Feature

Ada ‘Jangan Bung’ di Menu Dinner Rakerwil Lazismu Jatim 2026

56
×

Ada ‘Jangan Bung’ di Menu Dinner Rakerwil Lazismu Jatim 2026

Sebarkan artikel ini
Ada Jangan Bung di menu dinner alias makan malam Rakerwil Lazismu Jatim 2026. Jangan Bung adalah kuliner khas Jawa. Kata Bung berasal dari Rebung yang berarti tunas muda tanaman bambu
Ketika saat makan malam tiba, peserta Rakerwil Lazismu Jatim 2026 di Hotel Horison GKB Gresik antri dengan tertib, Sabtu (19/12/2025). Menu makan malam cukup lengkap dan menggoda selera (Tagar.co/Sugiran)

Ada ‘Jangan Bung’ di menu dinner alias makan malam Rakerwil Lazismu Jatim 2026. Jangan Bung adalah kuliner khas Jawa. Kata Bung berasal dari Rebung yang berarti tunas muda tanaman bambu

Tagar.co – Sesi Sidang Pleno Rakerwil Lazismu Jatim 2026 di Hall Hotel Horison GKB Gresik Jawa Timur, Sabtu (19/12/2025) berakhir pukul 17.00 WIB. Selanjutnya, peserta yang merupakan utusan Lazismu kabupaten dan kota se-Jatim memasuki sesi istirahat, salat dan makan malam.

Peserta bergegas menuju room hotel masing-masing untuk bersih diri. Usai salah maghrib berjemaah di mushalla hotel, saatnya seluruh peserta rakerwil menikmati makan malam, yang tempatnya berada di sisi barat Hall Hotel Horison.

Selain menu prasmanan utama, di sisi paling barat tersedia soto ayam yang masih panas, lengkap dengan mangkok khusus menu soto ini. Untuk minuman, peserta bisa memilih air putih, infuse water, dan es teh.

Ada Jangan Bung di menu dinner alias makan malam Rakerwil Lazismu Jatim 2026. Menu prasmanan kali ini nasi putih, tempe bacem, mie goreng jawa, jangan bung alias sayur rebung, telur goreng, ikan laut, dan tentu krupuk (Tagar.co/Sugiran)

Jangan Bung Pedas

Bagaimana dengan menu utama yang tersaji secara prasmanan? Jangan khawatir, menunya cukup lengkap. Setelah mengambil piring, secara berurutan tersedia nasi putih, tempe bacem, mie goreng jawa, jangan bung alias sayur rebung, telur goreng, ikan laut, dan tentu krupuk.

Baca Juga:  Prodi Kedokteran Unmuh Jember Segera Berdiri

Selanjutnya peserta bisa mengambil acar, sambal, sendok plus garpu, dan terakhir tisu. Sebagian besar peserta, usai mengambil menu makan malam, kembali masuk ke Hall Hotel Horison untuk menikmati dinner.

Sebagian peserta memang cukup terkaget-kaget dengan menu makan malam kali ini. Tak lain karena adanya sayur rebung, yang dalam istilah bahasa Jawa dikenal dengan sebutan jangan bung. Jangan bermakna sayur, bung bermakna rebung.

“Saya kira sayur yang agak panjang-panjang adalah labu siam. Ternyata sayur rebung alias jangan bung. Enak sekali jangan bung-nya, ada campuran telur puyuh, dan ada pedas-pedasnya,” ungkap salah satu peserta Rakerwil Lazismu 2026. (#)

Jurnalis Sugiran.