
Lulus tanpa skripsi, Rafidhan sukses membangun bisnis laundry sepatu dengan omzet puluhan juta per bulan. Kisahnya penuh inspirasi, dari usaha kecil hingga membuka cabang dan menciptakan lapangan kerja.
Tagar.co – Rafidhan, seorang wisudawan berprestasi dari Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memiliki kisah inspiratif yang patut diacungi jempol. Berkat kerja keras dan inovasinya di dunia bisnis, ia tidak hanya mampu lulus tanpa skripsi tetapi juga sukses membangun usaha dengan omzet puluhan juta rupiah per bulan.
Berawal dari kepekaan terhadap peluang, Rafidhan melihat bahwa di daerahnya, Pandaan, belum ada layanan khusus untuk mencuci sepatu. Ia pun memberanikan diri membuka bisnis laundry sepatu dengan nama “Semakinbersih” pada tahun 2021. Tanpa modal besar, ia memulai usahanya dengan sistem jemput bola, mengambil sepatu dari rumah pelanggan dan mencucinya sendiri.
Perlahan, bisnisnya berkembang dan pada 2023, ia berhasil membuka cabang pertama di Pandaan, Pasuruan. Setahun kemudian, ia melebarkan sayap ke Malang dengan membuka cabang kedua di Jalan Dermo. Kini, “Semakinbersih” meraup omzet hingga Rp20 juta per bulan dan bahkan telah merambah bisnis sepatu second brand.
Namun, perjalanan menuju kesuksesan tak selalu mulus. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya adalah minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan sepatu. “Banyak orang menganggap mencuci sepatu tidak perlu dilakukan secara khusus. Padahal, perawatan yang benar bisa membuat sepatu lebih awet dan tetap nyaman digunakan,” ujarnya. Tak menyerah, Rafidhan aktif mengedukasi pelanggan dan terus meningkatkan kualitas layanan agar bisnisnya semakin berkembang.
Salah satu strategi kunci dalam bisnisnya adalah pengelolaan keuangan yang disiplin. Ia memisahkan uang bisnis dan pribadi dengan menggunakan ATM terpisah. Prinsip ini membantunya mengatur pemasukan dan pengeluaran secara jelas, sehingga keuntungannya bisa diinvestasikan kembali untuk membeli peralatan profesional serta ekspansi usaha.

Tak hanya sukses di dunia bisnis laundry sepatu, Rafidhan juga mengembangkan usaha di bidang fotografi. Pada 2023, ia mengajukan pendanaan untuk bisnis fotografi wisuda outdoor bernama “re.grads” dan berhasil mendapatkan modal sebesar Rp18 juta. Usaha ini kini berkembang pesat dengan jaringan fotografer di berbagai kota di Indonesia.
Atas keberhasilannya, bisnis laundry sepatu “Semakinbersih” pun lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan menerima bantuan dana sebesar Rp12 juta. Berkat pencapaian luar biasanya, Rafidhan mendapat reward konversi bebas skripsi dari Prodi Agribisnis, memungkinkan ia lulus tepat waktu dalam 3,5 tahun. Dia pun diwisuda pada Kamis (27/2/25) lalu.
Rafidhan berharap usahanya tidak hanya membawa manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi masyarakat. Ia ingin menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan. “Saya ingin bisnis ini terus berkembang dan bisa memberikan dampak positif bagi banyak orang. Sebab, kebersihan bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bagian dari iman,” katanya penuh semangat, dikutip dari siaran pers Humas UMM yang diterima Tagar.co, Selasa (4/3/25) siang.
Kisah Rafidhan adalah bukti bahwa dengan kerja keras, keberanian, dan inovasi, siapa pun bisa mencapai kesuksesan bahkan sebelum resmi menyandang gelar sarjana. (*)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












