FeatureUtama

Silakwil ICMI di Malang: Dari Pesan Habibie hingga Legacy untuk Masa Depan Indonesia

49
×

Silakwil ICMI di Malang: Dari Pesan Habibie hingga Legacy untuk Masa Depan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Silakwil ICMI Jatim di Universitas Brawijaya menegaskan peran cendekiawan Muslim dalam transformasi pendidikan, ekonomi syariah, dan moderasi beragama, dengan pesan kuat dari BJ Habibie tentang lima pilar kualitas hidup.
Pembukaan Silakwil ICMI Jatim di Universitas Brawijaya, Malang, Sabtu (15/2/25)

Silakwil ICMI Jatim di Universitas Brawijaya menegaskan peran cendekiawan Muslim dalam transformasi pendidikan, ekonomi syariah, dan moderasi beragama, dengan pesan kuat dari BJ Habibie tentang lima pilar kualitas hidup.

Tagar.co – Silaturahmi Wilayah (Silakwil) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jatim digelar di Auditorium Universitas Brawijaya Malang, Sabtu (15/2/25). Acara ini dihadiri oleh para aktivis ICMI Jawa Timur, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan ormas Islam, serta jajaran sivitas akademika Universitas Brawijaya Malang.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc, dalam sambutannya mengingatkan bahwa ICMI telah hadir selama 35 tahun dan turut berperan dalam perubahan tatanan negeri. Menurutnya, saat ini ICMI harus fokus pada percepatan teknologi informasi serta perkembangan dan tata kelola ekonomi. “ICMI harus hadir di dunia pendidikan, dan negara harus berperan dalam peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Baca juga: 30 UMKM Binaan Alisa Khadijah Ramaikan Silakwil ICMI Jatim di Malang

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan pengetahuan di masyarakat. Dalam konteks politik, ia mengamati bahwa pemilu masih mengandalkan pesta demokrasi, di mana masyarakat masih banyak yang bergantung pada bantuan sosial.

Baca Juga:  Silence of the Experts dan Demokrasi yang Gelisah

Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) ICMI Jawa Timur, Prof. Ulul Albab, dalam sambutannya mengenang masa-masa saat dirinya menjadi mahasiswa di Universitas Brawijaya. Ia menegaskan bahwa forum Silakwil ini bukan hanya membahas masa lalu, melainkan merancang masa depan dengan kolaborasi yang telah dibangun, termasuk bersama aktivis Masjid Kampus Raden Patah.

“ICMI harus menetapkan legacy, mengurai permasalahan, dan menulis masa depan diri, bangsa, serta negara,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan dua buku kepada Rektor Universitas Brawijaya sebagai simbol kontribusi pemikiran ICMI.

Ketua ICMI Pusat, Prof. Arif Satria, dalam sambutannya melalui video menyatakan bahwa Silakwil bertujuan merumuskan program-program strategis ke depan. ICMI, menurutnya, harus mampu bertransformasi untuk meningkatkan kualitas pembangunan masyarakat.

Ia pun mengutip pesan B.J. Habibie tentang lima pilar utama yang masih relevan hingga saat ini, yaitu kualitas bekerja, kualitas berpikir, kualitas berkarya, kualitas iman dan takwa, serta kualitas kehidupan.

Ketua ICMI Orwil Jatim Ulul Albab mneyerahkan cenderamata pada Rektor Universitas Brawijaya Malang Widodo, Sabtu (15/2/25)

Sementara itu, Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, yang mewakili Gubernur Jawa Timur, menyampaikan apresiasi terhadap peran ICMI dalam mengawal pembangunan di Jawa Timur. “ICMI menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan, baik melalui tulisan, pendampingan pendidikan di sekolah dan pesantren, maupun penggerak ekonomi syariah kreatif,” katanya. Ia juga menekankan bahwa ICMI berperan sebagai jembatan moderasi beragama dengan penguatan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Baca Juga:  Ramadan 2026 Diprediksi Jadi Musim Emas Umrah

Ketua Dewan Penasehat ICMI Jatim, Taufiq AB, mengingatkan bahwa sejak berdiri 35 tahun lalu, ICMI telah menjadi wadah bagi kaum intelektual Muslim. “Nasihat saya kepada para aktivis ICMI adalah untuk selalu bersyukur. Bersyukur itu membutuhkan iman dan koneksi dengan Allah,” ujarnya, dikutip dari siaran pers humas panitia yang diterima Tagar.co, Sabtu siang.

Ia juga mengingatkan agar para cendekiawan berhati-hati dalam menggunakan ilmu dan kecendekiawanan. “Saya tertarik dengan ICMI karena sosok BJ Habibie, seorang intelektual yang keislamannya begitu mendalam dengan akhlak yang luar biasa,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa ICMI harus terus mengawal intelektualitas dan keislaman sebagai panduan bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan ekonomi.

Sebagai penutup, acara Silakwil ICMI Jatim 2025 ditandai dengan pertukaran cendera mata antara Ketua ICMI Orwil Jatim Prof. Ulul Albab  dan Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo sebagai simbol kerja sama dan sinergi dalam membangun kualitas bangsa. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni