Feature

Aksi Perdana Outing Class Ekstrakurikuler Fotografi, Ada Jurus Jitu Jepret ‘Frog Eyes’

45
×

Aksi Perdana Outing Class Ekstrakurikuler Fotografi, Ada Jurus Jitu Jepret ‘Frog Eyes’

Sebarkan artikel ini
Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik perdana kelas luar ruang. Belajar fokus, komposisi, hingga teknik fotografi levitasi dan frog eyes di Taman Bundaran GKB.
Guru Ekstrakurikuler Fotografi Didit Kuswanto mengajarkan siswa cara memotret di Taman Bundaran GKB. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Siswa SD ini perdana outing class ekstrakurikuler fotografi. Mereka belajar fokus, komposisi, hingga teknik levitasi dan frog eyes di Taman Bundaran GKB.

Tagar.co – “Hari ini kita foto di luar, di Taman Bundaran GKB,” kata Didit Kuswanto, Guru Ekstrakurikuler Fotografi di ruang kelas I Dahlia SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School), Jumat (24/10/2025) siang.

Informasi ini memantik sorak gembira dari anak-anak kelas 1-4. Pasalnya, hari itu menjadi yang perdana bagi mereka menjalani outing class.

Sebelum bertualang di luar kelas, anak-anak mendengarkan penjelasan Didit. “Foto yang utama itu fokus dan komposisi. Fokus itu gambarnya tajam, nggak goyang. Kalau fotonya nggak fokus, hapus, cari foto lagi,” jelasnya.

“Foto nanti yang kita cari foto lanskap atau pemandangan. Ada foto pohon, langit. Foto harus fokus terhadap apa yang kalian ingin tunjukkan. Komposisi juga, atur di tengah atau seperenam bagian,” lanjut Didit.

Didit pun mengajak 15 siswa itu naik ke mobilnya. Sayyidah Nuriyah, S.Psi., guru pendamping OST (ekstrakurikuler) turut serta dalam perjalanan menuju Taman Bundaran GKB.

Memotret Taman

Penjelasan Didit berlanjut setibanya mereka di Taman Bundaran GKB. Di bawah pohon rindang, Didit mengajak mereka memotret tiga hal. Pertama, lanskap atau pemandangan. “Misalnya, ada pohon, ambil close up tanamannya saja. Ambil juga wide, pemandangan luas,” arah Didit.

Baca Juga:  Siapkan Lomba Edukatif dan Kreatif, IPM Spemdalas Gelar Colorful Ramadan

Anak-anak pun menyebar. Didit mengingatkan mereka agar tidak mendekati jalan raya. Setelah mengambil beberapa foto, mereka bergantian menunjukkannya kepada Didit. “Foto dulu yang bagus, nanti kita lihat di kelas,” motivasinya.

Didit juga mengarahkan siswa. “Bisa juga dari sisi sini.” Lalu dia berjongkok. Beberapa siswa mengikutinya. Mereka kompak menyodorkan telepon genggam (handphone) untuk memotret objek empat pilar yang berjajar membentuk separuh lingkaran.

“Kalau kurang menarik, ambil dari sisi kanan. Coba ambil gambar, bisa nggak kalau tiangnya tidak terpotong? Terlihat penuh. Tidak ada orangnya,” sarannya.

Baca Juga: Danu Azka Narendra, Bocah Mugeb Penulis Buku Coding untuk Anak

Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik perdana kelas luar ruang. Belajar fokus, komposisi, hingga teknik fotografi levitasi dan frog eyes di Taman Bundaran GKB.
Salah satu siswa Ekstrakurikuler Fotografi praktik memotret lansekap di Taman Bundaran GKB. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Eksplorasi Sudut Pandang dan Komposisi Foto

“Kalau foto pohon, cari yang unik. Pak Didit punya pohon bagus. Ayo ke sana,” ajaknya, lalu mereka bergeser. Didit di depan, para siswa mengikutinya di belakang.

Ketika mereka merasa fotonya kurang bagus karena terlihat ada orang, Didit kembali mengajak bergeser. “Ya, nggak apa-apa kita yang geser. Nah, di sini bagus. Terlihat pohonnya membentuk lorong.” Benar saja, dari sisi kiri, pohon berjajar menyerupai terowongan.

Baca Juga:  Desir Pesisir Bandar Grisse Antar Siswa Spemdalas Ukir Prestasi Nasional

Salah satu siswa menunjukkan fotonya. Didit berkomentar, “Bagus, tapi kalau foto bendera, sertakan foto background di sekitarnya biar tahu lagi di mana. Kalau bendera aja, di sekolah juga ada.”

Petualangan semakin seru karena saat itu banyak daun berguguran di area tanaman. Justru ini memperindah objek foto. Athario Zaidan Asshafi kelas 4 Ant langsung mengumpulkan dedaunan itu, kemudian bersiap menendangnya ke arah kamera.

Sementara itu, di hadapannya, Didit langsung mengambil posisi setengah jongkok. “Ini namanya frog eyes,” jelasnya. Beberapa siswa mengikutinya di samping.

Melihat hasil foto Didit bagus, Zia pun tertarik berganti jadi objek foto. Dia pun puas melihat hasil jepretannya seolah sedang terbang. “Wah aku terbang!” seru Zia.

Baca Juga: Menjajal Panggung setelah Vakum Empat Tahun, Guru Mugeb Juara I Tilawah Al-Qur’an

Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik perdana kelas luar ruang. Belajar fokus, komposisi, hingga teknik fotografi levitasi dan frog eyes di Taman Bundaran GKB.
Setelah kembali ke kelas, siswa lanjut mengedit foto yang telah mereka ambil. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Teknik Levitasi hingga Rencana Pameran Foto

Didit menyadari, dari banyak foto yang ia hasilkan, hanya beberapa yang menurutnya bagus. Sandal Aswin Kavindra (Aswin) bahkan terlepas dan terbang saat mencoba menendang dedaunan yang ia kumpulkan kembali bersama teman-teman.

Baca Juga:  Padukan Musikal dan Animasi, Film Na Willa Tayang Lebaran 2026

Bapak bertopi hijau itu pun mengajak mereka melompat sementara dia bersiap memotret. “Di fotografi namanya levitasi,” jelas Didit.

Setelahnya, ia mengarahkan empat siswa untuk melompat bersama: Attar Deniz Santoso kelas 3 Egypt, Adittya Athalla Ahmad 3 Arab Saudi, Athario Zaidan Asshafi 4 Ant, dan M. Zafran Mahertsany 4 Dolphin. Mereka kompak melompat.

Ketika gerimis mulai menyapa, mereka pun kembali ke sekolah ramah anak di Jalan Belitung IV/20 GKB, Gresik, Jawa Timur, itu. Di dalam kelas, mereka lanjut mengedit lalu mengirim karya mereka ke grup WhatsApp.

Didit melihat potensi besar pada siswa yang hadir, terutama Achazia Naida Asshafi (Zia). Ia hampir selalu mengagumi hasil jepretan Zia. “Alhamdulillah, presisinya pas. Foto itu kan seni, pakai insting. Ini bagus nggak ya? Saya lihat ada Zia,” pujinya.

Ke depan, Didit berencana menggelar pameran setelah ujian. Siswa akan mendapatkan tugas foto sesuai tema. “Misalnya, tema kuning, siswa bisa foto apa pun,” tutupnya. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni