
Tuntaskan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (NA) termasuk wujud kesungguhan kader Nasyiah. Dari sini pula awal mula keberhasilan pengaderan.
Tagar.co – Jumat (13/12/2024) siang hingga malam, kader Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) GKB Gresik menghidupkan ruang kelas IX Alexandria SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas). Alhasil, meski para siswa sudah pulang, geliat kegiatan organisasi di dalamnya masih ramai.
Ruang kelas di pojok lantai 2 itu kader Nasyiah manfaatkan untuk menggelar Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) 1. Temanya ‘Wujudkan Kader Berkualitas untuk Dakwah dan Kepemimpinan’.
Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Gresik Fatma Hajar Islamiyah, S.Pd., M.Pd dalam sambutannya mengapresiasi kader Nasyiah GKB yang sudah ikhtiar sekuat tenaga mengikuti DANA 1.
“Termasuk kita meniatkan berangkat dari rumah dan tempat kerja masing-masing ke sini, insyaallah ini bagian dari takdir Allah yang membawa kebaikan,” ujar Fatma, sapaan akrabnya.
Ia lalu menguatkan para Yunda yang telah mengambil amanah menjadi kader PCNA GKB. Mereka mengikuti DANA 1 selama dua hari, terjadwal hingga Sabtu (14/12/2024) siang.
“Di luar mendung, di dalam syahdu. Ini bentuk Allah memberikan rasa nyaman sehingga ketika ikut DANA tidak perlu ada yang dipikirkan kecuali menimba ilmu. Sudah nggak ada pikiran nanti kepanasan atau keringetan,” tutur pendidik di SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School) itu.

Tugas Menolong
Sambil menyapukan pandangan ke seluruh kader yang memenuhi ruangan itu dengan formasi duduk di kursi membentuk huruf “U”, Fatma tersenyum lalu menyampaikan, “Dari wajahnya sudah siap ikut DANA 1. Koreksian sudah dikerjakan. Sehingga ketika berangkat ke sini sudah selesai urusan duniawi.”
Kemudian Fatma meluruskan, bukan tugas mereka untuk menghitung pahala ibadah mereka dalam bernasyiah. “Insyaallah, Allah sudah berjanji, Yā ayyuhallażīna āmanū in tanṣurullāha yanṣurkum wa yuṡabbit aqdāmakum,” ujarnya menukil surat Muhammad ayat 7.
Artinya, “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
Dari ayat tersebut Fatma menekankan, sebagai manusia tugas mereka hanya menolong. Tidak perlu menghitung sudah menolong apa saja. “Keikhlasan yang akan mengantar kita pada kebaikan yang tak terduga,” imbuh perempuan asal Sugio, Lamongan, ini.
Wujud Kesungguhan
Ia kemudian menilai perkembangan pergerakan NA GKB dari masa ke masa. Apresiasi ia sampaikan atas perkembangan pergerakan kader Nasyiah GKB.
Menurutnya, yang terpenting, bagaimana implementasi niat baiknya. “Kita tidak tahu apa yang ada dalam hati seseorang, tapi kalau diwujudkan, jadi tahu sungguh-sungguh mengikuti,” terangnya di hadapan 22 kader Nasyiah GKB.
Seperti halnya iman. Tidak cukup hanya sekadar meyakini dalam hati dan mengucapkan dalam lisan. Tapi juga perlu mewujudkan dalam perbuatan.
“Hari ini terlaksana DANA. Ini wujud kesungguhan. Mari kita tuntaskan yang sudah kita mulai. Tanggung jawab ini bukan karena sungkan sama surat tugas atau Yunda Heny (Ketua PCNA GKB). Mari kita refresh kembali. Bernasyiah itu karena Allah!” tegasnya di hadapan para kader berseragam batik NA nasional berwarna kuning gading itu.
Apapun yang terjadi, Fatma menyarankan, para kader ini terus berjalan lurus saja. “Yang terpenting, apa yang sudah kita niatkan bisa tercapai!” ungkapnya.

Pengaderan Progresif
Ia juga mendoakan, semoga bisa menjadi pengaderan yang progresif. “Semoga Yunda-Yunda setelah ini bisa mengader,” ujar alumnus S1 Pendidikan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) ini.
Baginya, indikator perkaderan berhasil itu bisa dilihat dari usai DANA, apakah ada kegiatan lagi? Apakah RTL dijalankan? Apakah di Musycab nanti ada orang-orang baru yang mewarnai?
Maka di ujung sambutannya, Fatma mengingatkan, “Di komitmen kader Nasyiatul Aisyiyah, beramal salih mulai dari diri sendiri. Yang terpenting, bagaimana langkah kita sebaik-baiknya!”
Pada DANA 1 ini, Fatma menyampaikan, “Sampai jumpa 4 tahun lagi! Semoga wajah yang hari ini tampak juga tampak di kegiatan-kegiatan NA selama 4 tahun mendatang.” (#)
Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni












