Feature

Drumben Menyambut, ‘Jagalah Sungai’ Menggema: Catatan LLSMS di Melirang

39
×

Drumben Menyambut, ‘Jagalah Sungai’ Menggema: Catatan LLSMS di Melirang

Sebarkan artikel ini
Penampilan drumben di Perguruan Muhammadiyah Melirang menyambut juri LLSMS (Tarco/Istimewa)

Dentuman drumben, senam pagi, dan nyanyian “Jagalah Sungai” menjadi cara Perguruan Muhammadiyah Melirang menyambut LLSMS. Bukan sekadar lomba, tapi perayaan nilai-nilai hidup dan lingkungan.

Tagar.co – Pagi itu, Sabtu 17 Juli 2025 semangat membuncah di Kecamatan Bungah. Dentuman ritmis tim drumben gabungan dari SD Muhammadiyah Melirang dan SMP Muhammadiyah 10 (MIO) Bungah menggema dari halaman perguruan Muhammadiyah, Jalan Desa Melirang 16, Kabupaten Gresik.

Irama berderap itu tak sekadar pembuka, melainkan pertanda: sebuah momen penting tengah berlangsung—visitasi Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS).

Baca juga: SD Muhammadiyah Melirang Wujudkan Generasi Peduli Lingkungan

Dua sekolah bersatu dalam harmoni. Lagu pembuka Sang Surya mengalun gagah, disambung dengan irama Jawa yang khas, Jaranan. Kombinasi ini menyulut antusiasme hadirin. Heroisme dan tradisi membaur menjadi simbol kebersamaan untuk mewujudkan sekolah sehat, bersih, dan nyaman.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh murid dan guru, Ketua PCM Bungah Suhaili, S.Ag., M.Pd.I., Ketua PRM Melirang Ir. H.M. Nasich Aziz, serta dua juri: Moch. Nor Qomari, S.Si. dari Majelis Lingkungan Hidup, dan penulis dari Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik.

Baca Juga:  Teologi Kepemimpinan: Kepala Sekolah Tak Cukup Menjabat, Harus Meninggalkan Legasi
Moch. Nor Qomari sedang mihat-lihat buku di perpustakaan (Tagar.co/Istimewa)

Mentari pagi mulai meninggi, menyengat kulit. Namun keringat berubah menjadi semangat, dan kelelahan larut dalam senyum saat Senam Anak Indonesia Hebat digelar.

Dalam sambutannya, Suhaili menegaskan bahwa LLSMS bukan sekadar lomba. “Ini adalah peneguhan bahwa sekolah Muhammadiyah—termasuk sekolah kita di Melirang—adalah sekolah sehat, bersih, dan nyaman. Ini ciri khas sekaligus teladan hidup bagi masyarakat sekitar,” ujarnya mantap.

Setelah senam, suasana berganti syahdu. Moch. Nor Qomari mengajak semua menyanyikan lagu Jagalah Hati yang telah digubah liriknya: Jagalah sungai jangan kau cemari, jagalah gunung jangan kau lubangi, jagalah hutan jangan kau tebangi …

Lagu itu dinyanyikan bersama. Suaranya bersatu dalam harmoni, menyampaikan pesan pelestarian alam yang begitu membumi. Panas yang membakar berubah menjadi keguyuban yang menghangatkan hati.

Moch. Nor Qomari sedang menilai taman (Tagar.co/Istimewa)

Perguruan Muhammadiyah Melirang terdiri dari SDM Melirang dan SMP MIO Bungah. Keduanya berbagi kompleks yang luas, berdampingan dengan Masjid At-Taqwa, memiliki lahan parkir memadai, dan dikelilingi lingkungan yang bersih. Sinergi antara fasilitas fisik dan nuansa spiritual menjadikan sekolah ini tak hanya tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuhnya karakter.

Baca Juga:  Tekad Baja Murid SD Muhammadiyah Melirang di Semifinal KMNR

Tim juri menyampaikan bahwa penilaian LLSMS tidak hanya soal angka. Ia adalah pemicu transformasi. Catatan-catatan penting pun disampaikan. Mulai dari pengelolaan kantin sehat yang harus konsisten—dengan makanan higienis, kemasan ramah lingkungan, dan peralatan bersih—hingga pembiasaan gaya hidup sehat yang menyatu dalam rutinitas.

“Anak-anak perlu dibiasakan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, dan membawa tumbler. Ini bagian dari tanggung jawab lingkungan sehari-hari,” tegas Nur Qomari. Ia menekankan bahwa pendidikan lingkungan bukan hanya teori, tapi pembiasaan konkret dalam kehidupan sehari-hari.

Hari itu, Perguruan Muhammadiyah Melirang tak hanya menyambut visitasi. Ia menyuarakan pesan besar: sekolah bukan semata bangunan dan kurikulum, tetapi tempat bersemainya nilai—sehat, bersih, nyaman, dan peduli.

Dengan irama drumband, lagu lingkungan, dan semangat gotong royong, Melirang menunjukkan jati dirinya: sekolah yang tak hanya mendidik, tetapi juga menghidupkan harapan dan menggerakkan perubahan. (#)

Jurnalis Dodik Priyambada Penyunting Mohammad Nurfatoni