Feature

Olympicad VIII 2026 Dibuka, Ribuan Peserta Ikuti Senam Kolosal di Unismuh

83
×

Olympicad VIII 2026 Dibuka, Ribuan Peserta Ikuti Senam Kolosal di Unismuh

Sebarkan artikel ini
Ribuan pelajar Muhammadiyah dari berbagai daerah memadati pelataran Gedung Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar, Kamis (12/2/2026), menjelang rangkaian pembukaan Olympic Ahmad Dahlan VIII.. (Tagar.co/istimewa)

Lautan seragam putih memenuhi pelataran Unismuh Makassar saat ribuan pelajar Muhammadiyah dari 36 provinsi bersiap mengikuti pembukaan dan rangkaian Olympicad VIII 2026.

Tagar.co – Pelataran Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sulawesi Selatan, berubah menjadi lautan energi pada Kamis (12/2/2026) pagi. Ribuan pelajar Muhammadiyah dari berbagai penjuru Indonesia memadati area kampus, menghadirkan pemandangan kolosal dalam agenda “Senam Anak Indonesia Hebat” yang menjadi pembuka semarak Olympic Ahmad Dahlan (Olympicad) VIII.

Seragam olahraga beragam warna berpadu dalam satu irama gerak. Dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, para peserta berdiri berbaris rapi, mengikuti instruksi senam dengan penuh antusias. Alunan musik yang ceria menggema di sela-sela gedung kampus, memantik semangat kolektif yang terasa menyatu.

Baca juga: Olympicad VIII Catat 8.557 Peserta, Pelajar Muhammadiyah Siap Berlaga di Makassar

Kegiatan ini menjadi salah satu sorotan utama dalam perhelatan dua tahunan tersebut. Sebelum memasuki arena kompetisi akademik, para peserta diajak menguatkan kebersamaan melalui gerak fisik yang harmonis. Senam bukan sekadar aktivitas olahraga, melainkan simbol ketangguhan, kesehatan, dan optimisme generasi muda Muhammadiyah.

Baca Juga:  Strategi Matang Bawa Mupus Spemdalas Raih Emas Tertinggi Olympicad Makassar

Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PW Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. Erwin Akib, yang turut menyaksikan kemeriahan itu, menegaskan pentingnya keseimbangan antara kesehatan jasmani dan kecerdasan intelektual.

“Lewat senam ini, kita ingin melahirkan kader yang tidak hanya unggul di meja olimpiade, tetapi juga memiliki ketahanan fisik dan mental yang kuat. Ini simbol bahwa pelajar adalah generasi tangguh dan bergembira dalam menuntut ilmu,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia menambahkan, OlympicAD bukan sekadar ajang kompetisi menang dan kalah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi panggung silaturahmi nasional bagi keluarga besar Muhammadiyah.

“Melalui gerakan senam yang kompak ini, kita tanamkan rasa kebersamaan. Mereka adalah bagian dari satu ikatan besar, satu Indonesia, dan satu Muhammadiyah,” tegasnya.

Rektor Unismuh Makassar, Dr. Rakhim Nanda, menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai tuan rumah. Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi arena kompetisi prestasi, tetapi juga ruang kolaborasi kebudayaan dan kesehatan.

“Kampus ini menjadi saksi pertemuan ribuan pelajar dari seluruh Indonesia. Bukan hanya lomba, tetapi juga momentum memperkuat jejaring dan semangat kebangsaan,” tuturnya.

Baca Juga:  Abdul Mu’ti Serukan Lompatan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah

Apresiasi juga datang dari pendamping kontingen, Muslimah Jalaluddin. Ia menilai pelaksanaan senam berlangsung tertib dan meriah, ditambah cuaca Makassar yang bersahabat.

“Kota Makassar menjadi saksi sejarah OlympicAD VIII. Cuaca yang cerah memberi semangat lebih bagi para peserta,” katanya.

Berdasarkan data panitia, total partisipan OlympicAD VIII mencapai 8.525 orang, terdiri atas 4.838 peserta lomba dan 3.687 pendamping. Mereka berasal dari 36 provinsi, dari Aceh hingga Papua. Sekitar 700–800 sekolah Muhammadiyah dari berbagai jenjang turut ambil bagian dalam ajang ini.

Usai agenda senam pagi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah workshop, di antaranya Workshop International Exchange School Muhammadiyah, Workshop Coding dan Kecerdasan Artifisial, serta Workshop Bekerja di Luar Negeri untuk Siswa SMK.

Pembukaan resmi OlympicAD VIII dijadwalkan berlangsung pada Kamis (12/2/2026) pukul 13.30 Wita di Gedung Balai Sidang Unismuh Makassar. Ribuan pelajar itu pun bersiap memasuki arena kompetisi, membawa semangat fastabiqul khairat dalam bingkai persaudaraan nasional. (*)

Jurnalis Hendra Apriyadi Penyunting Mohammad Nurfatoni