Feature

Sering FYP di Media Sosial, Masjid Ar-Royyan Buduran Jadi Magnet Inspirasi Generasi Muda

62
×

Sering FYP di Media Sosial, Masjid Ar-Royyan Buduran Jadi Magnet Inspirasi Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Dari konten sering FYP, Masjid Ar-Royyan Buduran buktikan peran pemuda menghidupkan masjid dan menebar inspirasi kebaikan.
Muslim (tengah) saat berfoto bersama di Masjid Ar-Royyan Buduran (Tagar.co/Istimewa)

Dari konten sering FYP, Masjid Ar-Royyan Buduran buktikan peran pemuda menghidupkan masjid dan menebar inspirasi kebaikan.

Tagar.co – Langit Buduran berwarna temaram. Di tengah waktu jelang senja, sebuah langkah ringan memasuki halaman Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran.

Namanya Muslim, seorang pemuda asal Kota Pasuruan, yang baru saja bergabung dalam keluarga besar KL Lazismu setempat. Senyum dan semangat terpancar jelas dari wajahnya, seolah membawa kabar gembira tentang masa depan pemuda dan masjid.

Kedatangan Muslim bukan sekadar singgah. Ia hadir dengan niat yang kuat: bersilaturahim, melakukan survei, sekaligus mempersiapkan kegiatan Study Inspiratif yang direncanakan tim Lazismu Kota Pasuruan.

“Saya datang kesini bermaksud untuk silaturahmi, serta belajar banyak dari Masjid Ar-Royyan ini. Beberapa kali kami mendapatkan share konten masjid ini yang selalu FYP, dan tentunya kami perlu belajar langsung,” ujarnya membuka obrolan sore itu.

Sambutan hangat datang dari Bayu Firdaus dan Lazuardi Imani P.A, dua pemuda penggerak takmir Masjid Ar-Royyan. Sajian teh hangat dari marbot masjid membuat suasana semakin akrab, seakan menegaskan bahwa inilah rumah bersama, tempat setiap tamu disambut bak keluarga.

Baca Juga:  Masjid 'Ramah Musafir' Ar-Royyan Muhammadiyah Diresmikan Haedar Nashir

Obrolan tiga pemuda ini seakan menjadi jawaban bahwa masih ada generasi muda yang tidak hanya sibuk dengan dunianya, tetapi juga serius menghidupkan masjid.

Baru Enam Bulan

Muslim sendiri bukan orang asing dalam dunia pendidikan. Tujuh tahun ia habiskan menjadi staf sekaligus guru di SD Al Kautsar Kota Pasuruan. Pengalaman panjang itulah yang membentuk semangat belajarnya hari itu. Ia bahkan sempat terkejut saat mengetahui Masjid Ar-Royyan baru berusia enam bulan. “Masjid semuda ini sudah bisa melahirkan program, bahkan kontennya sering FYP. Itu luar biasa,” ungkapnya antusias.

Bagi Bayu Firdaus, viral bukan tujuan utama. “FYP bukan sekadar terkenal, tapi harus kita persiapkan dengan matang. Branding masjid harus menghadirkan manfaat, bukan hanya sekadar eksis,” jelasnya.

Pernyataan itu menggarisbawahi bahwa apa yang dibangun Masjid Ar-Royyan adalah upaya nyata untuk menghadirkan dampak positif—baik bagi jemaahnya maupun pengurus masjid lain.

Di ujung pertemuan, Lazuardi mengingatkan kembali tentang pentingnya silaturahim. “Silaturahim adalah ibadah yang harus dijaga, apalagi jika membawa manfaat untuk banyak orang. Kami atas nama Takmir Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini.”

Baca Juga:  Takmir Masjid Ar-Royyan Buduran Menggelar Upgrading dan Rihlah Bersama Keluarga

Kunjungan sederhana ini seolah meneguhkan satu hal: masjid akan hidup jika dihidupkan oleh generasi muda. Kreativitas mereka mampu menghadirkan program-program segar, energi mereka sanggup menutup celah yang sulit dilakukan generasi sebelumnya.

Inilah bukti nyata bahwa masjid dapat menjadi Masjid Ramah Musafir, terbuka bagi siapa saja yang datang dengan niat baik, dan siap menjadi pusat inspirasi umat. (#)

Jurnalis Bayu Firdaus. Penyunting Darul Setiawan.