
Ujian berbasis presentasi di SD Muhammadiyah 1 Kebomas Gresik melatih keberanian, tanggung jawab, dan keterampilan menyampaikan ide bagi para siswa.
Tagar.co — SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri), Gresik, kembali menghadirkan inovasi dalam evaluasi belajar dengan melaksanakan Sumatif Akhir Semester (SAS) berbasis presentasi untuk siswa kelas 4 dan 5.
Berbeda dari ujian konvensional yang biasanya berupa soal tertulis, kegiatan ini menekankan kemampuan komunikasi, penyusunan materi, kreativitas, dan keberanian siswa tampil percaya diri di depan publik.
Baca juga: SD Muri Tingkatkan Kompetensi Digital Guru melalui IHT Eraport
Sejak pagi, para siswa tampak bersemangat membawa makalah dan slide presentasi yang telah mereka persiapkan. Setiap siswa diberi waktu maksimal 30 menit untuk mempresentasikan satu materi pilihan.
Setelah presentasi, guru dan orang tua yang hadir memberikan pertanyaan evaluatif untuk mengukur pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan siswa menjawab secara lisan.
Kepala SD Muri, Riza Agustina Wahyu Setyawati menjeaskan soal ini. “Anak-anak belajar menyampaikan ide, menunjukkan rasa percaya diri, dan bertanggung jawab atas materi yang mereka susun sendiri. Ini adalah penilaian yang lebih autentik,” ujarnya Jumat (12/12/25).
Pengakuan Orang Tua
Dinamika menarik juga dirasakan oleh orang tua. Uswah Kholishoh Fajriya, wali murid dari kakak beradik Adzkiya Rahma Khadeejah kelas 4 dan Agha M. Farzan kelas 5, mengaku awalnya kewalahan menyiapkan materi secara bersamaan.
“Menyusun makalah untuk tiga materi dan PowerPoint untuk satu materi bukan hal mudah. Anak-anak belum sepenuhnya mandiri, jadi kami ikut mendampingi. Tantangannya juga membagi waktu antara persiapan ujian tulis SAS dan latihan presentasi,” ungkapnya.
Namun, setelah memahami tujuan kegiatan, dia justru merasa antusias. Ustazah Uswah, panggilannya, melihat SAS berbasis presentasi melatih anak menjadi lebih berani, bertanggung jawab, dan terampil menyampaikan informasi.
“Ini pengalaman pertama yang menegangkan, tapi setelah selesai kami merasa lega dan bangga. Banyak manfaatnya. Harapannya kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan,” tambahnya.
Ustazah Uswah, juga menyampaikan apresiasi kepada sekolah. “Kami bangga dengan ujian presentasi seperti ini. Ini gebrakan positif di SD Muhammadiyah 1 Kebomas yang belum banyak dilakukan sekolah lain,” ujarnya.
Dia berharap ke depan siswa bisa lebih mandiri dalam membuat karya, misalnya menulis makalah manual atau dengan fasilitas laptop atau PC yang disediakan sekolah.
Sebagai guru kelas 4, saya merasakan penilaian dengan presentasi memberikan gambaran lebih menyeluruh tentang pemahaman siswa, bukan hanya dari hasil tulis tetapi juga dari cara mereka menjelaskan dan menjawab pertanyaan.
Kegiatan SAS berbasis presentasi ini berlangsung selama tiga hari dan mendapat respons positif dari seluruh warga sekolah. Dengan evaluasi yang kreatif dan bermakna ini, SD Muri menunjukkan komitmen menciptakan pembelajaran yang menantang, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik. (#)
Jurnalis Nurul Ainia Rachmayuni Penyunting Mohammad Nurfatoni












