
Tak sekadar tampil memukau di hadapan juri, Berlian Primary School menunjukkan kesungguhan dengan aksi cepat. Dua pekan setelah visitasi, sekolah langsung berbenah.
Tagar.co — Jumat (4/9/2025), halaman SD Muhammadiyah 2 GKB atau popoler juga dengan sebutan Berlian Primary School tampak berbeda. Di bawah rindang pohon kamboja, seorang petugas pramubhakti, Pak Anin, dengan telaten menanam hamparan rumput baru.
Tangan kirinya memegang rumpun kecil, sementara tangan kanan menepuk tanah agar rata. Setiap helai rumput ia susun hati-hati, seolah ingin memastikan wajah baru sekolah itu terlihat lebih hijau dan segar esok pagi.
Aksi sederhana namun bermakna itu menjadi jawaban cepat atas masukan juri Lomba Lingkungan Sekolah Madrasah Sehat (LLSMS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, dua pekan sebelumnya. Dalam sesi penilaian Selasa (19/8/2025), juri menyoroti perawatan taman yang dinilai masih belum optimal.
Baca juga: Tiga Alumni Berlian School Memukau, Nostalgia di Panggung Special Moment
Alih-alih menunggu lama, pihak sekolah langsung melakukan pembenahan. “Terima kasih atas masukan dan insight saat visitasi lomba LLSMS. Alhamdulillah, sore ini area depan parkir kami beri tambahan rumput,” pesan WhatsApp saya sebagai Koordinator Humas Berlian Primary School pada salah satu juri LLSMS Mohammad Nurfatoni.
Perbaikan tersebut dilakukan atas instruksi Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana, Muhammad Taufiq, untuk memastikan tindak lanjut LLSMS berjalan sesuai arahan.

Kilas Balik Penyambutan Juri
Dua pekan sebelumnya, Selasa (19/8/2025), suasana di halaman sekolah jauh lebih meriah. Langit pagi masih menyisakan kesejukan usai hujan, ketika dentuman langkah dan jurus Tapak Suci dari siswa kelas VI membuka penyambutan juri. Malvino Ubay Elfasya dan M. Hamizan Aisy tampil penuh energi, gerakan bela diri mereka membuat decak kagum hadirin.
Tepat pukul 07.00 WIB, dua master of ceremony cilik, Reyhan Syaddad Ar Rahman dan Alisha Maulida, sudah bersiap di depan gerbang. Didampingi Kepala Sekolah Farikha dan para wakil kepala sekolah, mereka menyambut tim juri dengan penuh semangat dan sopan santun.
Di sampingnya, enam kader Tiwisada dengan seragam rapi berjajar sambil meneriakkan yel-yel UKS, mengisi lapangan dengan energi positif khas duta kesehatan sekolah.

Sambutan dilanjutkan dengan pantun segar dari MC yang mengundang senyum para tamu. Tanpa menunggu lama, atraksi Tapak Suci pun memecah pagi dengan gerakan yang penuh disiplin dan kekompakan.
Di akhir penampilan, para pesilat cilik menyematkan syal kepada para juri: Mohammad Nurfatoni dan Tatik Erawati, dan kepala sekolah— sebuah bentuk penghormatan khas Berlian Primary School.
Momen itu semakin khidmat dengan kehadiran Cendani Galuh Andara, siswi kelas VI, yang membawa baki berisi syal. Syal diserahkan satu per satu kepada para wakil kepala sekolah sebagai simbol kehangatan dan keterbukaan dalam menyambut tamu.

Tak berhenti di situ, suasana semakin semarak ketika seluruh siswa kelas V dan VI bergabung dalam sesi Senam Anak Indonesia Hebat.
Dipandu oleh instruktur senam muda—Nur Saffanah (kelas VI Consultant), Siti Salma Naura I (kelas VI Architect), Gizka Aqilla A (kelas VI Consultant), Yasmin Dewi Z W (kelas V Al-Qolam), dan Khaira Amanina K (kelas V Ar-Rahman)—irama musik ceria membuat para juri ikut bergerak mengikuti gerakan senam dengan antusias.
Setelah senam, juri diarahkan untuk mengambil kembali barang bawaan mereka yang sebelumnya telah ditata rapi di meja belakang ruang tamu, sebelum melanjutkan ke sesi penilaian.
Komitmen Nyata
Jika penyambutan pada 19 Agustus berhasil memukau juri dengan semangat siswa dan kolaborasi guru, maka tindak lanjut pada 5 September menegaskan keseriusan sekolah dalam memperbaiki diri.
Kolaborasi antara siswa, guru, hingga tenaga pramubhakti menjadi energi kolektif yang memastikan Berlian Primary School terus berbenah menuju sekolah yang sehat, tertib, dan berkarakter.
Jurnalis Waviq Amiqoh












