Feature

Turnamen Mobile Legends di Masjid, Main Game Jalan, Ibadah Aman

65
×

Turnamen Mobile Legends di Masjid, Main Game Jalan, Ibadah Aman

Sebarkan artikel ini
Turnamen mobile legends di masjid pertama kali diadakan Pemuda Muhammadiyah Buduran. Sebanyak 150 anak muda asyik main game tak melupakan salat.
Peserta turnamen mobile legends di Masjid Ar-Royyan Muhamamdiyah Buduran. (Tagar.co/Bayu Firdaus)

Turnamen mobils legends di masjid pertama kali diadakan Pemuda Muhammadiyah Buduran. Sebanyak 150 anak muda asyik main game tak melupakan salat.

Tagar.co – Menjelang Magrib, sebagian anak-anak muda itu mematikan aplikasi game mobile legends. Menyimpan HP di saku lalu berangkat menuju tempat wudu.

Begitu azan berkumandang, sebanyak 150 anak muda sudah bersiap di garis saf Masjid Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran Sidoarjo melaksanakan salat Magrib.

Begitu pemandangan Turnamen Mobile Legends yang diadakan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Buduran yang digelar di masjid itu.

Inilah cara PCPM menarik anak muda berkunjung ke masjid. Acara ini sukses menyedot perhatian 150 anak muda lebih. Mereka memadati seluruh sudut masjid, Ahad (27/7/2025).

Mulai serambi, pelataran, hingga area tengah anak-anak muda nongkrong berkelompok sambil membawa HP.

Sejak pukul 16.00 sore, peserta mulai berdatangan satu per satu dengan wajah antusias, membawa gawai, headset, dan semangat bertarung di Land of Dawn.

Acara resmi dibuka pukul 17.10 oleh Syahensyah Raiq, ketua pelaksana.

Baca Juga:  Takmir Masjid Ar-Royyan Buduran Menggelar Upgrading dan Rihlah Bersama Keluarga

“Selamat datang di Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran! Hari ini kita bergembira dan bermain game bersama di masjid ini. Tapi ingat, kita juga akan break salat Magrib dan Isya berjemaah,” katanya.

”Masjid ini adalah tempat kita berkarya dan mendekatkan diri kepada Allah,” sambung Raiq penuh semangat.

Peraturan panitia dipatuhi semua pemain. Menjelang azan mereka menghentikan permainan. Berjalan ke tempat wudu sambil ngobrol, atau cek strategi di ponsel. Semua kompak berjemaah Maghrib sebelum kembali ke arena digital.

Inovasi Dakwah

Usai salat, turnamen dimulai lagi. Dipandu panitia yang sigap, peserta saling bertarung dalam pertandingan yang tak hanya seru tapi juga sportif.

Sambil menunggu giliran bermain, panitia juga menyiapkan camilan dan kopi yang bikin suasana makin akrab. Serunya lagi, camilan itu produk UMKM milik PCPM Buduran sendiri.

Alfin dan Tofa, orang di balik dapur logistik yang memastikan semua peserta tetap nyaman dan kenyang.

Ketua PCPM Buduran, Hilmi Hidayatulloh, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Baca Juga:  Masjid Tak Sekadar Megah: 4S Penyebab Takmir Gagal Memakmurkan

“Kurang dari dua minggu ide ini langsung jalan. Salut untuk seluruh pengurus PCPM Buduran yang solid dan kompak. Juga terima kasih kepada semua pihak yang mendukung,” ucap Hilmi.

Ia menyebut para donatur dan pendukung acara, mulai dari Smamda, SD Muhammadiyah 1 Candi, SD Muhammadiyah 8 Tulangan, BengkelMu Buduran, Lazismu Sidoarjo, PDPM Sidoarjo, Takmir Masjid Ar-Royyan, hingga Umsida.

Ketua Takmir Masjid, Ridwan Manan, S.Pd., M.Pd, menyebut pentingnya inovasi seperti ini.

“Banyak masjid kehilangan generasi mudanya. Maka perlu pendekatan seperti ini — melempar jala dari sisi hobi dan komunitas. Main game boleh, tapi tetap ingat salat berjemaah dan adab di masjid,” tegasnya.

Para juara turnamen mobile legends di Masjid Ar-Royyan. (Tagar.co/Bayu Firdaus)

Hasil Akhir Turnamen

Tepat pukul 00.00 malam, pertandingan mobile legends ditutup. Setelah pertarungan panjang, berikut daftar pemenang:

Juara 1: Trabas Cak (Prambon)

Juara 2: Pink Clan (Surabaya)

Juara 3: Calamity (Sidoarjo)

MVP (Most Valuable Player): Muhammad Affandi

Salah satu peserta dari Prambon, Novario Adi Pratama, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini bisa terus berlanjut.

Baca Juga:  Masjid Tak Sekadar Megah: 4S Penyebab Takmir Gagal Memakmurkan

“Saya sangat senang ada ajang bergengsi seperti ini di Sidoarjo. Walau jauh dari rumah, tapi acaranya seru, unik, dan tetap religius. Main game-nya dapet, ibadahnya juga jalan. Semoga jadi agenda rutin!”

Turnamen ini bukan sekadar soal menang-kalah, tapi tentang menciptakan ruang baru bagi anak muda untuk berkarya, bersenang-senang, dan tetap dekat dengan masjid. Ternyata seru-seruan dan spiritual bisa berjalan bareng di tangan PCPM. (#)

Jurnalis Bayu Firdaus  Penyunting Sugeng Purwanto