Feature

Safari Pesantren SD Sakri: Menjemput Inspirasi Masa Depan di Al-Fattah Sidoarjo

60
×

Safari Pesantren SD Sakri: Menjemput Inspirasi Masa Depan di Al-Fattah Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
Peserta didik SD Sakri menuju lokasi materi kepesantrenan (Tagar.co/Nur Djamilah)

Safari Pesantren SD Muhammadiyah 1 Krian ke Al-Fattah Buduran menjadi ruang perjumpaan yang membekas. Santri cilik belajar langsung kehidupan pondok: dari musaid, salat berjemaah, hingga outdoor seru.

Tagar.co – Rabu pagi yang cerah, 23 April 2025 atau bertepatan dengan 24 Syawal 1446 H, menjadi hari yang penuh makna bagi keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Krian (SD Sakri), Sidoarjo, Jawa Timur. Sebanyak 93 peserta didik bersama 10 asatid pendamping melaksanakan kegiatan Safari Pesantren ke Pondok Pesantren Al-Fattah, Buduran, Sidoarjo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran luar sekolah yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, kepesantrenan, serta mengenalkan peserta didik pada lingkungan pendidikan berbasis asrama.

Baca juga: Dua Hari Penuh Makna: Ramadan Ceria SD Muhammadiyah 1 Krian di Al-Fattah

Disambut hangat oleh keluarga besar SMP Al-Fattah, suasana kekeluargaan begitu terasa sejak rombongan tiba di lokasi.

Dalam sambutannya, Ali Marzuki, S.Pd. mewakili Kepala SD Saki Arum Ndalu, S.Pd., M.Pd. yang berhalangan hadir, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pihak tuan rumah.

Baca Juga:  Santri Al-Fattah Buduran Peringati Hardiknas 2026, Teguhkan Semangat Ilmu dan Nasionalisme
Pengenalan Musaid oleh Ayuni Nur Habibah, S.Sos (Tagar.co/Nur Djamilah)

“Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat dari keluarga besar Al Fattah. Semoga anak-anak kami dapat membawa pulang pengalaman berharga yang dapat membentuk karakter dan wawasan keislaman mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMP Al Fattah, Moh. Mas’al, S.HI., M.Ag., menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini sebagai orientasi dini bagi peserta didik.

“Safari Pesantren ini sangat penting untuk mengenalkan dunia pesantren secara langsung. Kami berharap, setelah ini, mereka bisa menjadikan pesantren sebagai pilihan utama dalam melanjutkan pendidikan,” tuturnya.

Agenda kunjungan berlanjut dengan pengenalan para musaid—sebutan bagi santri pembimbing—yang terdiri dari 3 putra dan 5 putri. Mereka memperkenalkan kehidupan di pondok, mulai dari rutinitas harian hingga nilai-nilai yang dijunjung dalam komunitas santri.

Tak hanya itu, peserta juga mengikuti materi kepesantrenan, tur keliling lingkungan pesantren, serta kegiatan luar ruang yang dirancang untuk membangun semangat dan kebersamaan.

Ali Masykur, S.Pd. mewakili Kepala SD Sakri memberikan sambutan (Tagar.co/Nur Djamilah)

Sayangnya, kegiatan outdoor hanya bisa dinikmati oleh peserta didik putra karena keterbatasan waktu dan teknis. Namun hal tersebut tak mengurangi semangat dan antusiasme seluruh peserta, termasuk para siswi yang tetap merasa senang bisa mengenal lebih dekat dunia pesantren.

Baca Juga:  Santri Al-Fattah Bagikan 500 Paket Takjil di Alun-Alun Sidoarjo

Acara ditutup pada pukul 12.40 WIB dengan salat Zuhur berjemaah dan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala Asrama, Ustaz Ahmad Suhar, S.Pd.

Meski singkat, Safari Pesantren ini meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang terlibat. Sebuah langkah kecil namun berarti dalam menanamkan cita-cita besar di benak para generasi muda.

“Sampai bertemu di kesempatan berikutnya,” tutur salah seorang peserta dengan senyum penuh semangat. (#)

Jurnalis Nur Djamilah Penyunting Mohammad Nurfatoni