Feature

Tekad Baja Murid SD Muhammadiyah Melirang di Semifinal KMNR

81
×

Tekad Baja Murid SD Muhammadiyah Melirang di Semifinal KMNR

Sebarkan artikel ini
Tekad murid SD Muhammadiyah Melirang menembus semifinal Kompetisi Matematika Nalaria Realistik 2026 melalui persiapan matang, bimbingan intensif, dan dukungan penuh orang tua.
Para murid SD Muhammadiyah Melirang berjuang menembus semifinal KMNR 2026. (Tagar.co/Rabya Auliani)

Tekad murid SD Muhammadiyah Melirang menembus semifinal Kompetisi Matematika Nalaria Realistik 2026 melalui persiapan matang, bimbingan intensif, dan dukungan penuh orang tua.

Tagar.co — Pagi itu, mentari menyapa SD Muhammadiyah Melirang dengan hangat yang berbeda. Di balik gerbang sekolah, langkah-langkah kecil namun mantap mulai berdatangan. Tak ada raut wajah lesu; yang ada hanyalah sorot mata penuh percaya diri dan harapan besar. Merekalah barisan murid terpilih yang membawa misi penting: menaklukkan babak semifinal Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) 2026.

Perjalanan mereka menuju panggung bergengsi ini bukanlah kebetulan atau keberuntungan semalam. Jauh sebelum hari pelaksanaan, ruang-ruang kelas di sekolah ini telah menjadi saksi perjuangan mereka. Setiap hari, tepat setelah bel pulang sekolah berbunyi, para murid tidak langsung bergegas pulang untuk bermain. Mereka justru berkumpul, melingkari meja, dan bergelut dengan tumpukan soal logika yang menguras pikiran.

Guru pembimbing setia mendampingi setiap proses tersebut. Mereka melatih para murid untuk menaklukkan hitungan cepat dan mengasah strategi pemecahan masalah yang kompleks. Meski rasa lelah seringkali menyergap di sore hari, semangat para siswa ini tidak pernah surut. Di ruang kelas yang bersahaja, mereka menempa cita-cita besar dengan ketekunan yang melampaui usia mereka.

Baca Juga:  Siswa Spemdalas dan Mahasiswa Asal Tiongkok Belajar Batik Pitutur Cerme

Para guru memberikan lebih dari sekadar materi pelajaran. Mereka menanamkan motivasi, melatih mental pantang menyerah, dan mengajarkan cara menghadapi soal-soal sulit dengan kepala dingin. Kedisiplinan dan fokus menjadi harga mati bagi setiap peserta. Di sisi lain, dukungan orang tua menjadi bahan bakar utama. Doa-doa tulus terus mengalir dari rumah, mengharapkan putra-putri mereka mampu memberikan performa terbaik di atas kertas ujian.

Baca Juga: Serunya Lomba Sang Juara di Semarak Milad Ke-113 Muhammadiyah SDM Melirang

Konsentrasi di Meja Ujian

Hari yang mereka tunggu, Ahad, 15 Januari 2026, akhirnya tiba. Para murid berkumpul dengan seragam rapi dan perlengkapan alat tulis yang lengkap. Suasana pagi itu ada campuran rasa gugup dan antusiasme yang meledak-ledak.

Sebelum berangkat menuju medan laga, sebuah momen sakral tercipta. Pembimbing tercinta, Ustazah Ajeng Permata Masfiana, memimpin doa bersama. Suasana mendadak hening; semua kepala tertunduk, melangitkan harapan dengan penuh keyakinan kepada Sang Pencipta.

Setibanya di lokasi lomba, pemandangan deretan peserta dari berbagai sekolah sempat memicu ketegangan. Namun, ikatan persaudaraan murid SD Muhammadiyah Melirang justru semakin menguat. Mereka saling melempar senyum dan kata-kata penyemangat untuk mengusir kegelisahan. Begitu pengawas memberikan aba-aba mulai, seluruh ruangan seketika sunyi, hanya menyisakan bunyi goresan pensil di atas kertas.

Baca Juga:  Sebar Mubalig, Cahaya Muhammadiyah Terangi Pelosok Kalimantan Tengah

Setiap murid tenggelam dalam konsentrasi tingkat tinggi. Semua latihan intensif, strategi yang mereka pelajari berbulan-bulan, dan nasihat-nasihat guru kembali terngiang di ingatan. Mereka mengerjakan setiap butir soal dengan ketelitian luar biasa, memastikan tidak ada logika yang terlewatkan. Ketenangan menjadi kunci mereka dalam menghadapi kerumitan soal-soal khas KMNR.

Rasa lega yang luar biasa terpancar dari wajah para siswa sesaat setelah keluar dari ruang ujian. Apapun hasil akhirnya, kebanggaan besar telah tumbuh subur di dalam hati mereka. Mereka telah berjuang sekuat tenaga, menjaga nama baik sekolah, dan membuktikan sebuah filosofi penting: kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil yang dicapai.

Mimpi yang Terus Bertumbuh

Ustazah Ajeng Permata Masfiana tidak bisa menyembunyikan rasa bangga saat melihat anak didiknya keluar dari ruang lomba. Ia memandang mereka sebagai pemenang, terlepas dari skor yang tercetak di papan pengumuman nanti. Keberanian mereka menghadapi tantangan matematika yang rumit adalah prestasi tersendiri bagi pihak sekolah.

“Anak-anak ini luar biasa. Mereka tidak hanya belajar berhitung, tetapi juga belajar tentang ketekunan dan keberanian menghadapi tantangan. Bagi saya, mereka semua sudah menjadi juara karena telah berusaha maksimal,” ujar Ajeng dengan nada penuh haru. Baginya, proses pembentukan karakter jauh lebih berharga daripada sekadar trofi.

Baca Juga:  Siswa Mugeb Sulap Galon Bekas Jadi Pot Kangkung Organik

Kebahagiaan serupa juga meluap dari salah satu peserta, Stevan El Shaarawy. Murid kelas VI Faqih Usman ini mengaku sempat merasa tegang sebelum kompetisi dimulai. Namun, ia berhasil mengendalikan diri berkat pesan-pesan penguatan dari para gurunya selama masa bimbingan di sekolah.

“Awalnya saya gugup, tapi saya ingat pesan ustadzah untuk tetap tenang. Saya senang bisa sampai semifinal dan ingin terus belajar agar bisa lebih baik lagi,” ungkap Stevan dengan mata berbinar.

Semifinal KMNR 2026 ini bukan sekadar ajang adu kecerdasan matematika. Inilah narasi tentang perjalanan berharga, mimpi yang dirajut bersama, dan perjuangan kolektif antara guru, murid, serta orang tua. Dari ruang kelas sederhana di Melirang, lahir semangat raksasa untuk menembus batas dan terus mengukir prestasi gemilang bagi dunia pendidikan. (#)

Jurnalis Rabya Auliani Penyunting Sayyidah Nuriyah