
Lima stan jajanan laris manis sejak pagi, menjadi bukti kuatnya kolaborasi orang tua dan sekolah dalam menyemarakkan Open School SD Muri di Kebomas, Gresik.
Tagar.co – Suasana Open School 2026 di SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri), Gresik, Jawa Timur, kian semarak dengan hadirnya Bazar Mini Ikatan Wali Murid (Ikwam) yang digelar di halaman sekolah, Kamis (12/2/2026).
Deretan stan yang ramai diserbu pengunjung menjadi penanda kuatnya dukungan orang tua terhadap program sekolah.
Baca juga: Sang Juara Futsal dan Panahan Pukau Panggung Open School SD Muri 2026
Sejak pagi, para pengurus dan anggota Ikwam telah bersiap. Mereka menata meja, menyiapkan peralatan, hingga menyusun aneka sajian yang akan dijual kepada siswa, wali murid, dan tamu Open School.
Ketua Ikwam SD Muri, Mimin Rahmawati, menegaskan komitmen organisasi orang tua tersebut dalam mendukung setiap agenda sekolah.
“Ikwam selalu siap mendukung seluruh program SD Muri. Dalam Open School ini, seperti biasa kami membuka stand bazar, dan hasilnya dibagi fifty-fifty dengan pihak sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, bazar bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan juga ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antara sekolah, guru, dan orang tua.

Sejak Pagi Bersiap, Lima Stand Diserbu Pengunjung
Demi menyukseskan bazar, anggota Ikwam sudah berada di lokasi sejak pukul 06.00 WIB. Di sisi barat halaman sekolah, lima stand berjajar rapi memanjang dari utara ke selatan.
Aneka jajanan kekinian tersaji menggoda selera, mulai dari bakaran sosis pentol, es Milo, es capcin (cappuccino cincau), mi lidi glaze, hingga mi ala Gacoan. Tepat pukul 07.00 WIB, seluruh stand resmi dibuka.
Tak butuh waktu lama, para pengunjung langsung memadati area bazar. Harga yang ramah di kantong—berkisar antara Rp5.000 hingga Rp8.000—membuat jajanan cepat ludes. Menu mi bahkan menjadi primadona. Beberapa kali panitia harus menambah stok karena dagangan habis diserbu pembeli.

Solusi Praktis dan Ajang Kebersamaan
Bagi sebagian wali murid, bazar ini menjadi solusi praktis di tengah padatnya rangkaian acara Open School. Salah satu wali murid, Diah Rahma Agustina, orang tua Ahmad Gibran Amrullah (kelas III Faqih Usman), mengaku sangat terbantu.
“Alhamdulillah, tadi tidak sempat masak karena tergesa mengantar Gibran yang tampil pada praacara Open School. Jadi bazar ini menjadi solusi,” tuturnya sambil tersenyum.
Lebih dari sekadar transaksi jual beli, Bazar Mini Ikwam menjadi simbol kolaborasi yang solid antara sekolah dan orang tua. Semangat gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan terasa kuat sepanjang kegiatan.
Melalui partisipasi aktif seperti ini, SD Muri tidak hanya membangun kualitas pendidikan, tetapi juga memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang hangat dan suportif bagi anak-anak. (#)
Jurnalis Qomariyah Penyunting Mohammad Nurfatoni












