Feature

Ketika Menteri Abdul Mu’ti Jadi Guru di SMP Negeri 1 Komodo

38
×

Ketika Menteri Abdul Mu’ti Jadi Guru di SMP Negeri 1 Komodo

Sebarkan artikel ini
Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat “mengajar” di SMP Negeri 1 Komodo, NTT

Kejutan terjadi di SMP Negeri 1 Komodo! Mendikdasmen Abdul Mu’ti tiba-tiba hadir di kelas, mengajar, berdiskusi dengan siswa, serta membagikan inspirasi dan kebiasaan sukses untuk masa depan.

Tagar.co — Suasana pagi di SMP Negeri 1 Komodo, Labuan Bajo, NTT mendadak berubah ketika Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, hadir di sekolah tersebut. Dalam rangka kunjungannya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 11-12 Maret, Mendikdasmen menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung dengan siswa dan guru sebelum kembali ke Jakarta.

Kehadiran Mendikdasmen yang tak terduga itu membuat para siswa dan guru terkejut. Dengan ramah, ia menyapa dan menanyakan mata pelajaran yang sedang diajarkan di beberapa kelas. Salah satu kelas yang dikunjunginya adalah kelas VII B, yang saat itu tengah belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan materi tentang status sosial dan peran sosial.

Baca juga: Menyapa Pelajar Indonesia, Mendikdasmen: Lakukan Ibadah Intelektual

Tema ini menarik perhatian Menteri Mu’ti sehingga ia lanjut memberikan pertanyaan kepada murid. “Apa bedanya status sosial dan peran sosial. Apa saja status sosial yang kalian tahu?”

Secara bergantian dan penuh semangat, para murid menjawab bahwa status sosial di masyarakat yaitu Bupati, Kepala Desa, Lurah, Ketua RT/RW. Sedangkan status sosial di sekolah adalah guru, kepala sekolah, dan lain-lain. Lalu, ayah, ibu, anak, adalah status sosial yang disebutkan para siswa.

“Ternyata setiap orang punya status sosial masing-masing sesuai dengan lingkungan di mana dia berada ya,” ujar Mu’ti seraya mengatakan bahwa setiap status sosial, memiliki peran yang berbeda.

“Kalau bupati dan kepala sekolah berperan sebagai pemimpin maka anak-anak perannya apa?” tanya Menteri Mu’ti lagi. “Belajar, membantu orang tua,” jawab murid-murid bersahutan.

Sambil tersenyum mendengar jawaban mereka, Mendikdasmen berpesan, agar  para siswa selalu rajin belajar supaya menjadi anak yang hebat.

“Tidak boleh merasa rendah diri karena berasal dari daerah maupun karena status ekonomi dan profesi orang tua. Jika kalian ingin menjadi anak hebat di kemudian hari, lakukan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” pesannya, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen yang diterima Tagar.com, Rabu (12/3/25) sore.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti disambut para guru di SMP Negeri 1 Komodo, NTT

Sebagai motivasi, ia membagikan konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Ia juga menekankan bahwa semua ilmu yang dipelajari di sekolah bermanfaat untuk masa depan dan menyarankan siswa untuk aktif dalam berbagai kegiatan sosial, seperti berolahraga, bermain dengan teman, serta menjenguk teman yang sakit.

Di akhir kunjungannya, Mendikdasmen menanyakan apakah siswa telah mendapatkan makan siang bergizi. Jawaban spontan mereka yang menyatakan kepuasan atas program tersebut menunjukkan harapan agar inisiatif ini dapat terus berlanjut. Kunjungan singkat namun berkesan ini memberikan semangat baru bagi siswa dan guru di SMP Negeri 1 Komodo. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni