Feature

Aisyiyah Ajak Lansia Tetap Bergerak di Usia Senja

42
×

Aisyiyah Ajak Lansia Tetap Bergerak di Usia Senja

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Zahlul Yussar, S.I.Kom (kedua dari kanan) saat memberikan materi Pelatihan Aktivitas Sehat Fisik Ringan, di Spencer Hotel Batu (29/1/2026) (Tagar.co/Yekti Pitoyo)

Menjadi lansia bukan akhir dari produktivitas. Lewat pelatihan aktivitas fisik ringan, Dinas Sosial dan PDA Kabupaten Sidoarjo mengajak lansia merawat tubuh dan jiwa agar tetap sehat dan bahagia.

Tagar.co – Menjadi lansia bukan berarti berhenti bergerak. Justru di usia senja, tubuh dan jiwa perlu terus dirawat agar tetap sehat, produktif, dan bahagia.

Pesan itulah yang mengemuka dalam Pelatihan Aktivitas Fisik Ringan bertema “Aman untuk Lansia Sehat dan Bahagia Indonesia Sejahtera” yang digelar di Spencer Hotel Batu, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Hasil Karya Narapidana Perempuan di Rutan Porong Butuh Dukungan Pemasaran

Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah Sidoarjo sebagai bagian dari ikhtiar bersama meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendekatan kesehatan, sosial, dan spiritual.

Materi pembuka disampaikan Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Zahlul Yussar, dengan tema Aktivitas Sehat untuk Lansia Produktif dan Sejahtera. Ia menegaskan pentingnya aktivitas fisik ringan yang aman, terukur, dan dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Tajdid Diri di Bulan Ramadan, Ketua PDM Sidoarjo Tekankan Ibadah Sepanjang Hayat

“Sehat itu tidak datang begitu saja, tetapi perlu diupayakan. Lansia harus tetap berdaya agar bisa menikmati hidup yang sejahtera dan bahagia, lahir maupun batin,” ujarnya.

Zahlul mengungkapkan, berdasarkan data BPS Kabupaten Sidoarjo, jumlah penduduk lansia telah mencapai 12,38 persen—lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 10,48 persen.

Kondisi ini, menurutnya, menuntut perhatian serius dan kolaborasi lintas sektor agar lansia tidak hanya menjadi kelompok rentan, tetapi tetap memiliki kualitas hidup yang baik.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi terhadap peran Aisyiyah yang konsisten mendampingi lansia melalui berbagai program berbasis komunitas. Bahkan, ia menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pendirian Sekolah Lansia Berdaya yang digagas PDA Sidoarjo.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Aisyiyah. Sekolah Lansia Berdaya adalah gagasan strategis agar lansia tidak hanya sehat, tetapi juga tetap produktif dan bermartabat,” katanya.

Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Zahlul Yussar, S.I.Kom saat memberikan materi Pelatihan Aktivitas Sehat Fisik Ringan, di Spencer Hotel Batu (29/1/2026) (Tagar.co/Yekti Pitoyo)

Sementara itu, Ketua PDA Sidoarjo, Apt. Muflikah, S.Si., dalam sambutannya menjelaskan bahwa program pembinaan lansia telah berjalan di banyak cabang dan ranting Aisyiyah, meski belum seluruhnya memiliki SK Day Care Lansia.

Baca Juga:  Meniti Keberanian di Atas Jurang: Sensasi Jembatan Kaca Seruni Point Bromo

“Di Aisyiyah sudah ada Senam Lansia Bahagia. Selain senam, kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan pembinaan kerohanian secara rutin,” tuturnya.

Ke depan, PDA Sidoarjo berkomitmen mengembangkan Sekolah Lansia Berdaya dengan kurikulum pemberdayaan yang mendorong lansia tetap aktif melalui kegiatan produktif ringan, seperti menyulam, membuat kerajinan tangan, hingga berkebun.

“Harapannya, lansia tetap merasa berguna, bahagia, dan sejahtera. Namun saat ini kami masih terkendala biaya dan tenaga pengajar,” ungkap Muflikah.

Pelatihan ini tak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga peneguh kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut. Sebuah ikhtiar bersama untuk merawat harapan agar usia senja tetap bermakna—sehat raga, tenteram jiwa, dan bahagia bersama. (#)

Jurnalis Yekti Pitoyo Penyunting Mohammad Nurfatoni