Feature

SD Muhammadiyah Melirang Wujudkan Generasi Peduli Lingkungan

24
×

SD Muhammadiyah Melirang Wujudkan Generasi Peduli Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Dodik Priyambada menilai kantin sehat Sekolah Ceria. (Tagar.co/Rabya Auliani)

Juri Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) 2025 akhirnya tiba di Sekolah Ceria SD Muhammadiyah Melirang. Mereka menilik semangat dan kebersihan di sekolah.

Tagar.co – Suasana ceria dan semangat membara terasa di Sekolah Ceria SD Muhammadiyah Melirang, Melirang, Sabtu (26/7/2025). Seluruh warga sekolah menyambut hangat Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) 2025.

Majelis Dikdasmen PNF dan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik menggelar lomba ini mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman. Termasuk di sekolah ceria itu.

Dua dewan juri, Ir. Dodik Priyambada, S.Akt., M.M. dan Mohammad Nur Qomari, S.Si, mendapat sambutan meriah. Drumben Gema Melirang Ceria (GMC) tampil di halaman depan sekolah.

Setelah itu, para juri mengikuti senam Anak Indonesia Hebat di halaman belakang bersama seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan Ikatan Wali Murid (Ikwam).

Sebelum senam, sejumlah sambutan tersampaikan. Suhali, M.Pd.I, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah, menegaskan, “Menjaga kebersihan adalah kewajiban setiap individu, terutama di lingkungan pendidikan.”

Baca Juga:  Strategi Muhammadiyah Bojonegoro Menembus Batas Tradisional lewat Layar

Sementara itu, Dodik Priyambada, juri dari Majelis Dikdasmen PNF PDM Gresik, juga berpesan, “Sekolah Muhammadiyah tidak boleh kemproh atau jorok untuk membentuk karakter Islami yang mencintai kebersihan dan kerapian.”

Juri menilai di taman sekolah ceria. (Tagar.co/Rabya Auliani)

Inovasi Pembelajaran di Taman Ilmu

Setelah pembukaan, juri berkeliling menilai berbagai fasilitas sekolah. Mereka memeriksa kantin sehat, toilet bersih, dan kondisi lingkungan.

Saat meninjau Perpustakaan Madinatul Ilmi, Ustaz Ari, sapaan akrab M. Nor Qomari, S.Si menyarankan agar perpustakaan dilengkapi dengan panggung mini.

“Tujuannya untuk memfasilitasi kegiatan seperti membaca puisi atau latihan muhadhoroh, yang akan meningkatkan antusiasme siswa dalam memanfaatkan perpustakaan,” tuturnya.

Baca Juga: Hijau di Lahan Sempit: MI Mulia Cangaan Menjawab Tantangan Juri LLSMS

Saat mengunjungi taman sekolah, Ustaz Ari memuji suasananya yang sejuk dan asri. Tanaman-tanaman edukatif tertata rapi sukses menarik perhatian para juri. Ia memberikan apresiasi dan masukan yang membangun, bahkan menyebut taman tersebut berpotensi menjadi media pembelajaran yang menyenangkan.

“Taman ini sangat edukatif dan bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran luar kelas. Apalagi sudah ada barcode informasi yang bisa dipindai oleh siswa. Ini akan membantu anak-anak belajar secara interaktif dan mandiri,” ujar Ustaz Ari.

Baca Juga:  Siswa Mugeb Sulap Galon Bekas Jadi Pot Kangkung Organik

Setiap tanaman lengkap dengan barcode yang memungkinkan siswa mengakses informasi terkait nama, manfaat, klasifikasi ilmiah, dan kegunaannya. Pendekatan ini mendukung pembelajaran berbasis literasi digital dan meningkatkan ketertarikan siswa terhadap lingkungan.

Dengan inovasi ini, taman sekolah menjadi “taman ilmu” yang mendukung pembelajaran kontekstual dan mencerminkan komitmen sekolah dalam mewujudkan deep learning.

Komitmen Menuju Sekolah Inspiratif

Kegiatan visitasi dan penilaian berakhir pada pukul 12.00 WIB, berlanjut dengan evaluasi oleh dewan juri. Dalam evaluasinya, Ustaz Ari menyampaikan, secara umum SD Muhammadiyah Melirang sudah bersih dan nyaman.

Namun, ia juga menekankan pentingnya peningkatan potensi yang ada. Ustaz Ari menyarankan pengelolaan resapan air yang lebih efisien serta peningkatan sarana pembelajaran berbasis deep learning dan STEM di kelas.

Melalui kegiatan ini, seluruh warga sekolah harapannya semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan. SD Muhammadiyah Melirang berkomitmen untuk terus menjadi sekolah ceria yang ramah anak, sehat, dan inspiratif. (#)

Jurnalis Rabya Auliani Penyunting Sayyidah Nuriyah