Feature

Sahur Unik UMM, Barbeque bareng Ojol dan Tukang Becak

32
×

Sahur Unik UMM, Barbeque bareng Ojol dan Tukang Becak

Sebarkan artikel ini
Seorang tukang becak dan pengemudi ojol mengikuti Sahur on the Road (SOTR) UMM Rabu 5 Maret 2025.

Sahur bukan sekadar makan, tapi juga kebersamaan. UMM menghadirkan konsep unik dengan barbeque bersama tukang becak dan ojol, menciptakan momen hangat di tengah dinginnya dini hari.

Tagar.co – Senyum mengembang di wajah para tukang becak dan pengemudi ojek online (ojol) yang berkerumun di sekitar Mobil Kamis Membaca (Kaca) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Di bawah langit dini hari yang masih gelap, mereka duduk bersama menikmati aroma daging yang dipanggang di atas bara api.

Bukan sekadar sahur biasa, tetapi pengalaman yang penuh kehangatan dan kebersamaan. Inilah Sahur on the Road (SOTR) UMM dengan konsep unik: barbeque bersama di tengah kota Malang, tepatnya di kawasan Pasar Besar, pada Rabu (5/3/25) dini hari.

Baca juga: Lulus tanpa Skripsi, Wisudawan UMM Ini Raup Omzet Puluhan Juta dari Bisnis Laundry Sepatu

Di tengah kebiasaan sahur dengan makanan sederhana atau sekadar roti dan minuman hangat, sahur dengan barbeque tentu menjadi kejutan manis bagi mereka yang jarang mendapat kesempatan menikmati hidangan istimewa.

Baca Juga:  Paradoks Keberagamaan: Ibadah Ramai, Moral Sosial Melemah

Kepala Humas UMM, Dr. M. Isnaini, M.Pd., menuturkan agenda ini sengaja dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang kerap terpinggirkan dari kemewahan kuliner sehari-hari.

“Misalnya saja bapak-bapak tukang becak yang mungkin tidak tiap hari bisa makan enak. Begitu juga dengan para pengemudi ojek online yang sering hanya mengantarkan makanan untuk orang lain. Kali ini, mereka bisa benar-benar menikmati suasana sahur yang menyenangkan dan hangat,” jelas Isnaini.

Tak hanya soal makanan, SOTR kali ini juga menghadirkan ruang interaksi yang lebih luas. Meja-meja dan kursi ditata, menciptakan suasana yang lebih akrab. Para peserta bisa mengobrol santai, berbagi cerita, bahkan membaca buku yang disediakan Mobil Kaca. “Kami ingin memberikan lebih dari sekadar makanan. Kami ingin menciptakan pengalaman yang membangun rasa kebersamaan,” tambah Isnaini.

Lebih dari Sekadar Makan: Membangun Rasa Kemanusiaan

Koordinator Mobil Kaca, Hassanalwildan, menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya tentang membagikan makanan, tetapi juga mempererat hubungan antar sesama. “Ini menjadi cara kami untuk bersilaturahmi dengan saudara-saudara kita di jalanan. Para tukang becak, ojol, hingga anak-anak patrol sahur. Apalagi di bulan suci ini, kami ingin menghidupkan kembali sikap kemanusiaan yang sering terlupakan karena kesibukan sehari-hari,” katanya.

Baca Juga:  Menghidupkan Kembali Budaya Bertanya di Kelas

Kehangatan ini juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satu pengemudi ojek online, Alfarizi, mengaku terkejut dengan konsep sahur yang tidak biasa ini. Ia awalnya hanya melewati keramaian, namun tak menyangka akan diajak bergabung dan menikmati sahur bersama.

“Biasanya, kegiatan sahur on the road hanya membagikan nasi kotak, lalu pergi. Tapi ini berbeda. Mereka benar-benar mengajak kami duduk, makan bersama, bahkan ngobrol sampai adzan subuh. Rasanya seperti sahur di rumah bersama keluarga,” ujar Alfarizi dengan wajah berbinar, dikutip dari siaran pers Humas UMM yang diterima Tagar.co, Kamis siang.

Menebar Manfaat, Menyebarkan Kebahagiaan

Bagi UMM, kegiatan ini adalah bagian dari upaya untuk menebar manfaat seluas-luasnya. Dengan berbagi momen kebersamaan dan kebahagiaan, mereka berharap bisa memberikan sedikit kehangatan di tengah kehidupan yang serba cepat dan sibuk. Ke depan, mereka pun berencana untuk terus mengembangkan konsep ini di daerah lain.

Dengan bara api yang menyala dan tawa yang mengiringi, Sahur Barbeque UMM bukan sekadar sahur biasa. Ini adalah kisah tentang berbagi, tentang kepedulian, dan tentang bagaimana kehangatan bisa hadir di mana saja, bahkan di tengah dinginnya dini hari. (*)

Baca Juga:  Wujudkan Deep Learning, UMM Kembangkan Modul Ajar Berbasis STEM

Penyunting Mohammad Nurfatoni