Feature

Menteri Yandri Susanto: Saatnya Pemuda Bangun Desa, Bukan Tinggalkan Desa

48
×

Menteri Yandri Susanto: Saatnya Pemuda Bangun Desa, Bukan Tinggalkan Desa

Sebarkan artikel ini
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Yandri Susanto  memberikan keterangan usai penutupan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang, Jumat (31/10/2025). Hadir mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik. (Foto Humas UMM)

Dalam penutupan Tanwir XXXIII IMM di Universitas Muhammadiyah Malang, Menteri Desa Yandri Susanto mengajak generasi muda Muhammadiyah menjadi bagian dari gerakan pembangunan desa berkelanjutan dan pemerataan ekonomi nasional.

Tagar.co – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) RI, Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., hadir dalam penutupan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025).

Ia datang dengan semangat kolaboratif, mengajak IMM menjadi bagian dari gerakan pembangunan desa berkelanjutan yang berorientasi pada kemajuan dan kemandirian masyarakat.

Baca juga: Kapolri Ajak IMM Waspadai Geopolitik dan Perkuat Kemandirian Bangsa

Yandri menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk berceramah, melainkan untuk membangun kemitraan konkret antara pemerintah dan generasi muda. Ia menukil pesan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, “Kita bukan superman, tetapi superteam.”

Ia menyoroti tantangan urbanisasi ekstrem yang melanda negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan, di mana sebagian besar penduduk meninggalkan desa untuk tinggal di kota. Menurutnya, fenomena tersebut dapat menimbulkan krisis sosial dan ekonomi jika tidak diantisipasi sejak dini.

Baca Juga:  Kenangan bersama Mas Mirdasy, Kematian Hadiah bagi Orang Beriman

“Desa telah menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Itulah mengapa pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan menjadi fokus utama pemerintah,” jelasnya di hadapan peserta Tanwir IMM.

Yandri juga memaparkan capaian positif Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang berhasil mencatatkan pendapatan bersih hingga Rp28 miliar per tahun, serta kemajuan desa ekspor di berbagai daerah seperti Blitar dan Banyumas.

Ia menambahkan, pemerintah kini tengah mendorong munculnya berbagai desa tematik, seperti desa ikan nila, desa ayam petelur, hingga desa jagung dan timun.

Ribuan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menghadiri penutupan Tanwir XXXIII di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Jumat (31/10/2025). Acara bertema Energi Kolektif untuk Negeri ini dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Desa Yandri Susanto. (Foto Humas UMM)

Selain itu, Kementerian Desa PDTT juga bekerja sama dengan Polri melalui program Desa Bersinar (Bersih Narkoba), yang melibatkan 20 satuan tugas antinarkoba di tiap desa. “Adapun hari ini saya siap menandatangani MoU dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Semoga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Desa PDTT dan UMM dalam agenda Tanwir IMM ini menandai langkah nyata sinergi antara akademisi, pemerintah, dan generasi muda dalam membangun Indonesia dari akar peradaban, yaitu desa.

Baca Juga:  Ngabuburit di Kayutangan: Ada Buku, Ecoprint, hingga Dapur Live Cooking

Sebagai tuan rumah, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menekankan pentingnya melahirkan insan paripurna—manusia seutuhnya yang tidak hanya unggul dalam transfer ilmu, tetapi juga dalam spiritualitas, keagamaan, dan kebangsaan.

“UMM sebagai amal usaha Muhammadiyah akan terus mendukung kegiatan seperti Tanwir ini,” ujarnya.

Penutupan Tanwir XXXIII IMM menjadi momentum penting kolaborasi antara pemerintah dan mahasiswa Muhammadiyah. Melalui kehadiran Kapolri dan Menteri Desa, semangat membangun bangsa dari desa hingga kota mendapatkan makna baru: bahwa perubahan sosial tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melalui kerja sama, kepemimpinan moral, dan komitmen kolektif.

Penyunting Mohammad Nurfatoni