Feature

33 Tahun Aktif Berorganisasi Terinspirasi An-Nahl

45
×

33 Tahun Aktif Berorganisasi Terinspirasi An-Nahl

Sebarkan artikel ini
33 tahun aktif berorganisasi memang tak mudah. Siti Faizah telah membuktikan, berbagai lelah dan tantangan lainnya bisa ia atasi berkat terinspirasi An-Nahl ayat 97.
Siti Faizah mengungkap 33 tahun aktif berorganisasi terinspirasi An-Nahl. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

33 tahun aktif berorganisasi memang tak mudah. Siti Faizah telah membuktikan, berbagai lelah dan tantangan lainnya bisa ia atasi berkat terinspirasi An-Nahl ayat 97.

Tagar.co – Sekretaris Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik Ir. Siti Faizah berdiri di hadapan kader Aisyiyah GKB. Kompak dengan para peserta Baitul Arqam Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) GKB, ia mengenakan seragam batik Nasional Aisyiyah.

Di balik podium, Faiz-sapaan akrabnya-membacakan ayat yang menjadi spiritnya selama ini. Yakni An-Nahl ayat 97.

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Faiz menegaskan, ayat ini tidak mengenal gender. “Jelas Allah menjamin laki-laki maupun perempuan yang beramal saleh dalam keadaan beriman. Allah akan menjamin memberikan balasan lebih baik atas apa yang mereka lakukan,” terangnya.

Baca Juga:  AUM sebagai Ujung Tombak Dakwah Muhammadiyah

Di Andalusia Hall SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) itu, Faiz mengungkap, ayat inilah yang menjadikannya aktif berorganisasi. “Saya di Nasyiah mulai tahun 1991 sampai sekarang lanjut aktif di Aisyiyah. 33 tahun saya aktif di organisasi,” kenangnya, Sabtu (30/11/2024).

Apa tidak capek? Pertanyaan retorik ini lantas Faiz jawab dengan tegas, “Kalau dibanding dukanya, banyak berbahagianya. Yang membuat semangat itu tadi, An-Nahl 91.”

Kaderisasi Wajib

Sebelum membuka Baitul Arqam bertema “Peneguhan Ideologi Kepemimpinan Profetik” dengan basmalah, Faiz mewakili Ketua PDA Gresik Innik Hikmatin, M.Pd.I yang uzur syar’i menyampaikan salam takzim untuk Bapak Ibu yang hadir.

“Mudah-mudahan langkah kita dari rumah ke sini dicatat sebagai amal salih,” harap wanita yang sehari-harinya aktif di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) ini.

Kemudian ia menjelaskan, “Kaderisasi, proses pengaderan, harus dilaksanakan. Sebagai organisasi tua yang sampai saat ini masih survive, 106 tahun untuk Aisyiyah, kita patut berbangga. Namun perlu kita perhatikan kaderisasinya.”

Sebab, ia menyadari Muhammadiyah kini kekurangan kader. “Dengan jumlah kita yang besar, ternyata kita masih kekurangan kader. Bisa kita lihat dari personel yang ada di kepemimpinan. Jadi 4L, lu lagi-lu lagi,” jelas Faiz.

Baca Juga:  Peningkatan Jumlah Siswa, Spemdalas Raih Bonus dari PDM Gresik

Fenomena 4L ini menurutnya menunjukkan proses transformasi kader belum dilakukan maksimal. “Apakah yang sudah duduk di kepemimpinan itu tidak mau tergantikan?Atau belum ada kader yang mau mengganti?” tanyanya.

Menurutnya, periode kepemimpinan baiknya bertahan dua periode. “Tidak harus kita yang di depan. Kita bisa di tengah atau di belakang. Kalau di depan kita sebagai contoh. Kalau sudah tidak jadi pimpinan harian, kita di tengah menguatkan. Atau di belakang jadi pendukung,” ajaknya.

33 tahun aktif berorganisasi memang tak mudah. Siti Faizah telah membuktikan, berbagai lelah dan tantangan lainnya bisa ia atasi berkat terinspirasi An-Nahl ayat 97.
Sekretaris PDA Gresik Ir. Siti Faizah saat mengenang dirinya 33 tahun aktif berorganisasi. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Perkaderan Formal

Di hadapan 45 peserta, Faiz mengatakan, Baitul Arqam ini salah satu pengaderan formal yang harus terlaksana. “Mulai dari prosesnya, kurikulumnya, sudah diatur. Jadi tidak boleh mengenyang lagi. Harus Ibu-Ibu ikuti. Kalau non formal, bisa menyesuaikan cabang masing-masing,” tegasnya.

Kalau nanti ada kader Aisyiyah GKB yang tidak bisa mengikuti, sambungnya, bisa PCA GKB titipkan ke cabang lain. Sejauh ini, Faiz mengungkap, dari 18 PCA se-Kabupaten Gresik, PCA GKB menyelenggarakan Baitul Arqam ke-17. “Kurang 1 cabang, Menganti,” katanya.

Sesuai arahan PWA, Faiz menekankan, Baitul Arqam pimpinan harus tuntas. “Setelah itu apakah selesai? Nanti kita lanjutkan dengan perkaderan amal usaha. Tidak hanya pimpinan organisasi, tapi pimpinan dan pengelola amal usaha juga perlu Baitul Arqam. Ini hukumnya wajib ain,” terangnya.

Baca Juga:  SD Mugres Tanamkan Nilai Isra Mikraj melalui Cerita Ceria Islami

Adapun tujuan BA ini, lanjutnya, untuk memberikan bekal dalam hal peneguhan ideologi. “Kita di internal mungkin tidak ada masalah. Kalau di luar? Agar nantinya kita tidak malu menunjukkan jati diri kita!” katanya.

Pihaknya berharap, para kader bisa mengikuti sampai tuntas. “Bermalam, tidak ada yang boleh pulang! Kalau pulang, nggak lulus! Karena ada qiyamul lail dan tadabbur Quran. Lanjut salat subuh. Banyak hal bisa kita dapatkan pada malam nanti. Mungkin kalau ibu di rumah tidak mendapatkan itu,” terang dia.

“Kalau terlaksana tiga hari tapi tidak bermalam? Itu bukan Baitul Arqam,” imbuhnya.

Ia lantas mengajak peserta untuk menghadapi tantangan ke depan dengan semangat kolektif kolegial. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni