Feature

Deretan Inovasi Lingkungan Antar SDMM Kembali Juara Sekolah Bersih dan Nyaman LLSMS

68
×

Deretan Inovasi Lingkungan Antar SDMM Kembali Juara Sekolah Bersih dan Nyaman LLSMS

Sebarkan artikel ini
Kepala SDMM Athiq Amiliyah (kanan) bersama Koordinator Humas SDMM Pradita Eka Putri dengan membawa penghargaan LLSMS 2025 Kategori Utama Sekolah Bersih dan Nyaman dan Filantropi Cilik 202r (Tagar.co/Achmad Nazaruddin)

SD Muhammadiyah Manyar kembali meraih juara pertama pada LLSMS Ke-3 Tahun 2025 melalui berbagai inovasi lingkungan yang dikembangkan sejak pertengahan tahun. Penilaian juri mengapresiasi program kebersihan, kenyamanan, dan pemberdayaan siswa.

Tagar.co — SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik kembali mencatat prestasi pada Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) 2025 Kategori Utama Sekolah Bersih dan Nyaman.

Acara diselenggarakan oleh Mejelis Dikdasmen dan PNF bersama Mejelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Pemberian penghargaan dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik, pagi hingga siang (22/11/25). 

Baca juga: Awarding LLSMS 2025: Inilah para Juara di Empat Kategori

Setelah meraih juara pertama pada LLSMS Ke-1 Tahun 2018, dan pada LLSMS Ke-2 Tahun 2022 meriah juara kedua, tahun ini SDMM kembali naik ke puncak dengan meraih juara pertama dalam kategori yang sama.

Kepala SDMM, Athiq Amiliyah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh warga sekolah, para ustazah dan karyawan, serta dukungan Majelis Dikdasmen dan PNM Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) PPI Gresik yang terus menguatkan langkah sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang sehat.

Baca Juga:  Simposium Guru Muhammadiyah Gresik Siap Digelar, Wamendikdasmen Jadi Keynote Speaker

“LLSMS pertama kami raih juara I, LLSMS kedua juara II, dan tahun ini kembali meraih juara I lagi,” ujar Athiq.

Dimulai sejak Juni: Pembentukan Tim dan Penyusunan EDS

Ustazah Athiq mengungkapkan persiapan dimulai sejak informasi dan petunjuk teknis LLSMS diluncurkan pada 16 Juni 2025. SDMM langsung membentuk tim melalui SK Panitia Persiapan LLSMS, menunjuk Penanggung Jawab BK dan UKS Ria Eka Lestari, S.Si., sebagai koordinator.

Baca juga: Lukisan dari Bubur Kertas Daur Ulang, Inovasi Ramah Lingkungan SDMM

Tim memulai rapat dengan menyusun Evaluasi Diri Sekolah (EDS). Setelah mendapatkan gambaran kebutuhan, mereka bekerja menuntaskan seluruh kelengkapan sebelum batas pengumpulan pada 18 Juli 2025.

“Program-program kebersihan dan kenyamanan yang sudah berjalan sebelumnya terus dilanjutkan, seperti taman toga, hidroponik, pemilahan sampah, dan kegiatan lain yang mendukung lingkungan belajar sehat,” ujarnya pada Tagar.co, Sabtu (22/11/25) petang.

Kepala SDMM Athiq Amiliyah (kedua dari kanan) bersama lima peraih juara LLSMS Ke-3 Tahun 2025 Kategori Utama Sekolah Bersih dan Nyaman. (Tagar.co/Achmad Nazaruddin)

Inovasi Lingkungan: Dari Taman Numerasi hingga Eco Guardian

Ustazah Athiq menjelaskan, pada LLSMS Ke-3 Tahun 2025 ini, SDMM menampilkan berbagai inovasi lingkungan yang kreatif dan memberdayakan siswa. Di antaranya:

  • Taman Numerasi di depan kelas I, menjadi ruang bermain sambil mengenal angka dan abjad.

  • Eco Mini Library, kolaborasi dengan Ikwam untuk mempercantik perpustakaan mini kelas dengan tanaman asli dan hiasan dari sampah anorganik.

  • Daur ulang kertas, mengolah sisa kertas fotokopi dan administrasi menjadi hiasan dinding serta produk mini market sekolah.

  • Barcode lemari arsip berisi daftar isi dan foto untuk mempermudah penataan.

  • Biopori dan komposting, hasil kerja sama dengan DLH yang memberikan lima alat biopori dan satu komposter.

Baca Juga:  Semarak Milad SDMM, Simfoni Derap Muri Tebar Energi Positif di GKB

Baca juga: Panen Pakcoi di SDMM: Hadiah Segar untuk Juri LLSMS

  • Eco Guardian, dua siswa tiap kelas yang bertugas mengingatkan teman-temannya memilah sampah sesuai jenisnya.

  • Sedekah sampah, mengumpulkan botol plastik setiap Senin dan menyetorkannya ke bank sampah mitra sekolah dua pekan sekali.

  • STEM watering plant system, alat penyiraman tanaman otomatis karya siswa.

  • Es krim pokcoy dan nugget kelor, olahan hasil panen hidroponik dan kebun warga dalam sesi cooking class.

  • Eco Terapi, media belajar untuk siswa PDBK mengenal jenis dan bagian tanaman.

  • Pemanfaatan air leri, air bekas mencuci beras dari katering sekolah digunakan untuk menyiram tanaman.

Penjurian: Menunjukkan Program Nyata

Athiq Amiliyah menjelaskan bahwa jadwal penjurian diterima sekolah pada 8 Agustus 2025. Sejak Juni, tim telah bekerja menyiapkan program, merapikan dokumentasi, dan memastikan setiap inovasi berjalan dengan baik.

Baca juga: Dari Es Krim Pakcoi hingga Nuget Daun Kelor, SDMM Tampilkan Inovasi Kuliner Sehat

Pada hari penjurian, sekolah menyambut para juri dengan Senam Anak Indonesia Hebat sebagai pembuka suasana. Setelah itu, juri diajak berkeliling ke area hidroponik sambil mencicipi es krim pokcoy, nugget kelor, serta teh telang—produk hasil kolaborasi siswa dalam program lingkungan.

Baca Juga:  Diundang Khusus ke Jember, SDMM Siap Perkuat Misi Kekhalifahan

“Selama penilaian berlangsung, para siswa dari Centre Student of Information (CSI) bertugas sebagai pemandu,” ujarnya. Mereka, lanjutnya, mempresentasikan satu per satu inovasi yang sebelumnya telah dicantumkan dalam EDS, menjelaskan proses pengerjaan, manfaat program, hingga cara sekolah menjaga keberlanjutannya.

“Dengan cara ini, juri dapat melihat langsung praktik baik yang dijalankan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman,” katanya. (#)

Jurnalis Mohammad Nurfatoni