Feature

Warna-warni Tempo Doeloe: SD Muhammadiyah 1 Kota Malang Rayakan Milad Ke-98 dengan Pawai Edukatif

47
×

Warna-warni Tempo Doeloe: SD Muhammadiyah 1 Kota Malang Rayakan Milad Ke-98 dengan Pawai Edukatif

Sebarkan artikel ini
Siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Kota Malang tampil penuh semangat dalam Pawai Tempo Doloe saat memperingati milad ke-98, Sabtu (8/11/2025). Dengan mengenakan busana tradisional dan membawa poster tokoh pahlawan pendidikan seperti Ki Hajar Dewantara, Maria Walanda Maramis, dan Sutan Sjahrir, mereka menampilkan kreativitas dan kebanggaan terhadap sejarah perjuangan bangsa. (Tagar.co/Ari Nur Kristanti)

Dalam peringatan Milad Ke-98, SD Muhammadiyah 1 Kota Malang menghadirkan Pawai Tempo Doeloe yang sarat kreativitas dan nilai pendidikan. Siswa-siswi tampil dengan busana tradisional, membawa pesan semangat belajar dan kebersamaan dalam suasana yang hangat dan penuh nostalgia.

Tagar.co – Sabtu pagi (8/11/2025), halaman SD Muhammadiyah 1 Kota Malang dipenuhi keceriaan dan warna-warni kreativitas. Dalam rangka memperingati ,ilad ke-98, sekolah ini menggelar Pawai Tempo Doeloe—lomba pawai antarkelas yang diikuti seluruh siswa dari kelas 1 hingga 6, dengan total 21 rombongan belajar (rombel).

Tahun ini, tema yang diusung adalah “Tempo Doeloe: Menghidupkan Nilai-Nilai Pendidikan dari Pahlawan Bangsa.” Melalui tema ini, siswa diajak meneladani semangat perjuangan dan dedikasi para tokoh pendidikan Indonesia.

Baca juga: Ketika Guru Bernyanyi, Sekolah pun Bernostalgia

Setiap kelas menampilkan maskot tokoh inspiratif seperti Ki Hajar Dewantara, Dewi Sartika, dan R.A. Kartini—semuanya diperankan langsung oleh siswa dengan penuh penghayatan.

Tak sekadar pawai, setiap kelompok juga menyiapkan yel-yel yang berisi pesan positif tentang semangat belajar, persatuan, dan perjuangan.

Baca Juga:  Hadapi Era Kecerdasan Buatan, Sekolah Muhammadiyah Jatim Gandeng Marshall Cavendish

Suara lantang sorak yel-yel berpadu dengan irama langkah para peserta yang mengenakan busana tradisional khas masa lalu.

Properti unik seperti papan tulis kayu, alat tulis jadul, hingga tas anyaman menambah nuansa nostalgia di sepanjang rute pawai.

Antusiasme guru dan siswa sungguh terasa. Sepekan sebelumnya, setiap kelas telah menyiapkan kostum, dekorasi, dan atribut dengan semangat gotong royong.

Anak-anak belajar berkolaborasi dan menghargai proses. Tidak hanya tampil, tetapi juga memahami makna di balik perjuangan para pendidik dahulu.

Bukan Sekadar Lomba

Kepala SD Muhammadiyah 1 Kota Malang, Rizka Silvia, M.Pd., menjelaskan  kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan bentuk pembelajaran kontekstual yang menyenangkan dan bermakna.

“Melalui pawai bertema Tempo Doeloe ini, kami ingin menanamkan semangat menghargai jasa pahlawan pendidikan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah bangsa. Anak-anak belajar bukan hanya di kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang mengajarkan nilai perjuangan, kebersamaan, dan nasionalisme,” tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini selaras dengan visi sekolah untuk membentuk peserta didik yang berkarakter, berbudaya, dan berkemajuan sesuai nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah.

Baca Juga:  25 Tahun Menjaga Cahaya di Ruang Kelas

Dengan semangat dan keceriaan yang mengalir sepanjang acara, Pawai Tempo Doeloe bukan hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga ruang refleksi bagi seluruh warga sekolah.

Dari langkah-langkah kecil para siswa yang berpakaian ala masa lampau, tersirat pesan besar: semangat perjuangan pahlawan pendidikan akan terus hidup dalam diri generasi penerus bangsa yang cerdas, tangguh, dan berkarakter. (#)

Jurnalis Ari Nur Kristanti Penyunting Mohammad Nurfatoni