Opini

Masjid Anak Muda

40
×

Masjid Anak Muda

Sebarkan artikel ini
Masjid Ar-Royyan Buduran didominasi anak muda. Mereka menamai diri Ar-Royyan Youth Squad. Visinya menjadikan masjid ini tempat yang nyaman untuk siapa saja.
Ketua LPCR PM PDM Sidoarjo Nur Chasan Basri, kiri, dan takmir Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran memegang piagam penghargaan CRM Award yang diterima saat Milad ke-113 Muhammadiyah di Banjarmasin. (Tagar.co/Syahensyah R)

Masjid Ar-Royyan Buduran didominasi anak muda. Mereka menamai diri Ar-Royyan Youth Squad. Visinya menjadikan masjid ini tempat yang nyaman untuk siapa saja.

Oleh Bayu Firdaus, Sekretaris Takmir Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran

Tagar.co – Masjid anak muda. Inilah spirit yang mengiringi perjalanan Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran selama delapan bulan terakhir.

Di masjid ini anak muda diberi ruang, kesempatan, dan kepercayaan. Di sini masa depan masjid ada di tangan generasi muda.

Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran dibangun empat tahun lalu. Di kecamatan ini dari 15 desa, sudah berdiri tujuh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM). Hanya dua PRM yang memiliki masjid dan musala. Juga hanya satu TK ABA 1 Buduran.

Momentum kebangkitan Ar-Royyan dimulai pada 1 Ramadan 1446 H. Ketika Pemuda Muhammadiyah Buduran yang juga baru terbentuk, mulai menggaungkan masjid ini menjadi pusat dakwah yang progresif.

Delapan bulan setelah dibuka untuk umum, masjid ini telah bertransformasi menjadi ruang yang hidup. Tempat salat lima waktu, rest area, dan tempat menginap bagi musafir.

Baca Juga:  Takmir Masjid Ar-Royyan Buduran Menggelar Upgrading dan Rihlah Bersama Keluarga

Takmir dan anak muda menjadikan ruang diskusi, perumusan program, upgrading skill, pusat kegiatan sosial, sekaligus inkubator ide-ide kreatif berbasis nilai-nilai Islam.

Kelompok anak muda ini menamai diri Ar-Royyan Youth Squad. Visinya menjadikan masjid ini tempat yang nyaman untuk siapa saja.

Siapa pun boleh singgah. Boleh istirahat. Boleh tidur. Boleh membuat kopi atau teh. Boleh mandi. Boleh mengakses Wi-Fi. Semua fasilitas disediakan oleh takmir masjid sebagai keramahan dan dakwah bil hal yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Layanan ini menjadi pintu masuk bagi banyak kalangan, terutama anak muda, merasa dekat dan diterima oleh masjid.

Anak-anak muda ini menyebarkan informasi ke media sosial. Facebook, Instagram, YouTube, hingga TikTok. Semuanya digunakan sebagai mimbar dakwah modern.

Jika mimbar fisik memiliki jangkauan terbatas, media sosial memperluas radius dakwah hingga lintas kota bahkan lintas provinsi.

Konten yang disajikan tidak monoton. Semuanya fresh, informatif, dan menjawab kebutuhan publik. Banyak jamaah digital memberikan infak secara online, terbantu oleh kemudahan layanan donasi yang disiapkan.

Baca Juga:  LPCR-PM Jalin Sinergi dengan Umsura Majukan PCM dan PRM

Salah satu pencapaian terbesar adalah akun TikTok Masjid Ramah Musafir, yang dibuat pada April 2025.

Hingga awal Desember 2025 ini, akun telah memiliki 16.900 pengikut, 732.400 like, dan beberapa konten viral menembus 7,7 juta views.

Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi bukti bahwa ketika anak muda berkarya dan diberi ruang, masjid dapat menjadi magnet kebaikan.

CRM Award

Energi inilah yang membawa Masjid Ar-Royyan meraih prestasi nasional dalam Cabang Ranting Masjid (CRM) Awards VI yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) di Banjarmasin, November 2025.

Dalam waktu kurang dari setahun, Ar-Royyan menyabet dua penghargaan:

Juara II Lomba Vlog YouTube.

Juara Harapan Konten TikTok.

Prestasi ini menjadi hadiah bagi Muhammadiyah Sidoarjo, Muhammadiyah Buduran, takmir Masjid Ar-Royyan, jemaah, donatur, imam masjid, Arroyyan Youth Squad dan marbot yang selama ini bekerja dengan sepenuh hati.

Nur Chasan Basri, S.Ag, Ketua LPCR PM PDM Sidoarjo, menyampaikan di depan ratusan jemaah Masjid Ar-Royyan yang hadir dalam peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah, masjid ini ramah anak muda. Masjid yang dapat dikelola oleh generasi muda dengan ide segar dan mengikuti zaman.

Baca Juga:  Silaturahmi Cabang Ranting dan Takmir Masjid, Berkumpul Meraih Unggul

Sementara Drh Zainul Muslimin, Bendahara PWM Jawa Timur, memberikan tambahan spirit, Ar-Royyan mendapatkan juara karena kehebatannya mengelola dakwah dengan TikTok.

”Mari terus berdakwah dan tunjukkan bahwa masjid Muhammadiyah siap beradaptasi dengan zaman dan menebar kebermanfaatan lebih luas,” katanya.

Tidak hanya di dunia digital, Ar-Royyan kini menjadi tempat diskusi dan sharing remaja-remaja masjid baik dari Sidoarjo, Mojokerto, hingga Pasuruan.

Di sini mereka berdiskusi, bertukar pikiran, dan merumuskan masa depan dakwah yang lebih segar. Komposisi Takmir Masjid Ar-Royyan 35% pemuda. Mereka aktif dalam musyawarah, pengambilan kebijakan, dan eksekusi program, semuanya menunjukkan keberhasilan regenerasi.

Pada masa Rasulullah, para pemuda yang disebut ahl al-suffah tinggal dan berperan dalam kegiatan masjid.  Ar-Royyan meneruskan tradisi itu. Anak muda diberi ruang, getaran dakwah masjid terasa di masyarakat . (#)

Penyunting Sugeng Purwanto