Feature

Truk Tangki BBM Mulai Mengisi SPBU Lumajang

48
×

Truk Tangki BBM Mulai Mengisi SPBU Lumajang

Sebarkan artikel ini
Truk tangki pemasok BBM didatangkan dari Tuban dan Madiun.
Truk tangki BBM bongkar muatan di SPBU Besuk, Kec. Tempeh, Lumajang. (Tagar.co/Kuswantoro)

Truk tangki pemasok BBM berangkat dari Tuban dan Madiun. Bupati Lumajang mengatakan tak ada kelangkaan bahan bakar. Barusan juga ada yang membongkar muatan di SPBU.

Tagar.co – Dua hari belakangan, antrean kendaraan mengular di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Lumajang. Ada yang datang dini hari, ada pula yang nekat membawa jeriken dari desa jauh.

Di balik kepanikan itu, kabar baik akhirnya datang hari ini: BBM mulai mengalir lagi.

“Sudah sejak kemarin kami koordinasi dengan Pertamina,” kata Yudho Hariyanto, Kepala Bagian Ekonomi Sekkab Lumajang, Selasa (29/7/2025).

Ia bercerita, krisis ini bermula bukan dari Lumajang, tetapi dari Jember. Pengiriman BBM dari Banyuwangi ke Jember terlambat. Para tengkulak BBM pun ramai-ramai memburu stok di SPBU Lumajang.

“Hasilnya, kita ikut terdampak. Banyak SPBU kehabisan,” ujarnya.

Namun, Pemkab Lumajang tidak tinggal diam. Melihat antrean BBM panjang, dalam sehari terakhir langsung bergerak cepat. Mereka meminta Pertamina menambah armada pengangkut BBM. Hasilnya mulai terasa hari ini.

Baca Juga:  Mengenalkan Lazismu ke Anak-Anak lewat Dongeng  

“Sudah ada truk tangki yang mengisi BBM ke SPBU. Ada juga yang masih dalam perjalanan dari Tuban dan Madiun,” jelas Yudho.

Pernyataan menenangkan juga datang langsung dari Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si. Ia menegaskan bahwa Lumajang masih dalam kondisi aman.

“Lumajang belum langka. Meskipun ada satu dua SPBU yang habis, tapi pasokan baru saja berangkat dan barusan juga ada yang datang dan sedang membongkar,” kata Bupati Indah.

Menurutnya, untuk sementara waktu, pengiriman BBM ke SPBU-SPBU lain juga sedang dalam perjalanan.

“Saya sampaikan bahwa di Lumajang tidak langka BBM. Insyaallah masih aman,” tegasnya.

Langkah darurat pun diambil. Jalur distribusi BBM ke Lumajang dan Jember diperkuat dengan tambahan pengiriman dari dua titik: Tuban dan Madiun. Harapannya, kepanikan segera reda, dan harga eceran kembali normal.

“Insyaallah dengan tambahan armada ini, situasi segera teratasi,” ujar Yudho optimistis.

Yudho juga mengimbau warga agar tetap tenang. Tak perlu panik berlebihan atau menimbun. BBM sedang diupayakan untuk terus mengalir.

Baca Juga:  Kado Ramadan Lazismu Lumajang Dibagi Dua Tahap

“Lebih baik antre, karena pengiriman sedang berlangsung. Jangan sampai terprovokasi membeli di eceran dengan harga tinggi,” pesannya.

Langkah cepat pemerintah ini setidaknya menjadi angin segar bagi warga yang dua hari terakhir dibuat cemas. Dalam antrean panjang itu, kini terselip harapan bahwa mesin-mesin kehidupan di Lumajang tak lama lagi akan kembali menyala.

Dan dari krisis ini, satu pelajaran sederhana bisa dipetik: bahwa dalam situasi paling genting sekalipun, ketika pemerintah dan warga berjalan seiring, kepanikan bisa diubah menjadi kekuatan bersama. (#)

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto