Feature

Wakil Ketua PWM Jatim Bahas Karamah Komunal, Muhammadiyah Ajak Semua Anggota Masuk Surga

46
×

Wakil Ketua PWM Jatim Bahas Karamah Komunal, Muhammadiyah Ajak Semua Anggota Masuk Surga

Sebarkan artikel ini
Sebelum turut serta meresmikan Masjid Al-Mizan, Asrama Smamio, dan Masjid At-Tanwir bersama Ketua PP Muhammadiyah, Wakil Ketua PWM Jatim menekankan peran Muhammadiyah dalam memajukan kesejahteraan bangsa dan pentingnya amal komunal.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Ir. Tamhid Masyhudi. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Sebelum turut serta meresmikan Masjid Al-Mizan, Asrama Smamio, dan Masjid At-Tanwir bersama Ketua PP Muhammadiyah, Wakil Ketua PWM Jatim menekankan peran Muhammadiyah dalam memajukan kesejahteraan bangsa dan pentingnya amal komunal.

Tagar.co – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Ir. Tamhid Masyhudi, hadir pada Pengajian Umum dalam rangka menyemarakkan Milad Ke-113 Muhammadiyah. Kegiatan berlangsung di lantai 1 Masjid Al-Mizan SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik pada Sabtu (6/12/2025) pagi.

Pada agenda yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik itu, Tamhid menyampaikan kajian iftitah.  “Alhamdulillah, kita menyaksikan prasasti masjid di PCM GKB jadi untuk milad Muhammadiyah, memajukan kesejahteraan bangsa,” ujar Tamhid mengawali kajiannya.

Ia kemudian menegaskan komitmen organisasi tersebut. “Muhammadiyah tidak pernah bosan dan berhenti memberikan yang terbaik untuk bangsa ini. Karena Muhammadiyah itu karamah di dunia ini,” tegasnya.

Tamhid menjelaskan, “karamah” yang dia maksud ialah karamah komunal, bukan karamah personal. Menurutnya, hal ini menjadi pembeda utama. “Kenapa, karena Muhammadiyah tidak mengenal karamah personal. Melainkan komunal,” jelasnya.

Mengutip Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, ia menegaskan organisasi ini memiliki misi besar. “Muhammadiyah mengantarkan menuju gerbang jannatun naim (surga yang penuh kenikmatan),” ujarnya.

Baca Juga:  Ilmu sebagai Darah Daging Muhammadiyah

Merujuk pada Surah Ar-Ra’d ayat 23, Tamhid membandingkan pandangan personal dan komunal. “Kalau secara personal berarti yang akan masuk surga itu bapak-bapak, istri, dan anak keturunannya,” katanya.

Ia melanjutkan, “Bagi Muhammadiyah, jannatun itu membawa seluruh anggota Muhammadiyah masuk surga.”

Jamaah yang mendengarkan spontan kompak mengaminkan pernyataan tersebut.

Kemudian Tamhid menekankan, amal baik orang Muhammadiyah tidak akan pernah berhenti. “Tidak berhenti orang Muhammadiyah berbuat baik sehingga bersama-sama masuk surga,” imbuhnya.

Ia memberikan contoh nyata di GKB Gresik. “Musyawarah Daerah (Musyda) belum mulai, sudah menyiapkan gedung seperti ini. Asrama belum selesai, sudah ada lima hektar menunggu. Karena tidak ada selesainya orang Muhammadiyah berbuat baik,” paparnya.

“Itu yang menjamin masuk surga. Karena itu, jangan bosan jadi bagian dari Muhammadiyah,” ajak Tamhid.

Sebelum turut serta meresmikan Masjid Al-Mizan, Asrama Smamio, dan Masjid At-Tanwir bersama Ketua PP Muhammadiyah, Wakil Ketua PWM Jatim menekankan peran Muhammadiyah dalam memajukan kesejahteraan bangsa dan pentingnya amal komunal.
Sebagian jemaah putri fokus menyimak Kajian Iftitah Tamhid Masyhudi. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Solidaritas Kebangsaan

Dalam kajiannya, Ir. Tamhid Masyhudi juga menyoroti kondisi bangsa Indonesia saat ini, yang meskipun secara umum dikenal sebagai bangsa yang makmur (gemah ripah loh jinawi), sedang menghadapi bencana alam.

“Hari ini kita lihat Indonesia gemah ripah loh jinawi, tapi apa yang kita lihat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ujar Tamhid prihatin.

Baca Juga:  Keputrian Spemdalas, Siswa Diajak Menjadi Muslimah Mandiri dan Bertanggung Jawab

Ia mengungkapkan data korban bencana tersebut. “Sampai hari ini yang meninggal mencapai 700-an orang. Bencana ini, wabah air luar biasa yang menunjukkan kepada kita, gelondongan kayu dibawa air bah,” katanya.

Bencana tersebut tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerugian materi yang sangat besar. “Ada 68 triliun rupiah akibat bencana ini. Dibandingkan keuntungan menebang pohon, tidak ada apa-apanya,” Tamhid menyampaikan. Ia memberikan isyarat bahwa bencana tersebut erat kaitannya dengan kerusakan lingkungan akibat penebangan hutan.

Tamhid mengajak para jamaah untuk mengamalkan ajaran agama dengan aksi nyata, yaitu membantu korban bencana. “Allah melindungi kita kalau kita juga meringankan beban saudara kita di sana yang terkena bencana,” ujarnya.

Ia kemudian mengajak jamaah untuk berinfak. “Infak Jumat mari salurkan. Ini yang urgen, karena kita ingin bisa meringankan beban saudara yang terkena bencana,” tutup Tamhid dalam kajian iftitah-nya.

Seusai pengajian umum, serangkaian acara berlanjut dengan kehadiran Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum.

Baca Juga:  Dari Jepara ke Mugeb: Api Kartini yang Tak Pernah Padam

Busyro Muqoddas tiba untuk meresmikan Masjid dan Asrama Al-Mizan. Selain meresmikan masjid dua lantai ini, ia juga menandatangani prasasti Masjid At-Tanwir milik Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) GKB 4.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Ir. Tamhid Masyhudi. (Tagar.co/Istimewa)

Pendidikan dan Masjid: Kunci Kesejahteraan

Setelah peresmian, M. Busyro Muqoddas menyampaikan pengajian umum yang bertajuk Memajukan Kesejahteraan Bangsa melalui Pendidikan dan Masjid.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan akbar ini. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, H.M. Toha Mahsun, M.Pd.I, terlihat hadir bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd. Seluruh jajaran PCM GKB Gresik juga ikut menyambut.

Tidak hanya para pimpinan, seluruh guru dan karyawan Muhammadiyah Gresik Kota Baru (MGKB) juga datang memadati lokasi acara, menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif PCM GKB Gresik dalam memakmurkan amal usaha Muhammadiyah. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni