
Ribuan murid SD Al-Hikmah Surabaya berbaris rapi, bergerak kompak dalam senam pagi bersama Menteri Abdul Mu’ti. Suasana penuh keceriaan itu menjadi simbol semangat sehat dan sinergi sekolah.
Tagar.co – Suasana riuh penuh semangat mewarnai halaman SD Al-Hikmah Surabaya. Lebih dari seribu murid dan guru menyambut kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam kegiatan Pak Menteri Menyapa.
Pagi itu, Sabtu (23/8/25), mereka bersama-sama mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat. Dari barisan depan hingga ke sudut lapangan, murid-murid berseragam ungu putih tampak kompak bergerak mengikuti irama. Guru-guru yang mendampingi pun larut dalam gerakan senam, menciptakan pemandangan yang penuh keceriaan dan energi kebersamaan.
Baca juga: Gerakan Numerasi Nasional Diluncurkan, Abdul Mu’ti: Akar Ilmu Pengetahuan
Acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum menanamkan pentingnya pola hidup sehat sejak dini. Menteri Mu’ti menyampaikan apresiasinya atas sinergisitas warga sekolah yang mampu membangun lingkungan belajar sehat, aman, dan nyaman. Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan bantuan untuk mendukung program pengelolaan sampah yang telah berjalan di sekolah.
“Bantuan yang kita berikan untuk membantu pengembangan bakat dan minat anak-anak di sekolah. Bantuan ini adalah program yang sangat bagus. Anak-anak dibiasakan untuk memiliki kegiatan yang ramah lingkungan untuk membiasakan diri hidup sehat, serta menciptakan lingkungan yang bersih,” ungkapnya sambil meninjau Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Ia berharap bantuan tersebut dapat menjaga keberlangsungan budaya hidup bersih di SD Al-Hikmah.

Bangun Karakter sejak Dini
Selain soal lingkungan sehat, Mendikdasmen menekankan pentingnya membangun karakter sejak dini. Ia mengingatkan bahwa murid akan menjadi generasi hebat jika mampu menghidupkan nilai-nilai Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, seperti kemandirian, kedisiplinan, dan rasa percaya diri.
“Anak-anakku, kalian adalah anak-anak yang hebat, kalian semua memiliki kemampuan, memiliki bakat yang merupakan anugerah Allah Swt. Karena itu jangan jadi anak yang penakut atau rendah diri. Jadilah anak-anak yang senantiasa bersemangat,” pesannya.
Ia juga mengingatkan murid untuk tidak menyia-nyiakan waktu. “Anak-anak, kalau kita membuang-buang waktu maka kita akan menjadi orang yang merugi. Karena itu maka gunakan waktu yang sebaik-baiknya untuk kegiatan yang bermanfaat seperti olahraga,” terang Mu’ti.

Tiga Fokus Program Kemendikdasmen
Dalam sesi diskusi, Abdul Mu’ti menjelaskan tiga fokus utama program Kemendikdasmen. Pertama, membiasakan anak memiliki karakter kuat melalui kegiatan yang bermanfaat.
Kedua, memperbaiki proses belajar mengajar dengan Pembelajaran Mendalam agar murid lebih senang belajar. Ketiga, memberikan dukungan fasilitas bagi sekolah dan kesejahteraan guru.
“Sehingga sekolah-sekolah kita menjadi sekolah yang bagus, sekolah yang keren, dan Bapak Ibu guru semakin semangat dalam mengajar,” ujarnya disambut tepuk tangan guru dan murid.

Apresiasi dari Sekolah dan Yayasan
Kehadiran Mendikdasmen disambut hangat Kepala Sekolah SD Al Hikmah Surabaya, Deni Megawati. “Masya Allah, anak-anak sangat antusias dengan hadirnya Pak Menteri, anak-anak lebih bersemangat, dan kami sangat berterima kasih kepada Pak Menteri sudah berkenan hadir di SD Al Hikmah Surabaya,” katanya.
Menurut Deni, bantuan pengelolaan sampah dari kementerian sangat relevan. “Bantuan Pak Menteri tentang pengelolaan sampah ini sangat relevan bagi kami agar bisa memanfaatkan sampah yang ada di sekolah sehingga lebih berdaya guna. Sekolah kami juga memiliki duta lingkungan dan program pengelolaan sampah Eco Green,” jelasnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua Pembina Yayasan SD Al Hikmah, Abdul Kadir. Ia menyebut kunjungan ini sebagai kehormatan besar. “Kami ucapkan terima kasih pada Bapak Menteri Pendidikan. Suatu kehormatan bagi Al Hikmah yang baru kali ini didatangi oleh Menteri,” ucapnya.
Abdul Kadir menekankan pentingnya peran wali kelas dalam pendidikan dasar. “Wali kelas itu ibarat kepala sekolah kecil di kelas. Selain mengajar, wali kelas itu juga kepala sekolah kecil yang memperhatikan kualitas guru, moral, dan kelakuan anak. Dialah yang menghubungkan sekolah dan wali murid, bahkan membangunkan anak-anak untuk salat subuh. Perannya sangat besar dalam membentuk karakter anak,” tutupnya. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












