
Di tengah udara sejuk Batu, KKMI Panceng, Gresik, tak hanya merumuskan program pendidikan, tetapi juga melepas tiga kepala madrasah dalam suasana hangat, santai, dan penuh rasa hormat.
Tagar.co – Udara sejuk Kota Batu, Jawa Timur, menjadi saksi hangatnya kebersamaan para kepala madrasah dari Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Selama dua hari, Rabu–Kamis (6–7/8/2025), mereka berkumpul dalam agenda Rapat Kerja (Raker) KKMI Panceng Tahun Ajaran 2025–2026.
Tak hanya untuk menyusun arah strategis pendidikan madrasah ke depan, forum ini juga menjadi momen penuh makna: temu pisah tiga kepala madrasah yang memasuki masa purnatugas.
Baca juga: Branding Sekolah: Jangan Gemerlap di Luar, Kosong di Dalam
Suasana rapat kerja yang berlangsung di sebuah ruang villa modern dengan nuansa putih terang dan jendela kaca tinggi itu terasa akrab dan santai. Para peserta duduk lesehan melingkar di lantai marmer yang bersih dan mengilap.
Di hadapan masing-masing terdapat sajian ringan dan minuman, menciptakan atmosfer informal yang mendukung diskusi terbuka. Di bagian belakang ruangan, backdrop kegiatan bertuliskan “Rapat Kerja (Raker) KKMI Panceng Tahun Ajaran 2025–2026” terpampang jelas sebagai pengingat akan keseriusan misi yang diemban.

Momen kebersamaan itu tidak hanya diisi dengan agenda formal penyusunan program, tetapi juga diselingi canda tawa. Terutama saat sesi perpisahan dengan tiga kepala madrasah yang telah purna tugas, yakni:
-
Abdur Rochim, Kepala MI Roudhotul Ulum Banyutengah, digantikan oleh Aris Fauzan
-
Titin Hamidah, Kepala MI Nurul Hikmah Wonorejo, digantikan oleh Mukarom
-
H. Moh. Yusuf, Kepala MI Tarbiyahus Sa’adah Bejan, digantikan oleh Mufidah
Prosesi pelepasan berlangsung penuh kehangatan, dipandu oleh Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Panceng, H. Mabrur Ajmain, yang dikenal dengan humor khasnya. Tawa dan senyum peserta tampak lepas, namun tidak menghilangkan rasa haru atas berakhirnya pengabdian para kepala madrasah yang telah lama menjadi panutan.
Dalam sambutannya, H. Moh. Yusuf menyampaikan pesan mendalam soal pentingnya keikhlasan dalam mengabdi.
“Manusia itu rugi, kecuali yang berilmu. Tapi orang berilmu pun bisa rugi kalau ilmunya tidak dimanfaatkan. Bahkan yang mengamalkan ilmu pun bisa rugi jika tidak ikhlas. Maka, marilah kita menjadi guru yang ikhlas,” tuturnya, yang disambut anggukan serius dari hadirin.
Sementara itu, Abdur Rochim mengangkat sisi lain perjuangan menjadi kepala madrasah. “Tetaplah semangat meski tugas begitu banyak dan tunjangan tak seberapa. Kadang kita dirasani, dicaci maki, tapi ini ladang pahala kita,” ungkapnya, jujur namun membakar semangat.
Adapun Titin Hamidah menekankan peran teladan dari seorang pemimpin lembaga.
“Kepala madrasah harus menjadi contoh dalam kedisiplinan. Jangan hanya menuntut, tapi beri bukti nyata,” pesannya lugas.
Menjelang akhir acara, suasana kembali menyentuh saat cenderamata diserahkan. Uniknya, kenand-kenangan tersebut dirancang dan disiapkan sendiri oleh Mabrur Ajmain, sebagai simbol perhatian dan rasa hormat. Bingkisan itu menjadi wujud sederhana namun sarat makna atas dedikasi panjang para tokoh pendidikan tersebut.
Tak hanya berhenti pada nostalgia dan penghargaan, raker ini juga menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan memperkuat sinergi antar madrasah. Para kepala madrasah menyusun program prioritas dengan semangat baru—lebih relevan, kolaboratif, dan berpihak pada kemajuan peserta didik.
“Ini bukan sekadar forum kerja. Ini ruang menyatukan hati dan langkah demi kemajuan madrasah Panceng,” ujar H. Mabrur menutup rangkaian acara, Rabu (6/8/25)
Dengan semangat regenerasi dan solidaritas yang terus terjaga, KKMI Panceng optimistis menyambut tahun ajaran baru sebagai era kebangkitan pendidikan madrasah yang unggul dan berdaya saing. (#)
Jurnalis Nurkhan Penyunting Mohammad Nurfatoni












