
Tak sekadar melepas siswa, SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik menutup masa belajar kelas 6 dengan simbol keberanian: panah terbang dan jurus Tapak Suci yang memukau panggung.
Tagar.co — Lesatan anak panah Alesha Sabrina Shaki Rosyadi membuka lembar baru perjalanan alumni SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School). Momen ini menjadi simbol harapan dan cita-cita para lulusan kelas 6 dalam acara Special Moment yang digelar penuh khidmat dan bahagia di Ballroom Hotel Horison GKB, Ahad (15/6/2025).
Suasana penuh haru namun membangkitkan semangat begitu terasa sejak awal. Senyum bangga menghiasi wajah para siswa, guru, dan orang tua yang hadir mengantar langkah generasi berlian menuju gerbang pendidikan selanjutnya.
Baca juga: Persembahan Cinta Siswa, Kado Terindah untuk Berlian School di Special Moment
Kemeriahan pun memuncak ketika hitungan mundur pembukaan acara bergema di ruangan. Sorotan utama tertuju pada dua atlet panahan kebanggaan sekolah: Ananda Alesha Sabrina dan Sakhi Rosyadi dari kelas 6 Amazing.
Dengan mantap keduanya menarik busur, membidik sasaran, lalu melepaskan anak panah yang melesat lurus ke target—seolah mewakili doa dan semangat para lulusan untuk menembus cita-cita tertinggi.

Tapak Suci Tumbuhkan Semangat Juang
Tak hanya simbol panahan, tapak tangan yang mengepal di udara juga menjadi penanda semangat tak pernah padam. Usai pembukaan, para siswa dari kelas 5 menampilkan pertunjukan Tapak Suci, salah satu ortom Muhammadiyah yang membina seni bela diri dengan nilai-nilai spiritual.
Empat pesilat cilik: Atha Muhammad Ali Taskhiri (5 Delta), Muhammad Atha Rasyid Pratama (5 Gamma), Muhammad Hamizan Aisy (5 Alpha), dan Malvino Ubay Elfasya (5 Beta), unjuk kemampuan lewat tiga varian seni Tapak Suci—Seni Beregu, Seni Solo Kreatif, dan Seni Ganda.
Gerakan sigap nan energik, formasi rapat, hingga kreativitas memadukan jurus membuat penonton terpukau. Ballroom Hotel Horison pun bergemuruh oleh tepuk tangan dan sorak sorai, menularkan getaran semangat kepada para alumni yang akan melanjutkan perjalanan hidup mereka.
Bima Ananda Prasetya dan Vania Camelia, selaku pelatih Tapak Suci, tak kuasa menyembunyikan rasa bangga.
“Anak-anak ini hanya berlatih selama satu bulan, namun mampu menunjukkan performa yang luar biasa. Mereka adalah anak-anak hebat yang siap menghadapi tantangan dan selalu memberikan yang terbaik di setiap kesempatan,” tutur mereka kompak, penuh kebanggaan.
Penampilan Tapak Suci dan simbol panahan menjadi pengingat: melepas anak panah sama artinya melepas generasi baru yang tangguh, terdidik, dan siap menggapai target kehidupan dengan nilai-nilai Islami yang kokoh—ciri khas generasi Berlian School.
Jurnalis Alimmatul Ghoriyah Penyunting Nely Izzatul












