Feature

Pelepasan Siswa SMPM 12 Sendangagung: Psikolog Soroti Tantangan dan Harapan Gen Z

31
×

Pelepasan Siswa SMPM 12 Sendangagung: Psikolog Soroti Tantangan dan Harapan Gen Z

Sebarkan artikel ini
Nadhirotul Laily ketika berorasi dalam acara pelepasan siswa siswi SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung Paciran (Tagar.co/Sri Asian)

Dalam pelepasan siswa SMPM 12 Sendangagung, Rektor UMG 2022–2025 Nadhirotul Laily mengupas tantangan dan harapan Gen Z serta pentingnya pendidikan berbasis nilai Al-Qur’an bagi masa depan mereka.

Tagar.co – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti halaman SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung, Paciran, Lamongan, Sabtu (10/5/2025). Di bawah tenda putih kebiruan yang sejuk dan teduh, lebih dari 800 hadirin menghadiri acara pelepasan siswa kelas IX.

Para wali murid, guru, ustaz-ustazah madrasah diniyah, hingga tamu VIP duduk bersama menyaksikan momen penuh makna ini.

Yang menjadi sorotan dalam acara tersebut adalah hadirnya Nadhirotul Laily, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, Ketua Divisi Kaderisasi Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Psikolog yang juga merupakan rektor perempuan pertama di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) periode 2022–2025 itu menyampaikan orasi pendidikan yang menyentuh dan reflektif.

Baca juga: Harmoni Angklung Sambut Perpisahan Siswa SMPM 12 Sendangagung

Dalam orasinya, Nadhirotul menggambarkan generasi Z—anak-anak kelahiran 1997 hingga 2012—sebagai generasi seperti buah stroberi. “Cantik di luar, tapi lembek ketika dipegang,” ujarnya, yang langsung memantik perhatian audiens. Ia menjelaskan bahwa generasi ini menyimpan potensi besar, tetapi juga rentan mengalami kecemasan, stres, dan tekanan emosional.

Baca Juga:  UMM dan Aisyiyah Paciran Perkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan

“Mereka cenderung mencari solusi instan atas masalah dan lebih nyaman curhat di media sosial daripada berdiskusi dengan orang tua,” tutur Nadhirotul. Namun, di sisi lain, ia menekankan bahwa Gen Z juga punya keunggulan: kreatif, inovatif, cerdas dalam teknologi, dan cepat beradaptasi.

Nadhirotul Laily (kiri) bersama Dra. Hj. Mutmainah, istri K.H. M. Dawam Saleh (Tagar.co/Sri Asian)

Perempuan yang kini berusia 43 tahun itu juga mengajak para orang tua untuk lebih arif dalam mendidik anak-anak. Ia menyoroti bahwa sikap permisif orang tua—dengan terlalu mudah memberikan fasilitas—juga menjadi faktor mengapa anak mudah menyerah pada tantangan.

Solusinya, menurut Nadhirotul, adalah kembali pada nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya dalam Surat Luqman. Ia menekankan pentingnya menanamkan keimanan, bakti kepada orang tua, menjauhi kemaksiatan, menjalankan perintah Allah, serta membentuk akhlak yang baik sejak dini.

Sebagai penutup, ia menyarankan para wali murid untuk melanjutkan pendidikan putra-putri mereka ke sekolah berbasis pesantren. “Seperti Al Ishlah yang kita banggakan ini,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.

Acara pelepasan berakhir tepat pukul 12.00 WIB dan dilanjutkan ramah tamah di ruang yang telah disiapkan panitia. Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Drs. KH. M. Dawam Saleh (pengasuh Ponpes Al Ishlah), dan Vivid Rahmaniah (PWNA Jawa Timur).

Baca Juga:  Bakti Sosial Menjelang Ramadan, Aisyiyah Sendangagung Tebar 132 Paket Sembako

Hadi juga Drs. M. Anwar, M.Pd. (wakil ketua PDM Lamongan), Drs. H. Abdullah Taufiq, M.Pd. (ketua PCM Paciran), serta para sesepuh Muhammadiyah Sendangagung, seperti H. Munir Ahmad, H. Munasir, dan Panud Supodo (kepala desa Sendangagung). (#)

Jurnalis Sri Asian Penyunting Mohammad Nurfatoni