Feature

Gedung Mugeb: Berusia 30 Tahun, Rasa 10 Tahun

22
×

Gedung Mugeb: Berusia 30 Tahun, Rasa 10 Tahun

Sebarkan artikel ini
Juri LLSMS Tatik Erawati takjub kondisi gedung Mugeb Primary School yang sudah berusia 30 tahun tapi masih terasa 10 tahun. Ini berkat kebersihan dan kenyamanan juara di LLSMS sebelumnya.
Juri LLSMS Mohammad Nurfatoni dan Tatik Erawati meninjau kolam ikan di tengah gedung SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Juri LLSMS Tatik Erawati takjub kondisi gedung Mugeb Primary School yang sudah berusia 30 tahun tapi masih terasa 10 tahun. Mempertahankan kebersihan juara di LLSMS sebelumnya.

Tagar.co — Sebelum berkeliling ke seluruh area sekolah, dua juri Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) awalnya berbincang di ruang tamu. Kepala dan wakil kepala (Waka) SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School) mendampingi mereka, Selasa (29/7/2025).

Kepala Sekolah Fony Libriastuti, M.Si melihat kedua dewan juri yang meninjau langsung lingkungan Mugeb sebagai sosok yang bisa membantu sekolah. “Kami yakin, ada hal-hal baik yang bisa disampaikan oleh Pak Fatoni dan Bu Tatik agar Mugeb bisa menjadi sekolah sehat yang semakin sehat,” ujarnya.

Kedua juri yang berkunjung pagi itu ialah Mohammad Nurfatoni—juri dari Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik—bersama Tatik Erawati, juri dari MLH PDM Gresik. Ajang bergengsi ini rutin terselenggara oleh Majelis Dikdasmen dan PNF bersama Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PDM Gresik.

Waka Bidang Sarana Siswanto, S.Pd.I yang biasa disapa Sis menjelaskan, di sekolah ramah anak itu sedang proses pembangunan. “Karena sekolah ini berusia 30 tahun, mohon maaf masih ada scaffolding di depan. Kami bekerja mulai siang atau sore kalau siswa sudah pulang,” terangnya.

Baca Juga:  Merawat Marwah Lembaga Zakat lewat Tata Kelola Dana Umat

Mendengar itu, Tatik menimpali dengan apresiasi, “Tapi serasa masih berusia 10 tahun!” Senyum pun mengembang di ruang tamu pagi itu.

Sansevieria dan pepohonan di taman depan kolam ikan. Ada pula kotak kaca Insaf untuk menampung sampah plastik. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Juara LLSMS Sebelumnya

Sis mengawali presentasinya dengan menunjukkan potret beragam sudut dan usaha Mugeb Primary School dalam mewujudkan kebersihan lingkungan sekolah. “Tidak ada sampah berserakan, bebas dari bau tidak sedap, jalan dan halaman bersih dan tertata,” urainya.

Sis kemudian menunjukkan potret kelas. “Kita biasakan sejak dini, meletakkan kembali kursi di atas meja sebelum pulang sekolah,” imbuhnya. Kondisi ini memudahkan proses pembersihan ruang kelas usai pembelajaran.

Ingatan kuat bahwa Mugeb sebagai juara di LLSMS sebelumnya, Fatoni pun menanyakan keberadaan binatang peliharaan di sekolah. “Kemarin poin plusnya ada hewan, sedangkan sekolah lainnya hanya tumbuhan,” ungkapnya.

“Masih ada ikan, iguana, dan burung. Kalau ayam sudah terlalu tua jadi kita masak. Nanti akan kita perbarui lagi,” terang Sis.

Baca Juga: Inovasi Pamarsasi dan Kotak Insaf Jadi Sorotan di LLSMS

Juri LLSMS Tatik Erawati takjub kondisi gedung Mugeb Primary School yang sudah berusia 30 tahun tapi masih terasa 10 tahun. Ini berkat kebersihan dan kenyamanan juara di LLSMS sebelumnya.
Juri LLSMS meninjau taman depan perpustakaan Mugeb Primary School, Selasa (29/7/2025). (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Kriteria Penilaian

Fatoni kemudian menjelaskan empat kriteria penilaian LLSMS kali ini. “Apakah sekolah ini ternyaman dan terbersih, kantin tersehat, sekolah terindang, penghijauan di luar maupun dalam sekolah, dan toilet terbersih,” urainya.

Baca Juga:  Bedah Film Suara Kirana, Saat Remaja Diajak Mengisi Gelas Kosongnya

“Apakah masuk toilet di sini sama dengan masuk toilet di mall? Bersih dan harum sehingga kesannya sekolah Muhammadiyah itu baik,” imbuhnya.

Kemudian, Fatoni menegaskan, LLSMS ini sebagai motivator menjadikan sekolah sebagai rumah kedua.

Baca Juga: Salam Hormat Polisi Cilik Mugeb Menyambut Juri LLSMS

Usai juri dan pemimpin sekolah berkeliling di area depan, Tatik berkomentar, “Kebersihan lokasi luar biasa!”

Praktisi lingkungan ini lantas menyarankan, “Bisa menambah Sansevieria. Supaya lebih segar dan kalau ada radiasi bisa tertangkap. Murah dan mudah dicari daripada tanaman imitasi pasti mahal.”

Pasalnya, tanaman genus tersebut hanya ia temukan di taman depan kolam ikan atau depan kantin. Menurutnya, dengan luasan area dan gedung Mugeb Primary School yang kini berdiri, jumlah tanaman tersebut perlu lebih banyak lagi.

Sepakat dengan Tatik, Fatoni menilai keberadaan kolam ikan jumbo di tengah gedung sekolah itu sudah bagus. “Saya sangat senang tapi perlu ditambah hijaunya,” ujar Fatoni. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni