FeatureUtama

Mari Bantu Shafa: Semangat Bersekolah di Tengah Ujian Penyakit Langka

40
×

Mari Bantu Shafa: Semangat Bersekolah di Tengah Ujian Penyakit Langka

Sebarkan artikel ini
Shafa bersama salah satu anggota tim Lazismu Jatim (Tagar.co/Istimewa)

Di balik senyum cerianya, Shafa (6 tahun) menyimpan perjuangan panjang melawan pembesaran pembuluh darah di kaki kirinya. Meski tubuhnya ringkih, semangat belajar dan doa tetap ia lantunkan setiap hari, seakan menegaskan bahwa harapan tak boleh padam.

Tagar.co – Dari kejauhan, Shafa (6) tampak seperti murid taman kanak-kanak pada umumnya. Ia mengenakan rok panjang seragam sekolahnya dengan wajah ceria.

Namun bila diperhatikan lebih dekat, tubuhnya terlihat lebih kurus dibanding teman-teman sebayanya.

Siapa sangka, di balik senyum mungil itu, ia sedang berjuang melawan sakit yang membuat langkah kecilnya terhenti.

Senyum Kecil, Perjuangan Panjang

Ketika berusia dua tahun, Shafa masih bisa berjalan normal. Seiring waktu, kondisi kakinya berubah. Dokter mendiagnosis adanya pembesaran pembuluh darah, yang kemudian berkembang menjadi tumor di kaki kiri.

Baca juga: Amir Ingin Dapat Berjalan, Mimpi yang Menanti Uluran Tangan

Semakin lama kakinya membesar, hingga kini ia kesulitan bergerak. Rasa sakit kerap datang tiba-tiba, membuatnya terpaksa berdiam di kursi roda.

Baca Juga:  Lazismu Sidoarjo Perkuat Gerakan Filantropi Masjid, Kantor Layanan Masjid An-Nur Resmi Dilantik

Namun semangat belajar Shafa tak pernah padam. Bacaan doa, hafalan surat pendek, hingga pengumuman sekolah yang masuk lewat grup WhatsApp selalu ia ikuti dengan antusias. Bagi Shafa, ilmu adalah teman yang tak boleh ditinggalkan, meski tubuhnya tengah diuji.

Dukungan Ibu, Harapan Keluarga

Di rumah sederhana mereka di Desa Kemantren, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, ibunya, Martina yang hidup single parent, selalu setia mendampingi. Ia merawat Shafa dengan penuh kesabaran, menemani setiap sesi pengobatan, dan tak pernah berhenti berharap putrinya bisa kembali berlari seperti dulu.

Saat tim Lazismu Sidoarjo berkunjung, Jumat (23/8/25) suasana rumah seketika dipenuhi tawa. Shafa menyambut dengan riang, bercerita, bernyanyi, bahkan asyik bermain gim lewat ponsel. Tidak ada gurat kesedihan yang ia tunjukkan. Seolah ia ingin menegaskan: “Saya baik-baik saja.”

Meski kini duduk di kursi roda, Shafa tetap hadir di sekolah. Ia belajar dengan serius, bercanda dengan teman-temannya, dan menghadirkan semangat yang menular. Para guru dan murid lain justru terinspirasi dari keteguhan Shafa yang tidak pernah mengeluh.

Baca Juga:  Konsolidasi di Gresik, LPCRPM Jatim Dorong Penguatan Cabang Ranting dan Tata Kelola Masjid

Uluran Tangan untuk Shafa

Kisah Shafa adalah potret perjuangan seorang anak kecil yang enggan menyerah pada keadaan. Doa kita bersama semoga Allah Swt. segera membukakan jalan kesembuhan, agar Shafa bisa kembali berlari, bermain, dan meraih prestasi dengan senyum cerianya.

Lazismu Sidoarjo membuka ruang bagi siapa pun yang ingin membantu. Donasi Program Peduli Kesehatan dapat disalurkan melalui:

BSI No. Rekening 7025835713 a.n. Lazismu Sidoarjo. Konfirmasi: 0821-4004-1912

Jurnalis Yekti Pitoyo Penyunting Mohammad Nurfatoni