Feature

Safari Pesantren yang Menginspirasi: Jejak Ceria Siswa SD Sakri di Al-Fattah

77
×

Safari Pesantren yang Menginspirasi: Jejak Ceria Siswa SD Sakri di Al-Fattah

Sebarkan artikel ini
Safari Pesantren SD Muhammadiyah 1 Krian di Pondok Al-Fattah Buduran tak hanya menyenangkan, tetapi juga penuh nilai. Sebuah perjalanan kecil yang sarat makna dan semangat belajar Islam.
Foto bersama peserta didik dan pendamping SD Muhammadiyah 1 Krian dan panitia kegiatan Safari Pesantren dari Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo (Tagar.co/Kirana)

Safari Pesantren SD Muhammadiyah 1 Krian di Pondok Al-Fattah Buduran tak hanya menyenangkan, tetapi juga penuh nilai. Sebuah perjalanan kecil yang sarat makna dan semangat belajar Islam.

Tagar.co Rabu pagi, 23 April 2025, langit Sidoarjo tampak cerah. Di bawah cahaya matahari yang hangat, rombongan kecil dari SD Muhammadiyah 1 Krian (SD Sakri) Sidoarjo, tiba di halaman Pondok Pesantren Al-Fattah Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Wajah-wajah kecil itu—anak-anak kelas 5 yang penuh semangat—bersiap menyambut hari yang tak biasa: hari belajar di luar kelas, dalam kegiatan bertajuk Safari Pesantren.

Sebanyak 93 peserta didik dan 10 asatid ikut serta dalam kunjungan edukatif ini. Bagi sebagian dari mereka, ini adalah kali pertama menginjakkan kaki di lingkungan pesantren. Tapi tak ada raut takut atau canggung. Justru yang tampak adalah antusiasme yang meletup, keceriaan yang sulit disembunyikan.

Baca juga: Safari Pesantren SD Sakri: Menjemput Inspirasi Masa Depan di Al-Fattah Sidoarjo

Dari awal masuk sampai kegiatan selesai, anak-anak begitu aktif dan ceria. Ada yang penasaran dengan suasana asrama, ada juga yang tak sabar ikut kegiatan keislaman di aula.

Baca Juga:  Belajar Jadi Santri, 121 Siswa SD Mudri Ikuti Ramadan Ceria di Al-Fattah
Safari Pesantren SD Muhammadiyah 1 Krian di Pondok Al-Fattah Buduran tak hanya menyenangkan, tetapi juga penuh nilai. Sebuah perjalanan kecil yang sarat makna dan semangat belajar Islam.
Penerima reward peserta didik putri dari SD Muhammadiyah 1 Krian (Tagar.co/Taufiq)

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB, menyusuri berbagai aktivitas yang telah disusun pihak pondok. Mulai dari pengenalan kehidupan santri, kegiatan pembiasaan salat berjemaah, hingga mendengarkan ceramah ringan yang membumi.

Anak-anak tampak menikmati proses belajar sambil bermain ini, berpindah dari satu titik ke titik lain dengan langkah-langkah kecil penuh semangat.

Di tengah kegiatan, suasana semakin hidup ketika para peserta diajak bermain kuis dan tantangan kelompok. Canda dan tawa mewarnai pagi hingga menjelang siang. Tak jarang terlihat anak-anak saling menolong saat salah satu temannya kesulitan menjawab pertanyaan atau mengikuti kegiatan fisik.

Setelah rangkaian acara berakhir, Ahmad Suhar, S.Pd., selaku kepala asrama, menutup kegiatan dengan doa bersama. Suasana mendadak hening dan khidmat. Namun, tak lama kemudian, sorak sorai kembali terdengar saat sesi pemberian reward untuk peserta teraktif dimulai.

Penerima reward putra dari SD Muhammadiyah 1 Krian (Tagar co/Kirana)

Para Peraih Penghargaan

Kategori Putri

  • Dinda Dewi Afrilya

  • Kanza Diara Indis

  • Chayshanum Alhumaira Hutama

Kategori Putra:

  • Azka Atharizz Wijaya

  • Ali Zaenal Abidin

  • Ardi Prayoga dan Dorojatun Gabriel Amerta (kategori Qur’an)

Baca Juga:  Tapak Suci Al-Fattah Menggila di SAC 2026, Puluhan Medali Dibawa Pulang

Kegiatan Safari Pesantren ini bukan sekadar kunjungan. Ia menjadi ruang perjumpaan antara pendidikan formal dan pendidikan berbasis pesantren. Sebuah pengalaman berharga yang diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai Islam sejak dini dalam diri anak-anak.

Dengan langkah ringan namun penuh makna, mereka pun meninggalkan Pondok Pesantren Al-Fattah Buduran siang itu—menyimpan kenangan, menanam cita-cita. (#)

Jurnalis Nur Djamilah Penyunting Mohamad Nurfatoni