semu, jika dijalani sesuai nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunah,” ujar Hilmi.

Ia juga mengingatkan keteladanan Rasulullah Saw. sebagaimana termaktub dalam Al-Ahzab ayat 21, yang menegaskan bahwa pada diri Rasul terdapat teladan terbaik bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan hari akhir.

Baca Juga:  Hari Bumi di Gresik: Siswa SD Almadany Turun Langsung Rawat Satwa

Lebih lanjut, Hilmi menguraikan sejumlah keistimewaan akhlak dalam Islam. Di antaranya, akhlak mulia merupakan misi utama risalah Islam, menjadi salah satu ajaran pokok agama, memberatkan timbangan amal, serta menjadi indikator kualitas iman seseorang. Ia juga menyinggung doa Nabi Muhammad Saw. yang memohon agar selalu ditunjukkan kepada jalan akhlak yang baik.

Menurut Hilmi, nilai-nilai akhlak karimah sangat urgen bagi guru dan karyawan SD Almadany. Hal itu sejalan dengan visi sekolah yang berorientasi rahmatanlilalamin demi terwujudnya peserta didik yang mandiri dan berakhlak mulia.

Selain itu, ia menegaskan bahwa warga Muhammadiyah, termasuk guru dan karyawan amal usaha Muhammadiyah, dituntut meneladani akhlak Nabi Muhammad Saw. dengan menampilkan sifat sidik, amanah, tablig, dan fatanah. Setiap amal dan aktivitas juga harus dilandasi niat ikhlas dalam bentuk amal saleh dan ihsan, serta menjauhi akhlak tercela yang merugikan kepentingan publik.

Pada sesi diskusi, Hilmi mengajak seluruh peserta merumuskan nilai-nilai akhlak karimah yang dapat dibangun menjadi budaya sekolah. Beberapa gagasan yang disepakati antara lain bekerja dan mengajar dengan penuh dedikasi, menjadi teladan dalam ucapan, tindakan, dan kerapian berpakaian, serta bersikap ramah, santun, dan saling menghormati.

Baca Juga:  29 Siswa SD Almadany Mengikuti Semifinal KMNR Ke-21

Budaya bersih dan sehat juga ditekankan melalui gerakan “Semut” (Semangat Memungut Sampah), pembiasaan 3S (Salam, Sapa, Senyum), serta membudayakan ucapan kalimat-kalimat toyyibah seperti alhamdulillah, subhanallah, dan masyaallah dalam kehidupan sekolah.

Kegiatan pengajian dan pembinaan guru serta karyawan SD Almadany ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung hangat dan partisipatif. (#)

Jurnalis Eli Syarifah Penyunting Mohammad Nurfatoni