FeatureUtama

Prabowo Bahas Geopolitik Global di Tanwir, Din Syamsuddin: Itu Pikirannya sejak Dulu

31
×

Prabowo Bahas Geopolitik Global di Tanwir, Din Syamsuddin: Itu Pikirannya sejak Dulu

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menyalami Din Syamsuddin di acara pembukaan Tanwir Muhammadiyah di Kupang NTT, Rabu (4/12/24) (Foto republika.co.id)

Presiden Prabowo Subianto membahas isu geopolitik dalam amanatnya di pembukaan Tanwir Muhammadiyah di Kupang. Dari soal Korea Selatan hingga Rusia.

Tagar.co – Sejumlah persoalan geopolitik global disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan amanat pada pembukaan Tanwir dan Resepsi Milad Ke-112 Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (5/12/24).

“Jadi saudara-saudara dalam kondisi penuh ketidakpastian di mana hitungan sekarang adalah di Eropa terjadi kurang lebih 17 persen kemungkinan perang nuklir. Ini pengamatan pakar-pakar di Eropa. Karena negara Barat mengizinkan peluru-peluru jangka jauh, jarak jauh, mereka menyerang Rusia. Rusia sekarang mengatakan dia boleh menyerang negara-negara Barat menggunakan senjata-senjata yang paling mutakhir. Belum Timur Tengah, belum di Asia, Taiwan dan Korea Utara,” kata Prabowo, dilansir dari detik.com.

Prabowo kemudian menyinggung Korea Selatan yang sempat menetapkan darurat militer. Dia mengajak agar masyarakat tidak lengah dan terlalu santai.

“Kalau tidak salah tadi malam Pemerintah Korea Selatan menyatakan keadaan darurat di Korea. Jadi saudara-saudara marilah kita jangan terlalu lengah, jangan terlalu santai,” ujarnya.

Baca Juga:  147 Lawan 7: Indonesia Vs AS dalam ATR

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto: Din Syamsuddin Kawan Lama Saya

Prabowo menyebut kalau Indonesia jalur perdagangan dunia akan berpengaruh terhadap situasi Indonesia. Hal itu tidak menutup kemungkinan Indonesia terseret dalam konflik dunia.

“Kita Non Blok, kita tidak memihak, kita menghormati semua negara, itu maunya kita. Tapi saudara-saudara 40 persen dari seluruh perdagangan dunia lewat lautan Indonesia, 40 persen seluruh perdagangan seluruh dunia lewat perairan kita. 70 persen energi Tiongkok, Korea, dan Jepang lewat perairan Indonesia,” ujarnya.

Prabowo pun mengingatkan bahwa perang sudah terjadi di berbagai belahan dunia. Ia menyebutkan, negara-negara Barat sudah mengizinkan peluru-peluru jarak jauh mereka untuk menyerang Rusia.

Karena itu, Prabowo menilai diperlukan kepemimpinan politik yang andal ditambah dengan kerukunan seluruh kalangan.

“Bisakah kira-kira kalau terjadi perang besar bisakah kita tidak terseret? Untuk itu kita butuh kepemimpinan politik yang andal dan kepemimpinan politik yang saya maksud bukan kepemimpinan politik yang hanya dari pemerintah, dan untuk itu perlu ada kerukunan, perlu ada jiwa besar dari semua kalangan,” ujarnya.

Baca Juga:  Ribuan Peserta Bakal Padati Halalbihalal Muhammadiyah Sidoarjo, Ini Susunan Acaranya

Diapresiasi Din Syamsuddin

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun periode 2005-2010 dan 2010-2015 Din Syamsuddin mengungkapkan apa yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam amanatnya di tanwir itu merupakan pikirannya sejak dulu.

Wawasannya tentang geopolitik global dan potensi ancaman terhadap Indonesia sudah sering diucapkan sejak dulu,” ujarnya, kepada Tagar.co Kamis (5/12/24).

“Saya tahu persis itu semua karena dulu grup kami, termasuk Fadli Zon dan Ahmad Muzani, sering bertemu di kediaman Prabowo Subianto, yang dipanggilnya Omar (karena seperti Umar bin Khattab yang telat masuk Islam tapi menjadi pembela Islam),” tambahnya.

Din Syamsuddin juga mengapresiasi Prabowo yang mengakui kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa, terutama peran tokoh Muhammadiyah Jenderal Besar Sudirman bagi TNI.

“Itu sudah menjadi bagian dari alam bawah sadar Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto,” kata Din Syamsuddin. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni