
Dari mengawal salat Jumat hingga menjaga ketertiban kantin, PDS SD Almadany hadir bukan sebagai pengawas semata, melainkan sahabat yang menanamkan disiplin dengan cara penuh empati.
Tagar.co – Dengan rompi cokelat bertuliskan Penegak Disiplin Sekolah, Mochammad Devanka Faezya tampak berdiri di depan puluhan temannya yang duduk bersila. Dengan penuh perhatian, ia mengingatkan agar tetap tertib sebelum pelaksanaan salat Jumat dimulai.
Suasana tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan di SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, Jawa Timur.
Baca juga: Tari Nusantara Meriahkan Asesmen Praktik Seni Budaya Siswa SD Almadany
Bagi sekolah ini, kedisiplinan merupakan kunci penting dalam membentuk karakter dan keberhasilan anak di masa depan. Nilai itu ditanamkan bukan hanya lewat aturan dan sanksi, melainkan juga melalui pendekatan yang melibatkan siswa secara langsung.
Salah satu wujud nyata pendekatan tersebut adalah pembentukan Penegak Disiplin Sekolah (PDS). Satuan ini beranggotakan siswa kelas V yang dilantik pada 5 Agustus 2025 untuk masa bakti 2025–2026.
Mereka bertugas menjaga ketertiban di berbagai area sekolah—mulai dari kelas, kantin, tempat wudu, hingga pelaksanaan ibadah. PDS tidak hanya menegur pelanggaran, tetapi juga diharapkan menjadi teladan dan agen perubahan bagi teman-temannya.
Mengawal Salat Jumat
Seperti pada Jumat (12/9/2025) di Masjid At-Taqwa Kedanyang, PDS terlihat memimpin jalannya siswa putra kelas 3–6. Kegiatan diawali dengan mengumpulkan para siswa di lapangan, menyemprotkan wewangian, berdoa bersama, lalu mengawal perjalanan menuju masjid yang berjarak sekitar 500 meter dari sekolah.
Sesampainya di masjid, para anggota PDS berkeliling, mengingatkan siswa yang belum tertib, hingga mencatat nama mereka yang masih perlu dibina.
Latihan Kepemimpinan
Waka Kesiswaan SD Almadany, Nur Aini, S.Pd., M.Pd., menilai PDS memberi dampak positif bagi perkembangan siswa.
“Melibatkan siswa dalam Satuan Penegak Disiplin memberikan mereka kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan keterampilan kepemimpinan,” tuturnya.
Ia menambahkan, anggota PDS juga belajar bertanggung jawab tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga terhadap teman-teman dan lingkungan sekolah. “Dengan adanya pengawasan dari PDS, pelanggaran disiplin bisa berkurang signifikan. Lebih dari itu, mereka tumbuh lebih sadar arti kedisiplinan,” ujarnya.
Disiplin yang Mendidik
Di SD Almadany, disiplin bukanlah sekadar hukuman. PDS hadir sebagai sahabat yang menasihati dan mendampingi teman yang masih kesulitan. Dengan cara itu, disiplin dipelajari bukan dalam suasana takut, melainkan dalam semangat kebersamaan.
Inilah wajah baru pendidikan karakter di SD Almadany: menanamkan disiplin dengan cara humanis, mendidik, dan membekali anak dengan keterampilan kepemimpinan sejak dini.
Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni












