Feature

Langkah Awal di Rumah Kedua: Siswa Baru Jelajahi Lingkungan SD Al-Islam

40
×

Langkah Awal di Rumah Kedua: Siswa Baru Jelajahi Lingkungan SD Al-Islam

Sebarkan artikel ini
Siswa baru berjalan menuju laboratorium komputer (Tagar.co/Mardiyana Z.)

Fortasi SD Al Islam bukan sekadar orientasi, melainkan pengalaman pertama mengenal sekolah sebagai rumah kedua. Siswa baru diajak menjelajahi ruang-ruang penting, membangun rasa memiliki, dan menyambut petualangan belajar selama enam tahun.

Tagar.co – Suasana SD Al Islam Cerme tampak semarak, Selasa pagi (15/7/2025). Sebanyak 48 siswa baru mengikuti kegiatan Explore the School dalam rangkaian Fortasi (Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa). Mereka dipandu oleh tim Humas sekolah, M. Syaifulloh, S.Pd., yang akrab disapa Ustaz Ipul, sekaligus penanggung jawab Ekstrakurikuler Tapak Suci.

Kegiatan dimulai dari ruang kelas 1A. Di sana, Nina Kurnia Sari, S.Pd., menyampaikan informasi tentang nama-nama dan fungsi ruang yang ada di sekolah. Ia menekankan bahwa sekolah bukan sekadar bangunan, melainkan tempat menanam ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai hidup.

“Sekolah bukan hanya sebuah bangunan. Ia adalah salah satu sumber untuk mencari ilmu dan keterampilan sesuai minat siswa, tempat setiap jejak langkah kalian akan meninggalkan arti,” ucap Nina penuh makna.

Baca juga: Bersama Ayah di Hari Pertama: SD Al-Islam Cerme Sambut Tahun Ajaran Baru dengan Ceria

Baca Juga:  Resep Hidup Bahagia: Sabar, Syukur, dan Senyum

Siswa tampak antusias dan serius menyimak, meskipun sesekali masih terbawa suasana masa TK mereka. Setelah sesi pembuka, mereka dibagi menjadi dua kelompok: kelompok putri yang didampingi Ustazah Imanda dan Ririn, serta kelompok putra yang didampingi Hilmatul Islamiyah.

Rombongan siswa mulai menjelajahi berbagai titik penting di sekolah: ruang kepala sekolah, ruang guru, perpustakaan, UKS, laboratorium komputer, hingga toilet siswa di lantai dua—ruang baru yang dikhususkan bagi siswa laki-laki. Di setiap pos, mereka mendapat penjelasan tentang fungsi ruang dan siapa saja yang bertugas di dalamnya.

Di ruang kepala sekolah, mereka disambut hangat oleh Cicik Indrawati.

“Assalamu’alaikum anak-anak hebat, bagaimana belajar di SD Al Islam?” sapanya ramah.
Ia berharap para siswa baru bisa belajar dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu agama maupun umum sebagai ciri khas sekolah Muhammadiyah.

Rafa, salah satu siswa baru, tak bisa menyembunyikan rasa senangnya.

“Saya senang diajak jalan-jalan keliling sekolah ini, bisa berlari-lari,” katanya polos.

Ustaz M. Syaifulloh memberikan penjelasan fungsi dan penghuni ruang kepala sekolah (Tagar.co/Mardiyana Z.)

Kunjungan berlanjut ke ruang guru. Di sana, Siti Fatimah, Wakil Kepala Sekolah, memperkenalkan ruang tersebut sebagai tempat para guru berkumpul.

Baca Juga:  Salat Idulfitri di Morowudi Tekankan Pentingnya Menjaga Kesucian dan Ukhuah

“Kalau kalian mencari ustaz atau ustazah, di sinilah tempatnya,” ujarnya. Serempak siswa menjawab, “Iya, ustazah!”

Di perpustakaan, Ustaz Ipul menjelaskan bahwa siswa bisa membaca buku pelajaran maupun buku cerita anak-anak. Perpustakaan juga bisa digunakan untuk kerja kelompok. Sementara itu, UKS diperkenalkan sebagai tempat beristirahat bagi siswa yang merasa tidak enak badan.

Toilet siswa di lantai dua turut menjadi perhatian. “Toilet ini bangunan baru, khusus untuk siswa laki-laki,” jelas Ustaz Ipul.

Kunjungan diakhiri di laboratorium komputer. Fitria Hanik menerangkan bahwa ruang ini digunakan untuk pembelajaran TIK dan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Sebelum kembali ke kelas, Ustaz Ipul kembali menyapa para peserta.

“Sekolah ini luas. Tapi selama kalian tidak lupa tujuan, kalian akan selalu menemukan jalan pulang,” pesannya, mengakhiri sesi dengan refleksi.

Alifa, siswa baru lainnya, mengaku senang mengikuti kegiatan ini.

“Senang sekali jalan-jalan mengelilingi sekolah SD Al Islam. Rasanya seperti naik kereta api panjang. Ternyata sekolah saya yang baru cukup besar dan bagus.”

Baca Juga:  Tiga Bulan Berlatih, Atlet SD Al Islam Cerme Tampil Gemilang di Smamda Cup 2026

Explore the School bukan sekadar tur keliling gedung. Ia adalah langkah awal untuk menumbuhkan keberanian, komunikasi, dan rasa memiliki. Para guru pun tampil lebih hangat dan ramah, membangun kedekatan sejak hari pertama.

Dengan semangat dan keceriaan, para siswa baru telah menyelesaikan satu tahap penting: mengenal rumah kedua mereka untuk enam tahun ke depan. Fortasi SD Al Islam tak sekadar forum pengenalan, melainkan proses menanamkan rasa. Bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga ruang bermain yang mendidik dan membentuk karakter.

Jurnalis Mardiyana Z. Peyunting Mohammad Nurfatoni