
Rida ibu tidak lahir dari kata-kata besar, melainkan dari amalan-amalan sederhana yang dilakukan dengan ketulusan.
Oleh Ridwan Ma’ruf; Anggota Majelis Pemberdayaan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah(PDM) Kabupaten Sidoarjo, Pendiri Tahfiz Quran Islamic School Al-Fatih Sidoarjo, dan Praktisi Spiritual Parenting Sidoarjo.
Tagar.co – Sebuah ungkapan yang mendalam bahwa ibu adalah sumber kasih sayang, perlindungan, dan kebahagiaan sejati di dunia, sekaligus pintu menuju surga di akhirat. Sebab, rida ibu adalah kunci rida Allah Swt.
Ungkapan tersebut dinukil dari hadis yang berbunyi:
رِضَا اللَّهِ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ، وَسَخَطُ اللَّهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ
“Rida Allah Swt. bergantung pada rida kedua orang tua, dan kemurkaan Allah Swt. bergantung pada kemurkaan kedua orang tua.” (Tirmizi, Ibnu Hiban, dan Al-Hakim)
Hadis ini menegaskan pentingnya berbakti kepada orang tua (birulwalidain) sebagai jalan meraih keridaan Allah Swt. Rida orang tua diperoleh dengan bakti, berbuat baik, dan bersikap lemah lembut.
Baca juga: Merawat Peradaban dengan Filsafat Ibu
Di antara bentuk bakti adalah menuruti keinginan orang tua selama tidak bertentangan dengan syariat atau mengandung maksiat.
Ibu lebih didahulukan dalam berbakti dibanding ayah. Ya, berbakti kepada ibu—dan kepada orang tua—adalah tiket menuju surga.
Cara Meraih Rida Ibu
1. Membuat Ibu Bahagia
Menciptakan kebahagiaan dan kebanggaan pada ibu, bukan kekecewaan atau kesedihan. Tidak ada angka pasti yang mampu menghitung pengorbanan ibu. Ia bahkan rela mengorbankan mimpinya demi kebahagiaan keluarga.
Nabi Saw. bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ جِئْتُ أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَتَرَكْتُ أَبَوَيَّ يَبْكِيَانِ، فَقَالَ ارْجِعْ فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا
“Dari Abdullah bin Amr Ra, ia bercerita, seorang sahabat mendatangi Rasulullah Saw. dan berkata, ‘Aku datang kepadamu untuk berbaiat hijrah, sementara aku meninggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis.’ Rasulullah Saw. bersabda, ‘Pulanglah, dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat mereka menangis.’” ( Abu Daud)
Dalam hadis ini terdapat dalil haramnya seorang anak menyebabkan kedua orang tuanya menangis dan tersakiti akibat sikap atau tutur kata yang kasar. Sebaliknya, seorang anak wajib melakukan tindakan-tindakan yang dapat membahagiakan ibu dan kedua orang tua.
2. Perhatian dan Waktu
Terkadang kehadiran, komunikasi yang lembut, dan perhatian dari anak jauh lebih berharga daripada materi. Misalnya, menemani ibu saat makan, menuntunnya ke kamar mandi karena dikhawatirkan terjatuh, atau memijat tubuhnya dengan lembut.
Allah Swt. berfirman dalam Surah Lukman ayat 14:
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِۦ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِى وَلِوَالِدَيْكَ إِلَىَّ الْمَصِيرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu.”
Ayat ini menunjukkan bahwa hak kedua orang tua merupakan salah satu hak terbesar yang wajib ditunaikan oleh seorang anak.
3. Mendoakan Kebaikan
Hadiah terbaik yang bernilai amal jariah adalah mendoakan kedua orang tua serta bersedekah atas nama mereka, yang pahalanya akan terus mengalir.
Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Isra’ ayat 24:
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidik aku ketika kecil.’”
Intinya, memuliakan ibu adalah bentuk syukur atas pengorbanan luar biasa yang telah ia berikan, dengan ikhtiar maksimal untuk membuat ibu bahagia dan rida. Wallahualamu. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












