Feature

Nak, Jangan Tinggalkan Ibu Berjuang Sendirian!

56
×

Nak, Jangan Tinggalkan Ibu Berjuang Sendirian!

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi AI/Mohammad Nurfatoni

Ungkapan lirih ini sering lahir dari hati seorang ibu yang merindukan dukungan anaknya di tengah cobaan hidup. Islam menempatkan ibu pada kedudukan mulia, sebab pengorbanannya mengandung, melahirkan, dan menyusui tak pernah sia-sia.

Oleh Ridwan Ma’ruf; Anggota Majelis Pemberdayaan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiya  (PDM) Kabupaten Sidoarjo, Pendiri Tahfiz Quran Islamic School Al-Fatih Sidoarjo, dan Praktisi Spiritual Parenting Sidoarjo.

Tagar.co – Ungkapan lirih “Nak, jangan. Tinggalkan ibu berjuang sendirian..” sering muncul dalam situasi penuh keputusasaan. Kalimat itu lahir dari hati seorang ibu yang merindukan dukungan anaknya di tengah cobaan hidup: kesulitan ekonomi, sakit di usia tua, atau masalah keluarga yang kian berat.

Dalam pandangan Islam, ibu menempati kedudukan yang sangat tinggi. Sebab ia telah mengandung, melahirkan, dan menyusui dengan penuh perjuangan. Allah Swt berfirman dalam Surah Lukman 15:

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) terhadap kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah, bahkan menyusukan pula selama dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku sajalah tempat kembali.”

Baca Juga:  Sunni dan Syiah Memandang Perang Iran-Israel

Baca juga: Hakikat Kemerdekaan Ada pada Perang Qadisiyah

Ayat ini menegaskan bahwa lelah dan perjuangan seorang ibu tidaklah sia-sia. Namun, realitas di lapangan justru sering menyedihkan: banyak lansia, terutama ibu, yang dititipkan ke panti jompo oleh anak-anak mereka, dengan alasan yang tak jarang hanya berkaitan dengan urusan duniawi.

Panti Jompo Bukan Solusi Satu-Satunya

Islam menekankan pentingnya berbakti dan merawat orang tua, terlebih di usia senja. Firman Allah dalam Surah Al-Isra’ ayat 23 menegaskan:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”

Ayat di atas menjadi peringatan bahwa seorang anak dilarang bersikap kasar atau kesal terhadap orang tuanya. Menitipkan orang tua di panti jompo hanya dibolehkan bila dalam kondisi sangat terpaksa: misalnya anak sedang sakit keras, ditimpa musibah berat, atau benar-benar tidak mampu merawat mereka.

Perhatian dan Kasih Sayang

Kasih sayang orang tua harus dibalas dengan perhatian nyata setiap hari. Menyisihkan waktu untuk mendengar, merawat, dan menemani mereka adalah bentuk memuliakan yang diajarkan Islam. Sebaliknya, anak yang tega menelantarkan orang tua akan menuai kehinaan dalam hidupnya.

Baca Juga:  Serambi Madinah dan Proklamatornya: Nani Wartabone dalam Sejarah Gorontalo

Rasulullah Saw bersabda:

“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.”

Para sahabat bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.” (H.R. Muslim No. 2551)

Hadis ini menunjukkan bahwa keberadaan orang tua di usia senja justru menjadi jalan lebar menuju surga. Yang dibutuhkan hanyalah bakti dan kesungguhan anak dalam merawat mereka.

Penutup

Ibu adalah sumber kasih sayang, dan keberadaannya adalah pintu keberkahan. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian ketika tua, lemah, dan rapuh. Jadilah anak yang mampu menjadi sandaran, bukan beban.

Semoga Allah Swt memberi kekuatan kepada kita untuk selalu berbakti kepada ibu dan ayah, agar kelak termasuk golongan yang dimuliakan dengan surga-Nya. Wallahualambisawab. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni