
Berawal dari pendaftaran yang sudah tutup hingga berujung penandatanganan kerja sama internasional, kisah SD Muri meneken MoU dengan International Islamic School Malaysia menjadi bukti bahwa keberanian bermimpi mampu menembus batas geografis dan keterbatasan.
Tagar.co – Pepatah “Mimpi akan menjadi nyata bagi mereka yang berani memperjuangkannya” menemukan maknanya pada diri Riza Agustina Wahyu Setyawati.
Kepala SD Muhammadiyah 1 (SD Muri) Kebomas, Gresik, Jawa Timur, itu membuktikan bahwa keterbatasan fisik sekolah bukan penghalang untuk menjemput visi besar.
Senin (26/1/2026), sekolah yang berdiri sederhana di lembah Giri, itu resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan International Islamic School Malaysia.
Baca juga: SD Muhammadiyah 1 Kebomas Jalin Kerja Sama dengan Islamic International School Malaysia
Penandatanganan berlangsung di Auditorium Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Momen itu menjadi penegas bahwa sekolah daerah pun mampu melangkah ke panggung internasional—asal berani bermimpi dan gigih memperjuangkannya.
Melawan “Ketidakmungkinan”
Riza Agustina mengungkaokan, jalan menuju kerja sama internasional tersebut jauh dari mulus. Kisahnya bermula dari sebuah brosur yang ditemukan pada Jumat (23/1/26). Saat itu, pendaftaran digital seminar internasional yang menjadi pintu masuk kerja sama sudah ditutup.
“Saya sempat berpikir belum rezeki. Tapi dorongan untuk belajar dan membuka jejaring global begitu kuat,” tutur Riza mengenang, Rabu (28/1/25).
Meski mendapat kabar kuota telah penuh, komunikasi dengan panitia terus diupayakan hingga larut malam. Tanpa kepastian nama tercantum di sistem, keputusan berani pun diambil: membeli tiket kereta dan berangkat ke Yogyakarta pada Ahad (25/1/26).

Keajaiban di Meja Registrasi
Ketegangan sempat menyelimuti setibanya di meja pendaftaran lantai 1 gedung UAD. Nama SD Muhammadiyah 1 Kebomas belum tercantum dalam daftar utama. Namun, koordinasi langsung dengan panitia yang sebelumnya dihubungi membuka secercah harapan.
“Ibu pendaftaran di sesi kedua ya?” ujar petugas. Kalimat sederhana itu menjadi kunci. Tak lama kemudian, nama Riza dipanggil—bukan sekadar untuk registrasi, melainkan untuk menandatangani dokumen kerja sama yang sejak awal diimpikan.
Membawa Nama Giri ke Kancah Global
Riza Agustina mengatakan, MoU dengan IISM Malaysia diharapkan menjadi akselerator transformasi SD Muhammadiyah 1 Kebomas. Gedung yang sederhana tak lagi menjadi batas bagi peserta didik di kaki bukit Giri untuk mengakses pendidikan berwawasan global.
“Ini kemenangan bagi keberanian untuk bermimpi. Kami ingin membuktikan bahwa sekolah dari daerah pun bisa bersanding dengan institusi internasional,” ujarnya dengan syukur.
Kini, lembar MoU di tangan bukan sekadar dokumen administratif. Ia menjelma jembatan masa depan—mengantarkan generasi rabbani dari lembah Giri untuk melangkah percaya diri ke dunia. (#)
Jurnalis Bellah Iasyah Meylindah Penyunting Mohammad Nurfatoni












