Feature

Pesan untuk Nasyiah

19
×

Pesan untuk Nasyiah

Sebarkan artikel ini
Pesan untuk aktivis Nasyiatul Aisyiyah disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, Drs. Aminudin, di waktu acara Turba PWNA Jatim
Wakil Ketua PDM Lumajang Aminudin saat sambutan acara Turba PWNA Jatim. (Tagar.co/Kuswantoro)

Tagar.co – Pesan untuk aktivis Nasyiatul Aisyiyah disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, Drs. Aminudin, di waktu acara Turba PWNA Jatim ke Lumajang, Sabtu (22/11/2025).

Acara bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah di Jalan Brantas, Lumajang.

Hadir Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Penelitian Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur Nur Afni Rachman, M.Med.Kom  bersama Farhan, A.Ma, anggota Bidang Sosial dan Advokasi.

Kunjungan Turba ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan gerakan Nasyiatul Aisyiyah di tingkat daerah.

Dalam sambutannya, Aminudin, mengatakan posisi strategis Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi otonom di bidang keputrian yang memiliki kemandirian dalam menjalankan roda organisasi.

“Nasyiatul Aisyiyah ini punya dapur sendiri. Punya otoritas penuh untuk mengelola jalannya organisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Nasyiah merupakan bagian penting dalam mata rantai dakwah Muhammadiyah, khususnya dalam pembinaan perempuan muda.

”NA adalah putri Aisyiyah, generasi penerus yang kelak akan melanjutkan gerakan dakwah perempuan Muhammadiyah. Karena itu, hubungan antara NA dan Aisyiyah harus tetap terjaga dengan baik,” katanya.

Baca Juga:  Idulfitri 20 Maret, Ini Tempat Salat Id di Lumajang

”Alhamdulillah, sekarang NA sudah dikenal wujud organisasinya di Lumajang sebagai ortom Muhammadiyah,” tambahnya.

Dalam penguatan gerakan, ia mendorong NA agar berani tampil dan membuat gebrakan. Dia menyarankan NA menyelenggarakan acara besar yang mengundang seluruh karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang masih berada dalam rentang usia NA.

“Agar mereka ke depan bisa masuk sebagai anggota. Kalau seumuran NA langsung masuk Aisyiyah, saya kira kurang pas. Mereka perlu mengenal dulu apa itu Nasyiatul Aisyiyah,” jelasnya.

Ia menambahkan, NA harus menampakkan diri dalam setiap kegiatan. Penggunaan seragam kebesaran dan tampil berdampingan dengan Aisyiyah dinilai sebagai langkah yang elegan untuk memperkuat identitas organisasi.

“Saya kira itu sangat keren,” tegasnya.

Aminudin juga mengingatkan pentingnya rasa memiliki terhadap aset persyarikatan.

“Harta benda itu milik kita bersama. Contoh kendaraan, kalau mau giat ayo dipakai. Jangan sampai mau kegiatan alasan tidak punya kendaraan. Kita di Muhammadiyah menganggap barang itu bukan milik pribadi. Tetapi milik Muhammadiyah,” paparnya.

Karena itu, seluruh unsur persyarikatan berhak menggunakan fasilitas tersebut sesuai aturan yang ditetapkan.

Baca Juga:  Kado Ramadan Lazismu Lumajang Dibagi Dua Tahap

Ia menutup sambutan dengan pesan agar kader NA tetap menjaga semangat.

“Jangan kendor. Insyaallah Nasyiatul Aisyiyah Lumajang semakin maju. Terima kasih kepada PWNA yang sudah memperhatikan PDNA Lumajang. Semoga ini menjadi spirit bagi NA di Lumajang,” pesan dia.

‎Jurnalis Kuswantoro Penyunting Sugeng Purwanto