
Bertarung di ajang nasional SAC 2026 dengan lebih dari 1.500 peserta, santri Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo tampil tanpa gentar. Dari gelanggang seni hingga tanding, tim Tapak Suci mereka sukses memborong medali dan menegaskan diri sebagai kekuatan baru di level nasional.
Tagar.co – Ajang Sport and Art Competition (SAC) 2026 kembali digelar di Maspion Square Surabaya, lokasi yang sama seperti tahun sebelumnya. Digelar Pimpinan Daerah 06 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Surabaya pada 4–8 Februari 2026, kompetisi tingkat nasional ini berlangsung meriah dengan melibatkan lebih dari 1.500 peserta dari 63 kontingen berbagai daerah, antara lain Kalimantan Timur, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Lamongan, dan Situbondo.
Di tengah persaingan ketat, santri Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo tampil impresif. Melalui tim Tapak Suci, mereka sukses mengukir prestasi dengan menyabet puluhan medali dari berbagai kategori seni dan tanding, sekaligus mengharumkan nama pesantren di level nasional.
Baca juga: Masjid ‘Ramah Musafir’ Ar-Royyan Muhammadiyah Diresmikan Haedar Nashir
Sejak babak awal, pertandingan berlangsung sengit. Namun, dengan semangat juang tinggi, disiplin latihan, dan mental bertanding yang matang, para santri Al-Fattah mampu menunjukkan kualitas terbaik mereka di setiap gelanggang.
Tim Tapak Suci Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo berhasil menempatkan diri sebagai Juara Umum I tingkat SMA. Prestasi ini menegaskan konsistensi dan keunggulan pembinaan yang dilakukan pesantren, baik dari sisi teknik, mental, maupun nilai sportivitas.

Guru PJOK Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo, M. Abduh, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian para santri.
“Dalam lomba ini, anak-anak belajar disiplin, fokus, dan sportivitas. Mereka juga dilatih mental bertanding di atas gelanggang serta memahami sikap mempertahankan diri yang benar,” ujarnya.
Ia juga memberi motivasi bagi santri yang belum meraih juara. “Jangan berkecil hati dan jangan pernah menyerah. Setiap kekalahan adalah kesempatan untuk belajar dan meningkatkan diri. Yang terpenting adalah proses berlatih, bukan semata menang atau kalah,” pesannya.
Kepada para peraih prestasi, Ustaz Abduh, sapaannya, menyampaikan terima kasih atas perjuangan dan kerja keras yang telah ditunjukkan. Ia mengingatkan agar para santri tidak cepat berpuas diri dan terus berlatih, karena masih banyak pengalaman serta kesempatan berprestasi yang menanti.
Dia berharap pengalaman di SAC 2026 ini dapat menjadi pelajaran berharga yang diterapkan para santri dalam kehidupan sehari-hari—baik di sekolah, pesantren, maupun di tengah masyarakat.

Daftar Juara Kontingen Al Fattah
Santri SMP
Kategori Seni Putri
- Wifani Azkia – Juara III
- Alfirda Jihan – Juara II
- Vanca Mulya – Juara II
- Queena Khansa – Juara II
- Tita Istiqomah – Juara III
- Balqis Lailia – Juara II
- Yusriya Shoffy – Juara II
- Khansa Amira – Juara III
Kategori Seni Putra
- Zaky Al Fahmi – Juara I
- Ahnaf Zayyan – Juara II
- M. Asep – Juara II
- Ahmad Aziz – Juara II
- Kovu Mahdi – Juara I
- M. Farrel – Juara III
- Farros Wildan – Juara II
Kategori Tanding Putri
- Gelsi Azka – Juara III
- Felorisa Bilqis – Juara III
- Siva Al Habibah – Juara I
- Rhea Aufa – Juara I
- Cantika Salza – Juara I
- Ameliana Citra – Juara II
- Salsabilah Andindiyah – Juara II
Kategori Tanding Putra
- Panji Laras – Juara II
- Fahrizal Arsyad – Juara III
- Alan Tri Wiguna – Juara II
- Cahaya Gunawan – Juara I
- Fernando Arsya – Juara III
- Ravito Alfarizy – Juara III
- M. Fairuz El Bahri – Juara II
- Faruk – Juara II
Santri SMA
- Ramadhan Rizki Sasongko – Juara I
- Abqory Dafi – Juara I
- Fauzan Rizki Ramadhan – Juara II
- M. Fauzan Akbar – Juara II
- Abdi Agung – Juara II
- Guntara Abdurahman – Juara I
- Nafisya Putri – Juara III
Jurnalis Nur Djamilah Penyunting Mohammad Nurfatoni












