
Enam UMKM binaan PCA Krian akhirnya menerima bantuan modal dari Baznas. Mulai usaha jahit hingga warung nasi, modal ini diharapkan menumbuhkan kemandirian, daya saing, dan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Tagar.co – Harapan besar Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Krian dalam memperjuangkan kemandirian ekonomi umat perlahan berbuah nyata. Setelah hampir sembilan bulan menunggu sejak pengajuan pada Desember 2024, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mulai merealisasikan bantuan modal usaha bagi UMKM binaan PCA.
Pada tahap pertama ini, enam UMKM dari Ranting Madubronto, Jatikalang, Kraton, dan Terik menerima suntikan modal usaha yang disalurkan bertahap antara 27 Agustus hingga 1 September 2025.
Semangat Baru Bagi Pelaku Usaha Kecil
Realisasi bantuan ini menjadi angin segar bagi para pelaku usaha kecil yang sehari-hari berjuang mempertahankan usahanya. Modal yang diberikan bukan sekadar tambahan dana, melainkan juga energi baru untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing.
Nunuk Aulana, pelaku usaha jahit dari Ranting Madubronto, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih atas bantuan modal ini. Semoga usaha jahit saya bisa lebih berkembang, mampu melayani lebih banyak pelanggan, dan membantu perekonomian keluarga,” tuturnya haru.
Selain usaha jahit, para penerima modal lain bergerak di berbagai bidang, mulai dari warung nasi, warung jajanan, toko kelontong, ternak ikan, laundry, jamu rempah-rempah, aneka keripik, penjahit sepatu-sandal, hingga jajanan pentol cilok. Keragaman ini menunjukkan luasnya sektor UMKM yang dibina PCA Krian sekaligus pentingnya dukungan modal dalam menopang usaha kecil.

Perjuangan Panjang Berbuah Hasil
Sekretaris PCA Krian, Daryati, menyebut realisasi tahap pertama ini sebagai buah dari perjuangan panjang.
“Kami sangat bersyukur karena ikhtiar sejak Desember lalu akhirnya membuahkan hasil. Meskipun baru enam UMKM yang mendapat modal, ini langkah awal yang baik. Kami yakin ke depan seluruh UMKM binaan PCA Krian akan mendapat dukungan serupa. Dengan modal ini, mereka akan lebih kuat dan berdaya saing,” ujarnya optimistis.
Ketua PCA Krian, Siti Nur Qolbi, juga menegaskan komitmen mendampingi UMKM bukan hanya dengan modal, melainkan juga lewat pelatihan, pendampingan, dan motivasi.
“PCA Krian akan terus mendukung agar usaha kecil ini semakin berkembang dan mandiri. Inilah wujud nyata Aisyiyah dalam mewujudkan masyarakat berkeadilan dan berkemajuan,” jelasnya.
Kolaborasi Memberdayakan Umat
Bantuan modal ini menjadi bukti kolaborasi antara PCA Krian dan BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi umat. PCA Krian menekankan bahwa setelah bantuan cair, pendampingan akan terus dilakukan agar modal dikelola secara bijak, kualitas produk meningkat, dan jaringan pemasaran—terutama di era digital—kian luas.
Dengan terealisasinya tahap pertama bagi enam UMKM ini, harapannya 11 UMKM lain segera menyusul. PCA Krian optimis, langkah ini akan menumbuhkan UMKM binaannya menjadi lebih tangguh dan memberi manfaat bukan hanya bagi keluarga pelaku usaha, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Langkah besar ini juga menegaskan peran Aisyiyah dalam pemberdayaan ekonomi perempuan. Dengan visi Berkeadilan dan Berkemajuan, PCA Krian menunjukkan bahwa ikhtiar yang sungguh-sungguh mampu menghadirkan perubahan nyata melalui pemberdayaan UMKM, sedikit demi sedikit, hingga berdaya besar. (#)
Jurnalis Aniwati Penyunting Mohammad Nurfatoni











