
Lebih dari setengah miliar rupiah ZIS disalurkan Lazismu PCM Kebayoran Baru selama Ramadan 1446. Ribuan donatur berpartisipasi, ribuan mustahik menerima manfaatnya di berbagai daerah.
Tagar.co – Ramadan 1446 bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga panggung solidaritas yang luar biasa. Di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan, Lazismu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menorehkan kisah inspiratif: menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta donasi lainnya senilai lebih dari setengah miliar rupiah. Tepatnya, Rp 539.609.764 — angka yang tak sekadar nominal, tapi simbol semangat berbagi yang nyata.
Kisah ini tidak berdiri sendiri. Di balik angka-angka itu, ada lebih dari 5.000 muzakki dan munfiq—dari orang tua siswa sekolah Muhammadiyah hingga dokter dan staf Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring—yang mengulurkan tangan dalam gerakan kebaikan ini. Bahkan Baznas Bazis DKI Jakarta ikut memperkuat sinergi, membuktikan bahwa kolaborasi lintas lembaga bukan mimpi, melainkan realita.
Baca juga: Ramadan Usai, Tugas Sosial Dimulai
Dana yang terhimpun mencerminkan keberagaman niat mulia. Zakat fitrah menyentuh angka Rp 183.557.438 dalam bentuk uang dan 65,4 kg beras. Dana khusus untuk Rumah Yatim Tahfiz Muhammadiyah Kebayoran Baru mencapai Rp 21.642.999, sementara zakat maal umum menembus Rp 75 juta.
Ada pula infak umum sebesar Rp 22.186.887, serta infak dari “kenclengan” siswa yang sementara terkumpul Rp 25.614.522. Tak kalah menggugah, donasi santunan sembako mencapai Rp 176.650.086, ditambah fidiah senilai Rp 10.477.624, dan sumbangan dari tromol Masjid At-Taqwa sebesar Rp 24.480.200.
Semua dana itu tak berhenti di angka namun menjelma menjadi manfaat nyata bagi 5.326 mustahik di berbagai penjuru: warga sekitar cabang dan ranting Muhammadiyah se-Kebayoran Baru, anak-anak yatim piatu, serta masyarakat di Jakarta Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Barat.
Ketua PCM Kebayoran Baru, Ustaz Ahmad Said Matondang, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan besar dari masyarakat. “Semoga ZIS ini membawa manfaat bagi umat,” ujarnya singkat tapi penuh makna. Ketua Lazismu PCM Kebayoran Baru, Manar Imam Muhammadi, pun mengamini. “Kepercayaan ini adalah amanah yang akan kami jaga. Semoga ZIS yang diberikan membawa keberkahan bagi kita semua,” ucapnya, Jumat (4/4/25).
Dalam dunia yang kerap dipenuhi kabar buruk, kabar ini hadir sebagai oase: bahwa kebaikan masih hidup, dan gotong royong belum mati. Lazismu PCM Kebayoran Baru telah membuktikan, bahwa di tengah dinamika zaman, semangat memberi masih menyala, dan Ramadan masih menjadi bulan yang sarat berkah—bukan hanya untuk beribadah, tapi juga berbagi. (#)
Jurnalis Hendra Apriyadi Penyunting Mohammad Nurfatoni












