
Masjidilharam menyambut Ramadan dengan berbagi! Sebanyak 5,5 juta hidangan berbuka dibagikan kepada jemaah sepanjang bulan suci ini—menghadirkan kebersamaan dan keberkahan di tanah suci.
Tagar.co – Ramadan di Masjidilharam selalu menghadirkan suasana yang menggetarkan hati. Jemaah dari berbagai penjuru dunia duduk berjajar, menanti kumandang azan Maghrib yang menandakan waktu berbuka puasa. Tahun ini, lebih dari 5,5 juta hidangan iftar (berbuka) telah disiapkan untuk dibagikan kepada para jemaah sepanjang bulan suci Ramadan tahun 1466 Hijriah atau 2025 Masehi.
Baca juga: Solidaritas Global Ramadan: Arab Saudi Distribusikan 700 Ton Kurma untuk 102 Negara
Menurut laporan The Islamic Information, program ini merupakan bagian dari upaya besar Arab Saudi dalam menyediakan fasilitas terbaik bagi umat Islam yang datang beribadah ke Masjidilharam selama Ramadan.
Mengelola Jutaan Hidangan Iftar: Upaya Kolosal yang Terorganisir
Menyajikan jutaan hidangan dalam waktu satu bulan bukanlah tugas yang mudah. Setiap hari, ribuan relawan dan pekerja bekerja sama untuk memastikan makanan tersaji dengan standar kebersihan yang tinggi. Titik distribusi telah ditentukan di berbagai sudut Masjidilharam, memungkinkan jemaah menerima makanan dengan tertib dan nyaman.
Selain hidangan utama, sebanyak 20.000 kontainer air Zamzam juga disediakan setiap hari agar jemaah tetap terhidrasi selama beribadah di tengah cuaca panas. Air suci ini menjadi elemen penting bagi jemaah yang ingin melepas dahaga sekaligus memperoleh keberkahan.
Untuk kenyamanan ibadah, 33.000 sajadah baru telah digelar di halaman dan ruang utama Masjidilharam. Dengan karpet yang bersih dan nyaman, jemaah dapat melaksanakan salat dengan lebih khusyuk.
Dukungan Mobilitas bagi Jamaah
Di tengah jutaan jemaah umrah yang datang, tidak semua memiliki mobilitas yang mudah. Oleh karena itu, otoritas Masjidilharam menyediakan 10.000 kereta dorong manual dan 400 kereta golf listrik untuk membantu lansia dan penyandang disabilitas. Menurut laporan The Islamic Information, inisiatif ini bertujuan untuk memberikan akses yang lebih baik bagi semua jamaah agar mereka dapat beribadah dengan lebih nyaman.
Layanan ini tidak hanya mempermudah pergerakan jemaah di area masjid, tetapi juga menunjukkan bagaimana teknologi dan perencanaan modern diterapkan untuk meningkatkan pengalaman spiritual di tempat suci ini.
Lebih dari Sekadar Makanan: Makna Iftar di Masjidil Haram
Berbuka puasa di Masjidilaharam bukan sekadar soal makanan yang tersaji, tetapi lebih kepada pengalaman spiritual yang mendalam. Duduk berdampingan dengan sesama muslim dari berbagai negara, berbagi makanan, dan merasakan atmosfer sakral di hadapan Ka’bah adalah momen yang sulit dilupakan.
Tradisi berbuka bersama di Masjidilharam telah menjadi simbol kebersamaan dan solidaritas umat Islam. Di sini, tidak ada batasan sosial, tidak ada sekat kebangsaan—semua berkumpul sebagai satu umat, berbagi rezeki, dan memperkuat persaudaraan dalam Islam.
Ramadan di Masjidil Haram: Perpaduan Tradisi dan Modernitas
Dengan jumlah jemaah yang terus meningkat setiap tahunnya, otoritas Arab Saudi terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik. Kombinasi antara tradisi, spiritualitas, dan fasilitas modern menjadikan Remadan di Masjidilharam sebagai pengalaman yang tak tertandingi di dunia.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam menyediakan pelayanan optimal bagi jemaah yang datang dari berbagai penjuru dunia. Setiap detik yang dihabiskan di tanah suci selama Ramadan adalah anugerah, dan bagi mereka yang berkesempatan untuk berbuka puasa di sini, itu adalah kenangan yang akan selalu terpatri dalam hati. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












